Apa kau benar-benar mencintaiku? Atau kau hanya mengabulkan permintaan anakmu yang menginginkan aku menjadi ibunya? Pikirkan itu sebelum kau menikahiku. Kuharap kau tak hanya menuruti permintaan anakmu tapi juga benar-benar mencintaiku.
#6-kehidupan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Follow yak, ntar kepoin Mr Airplane disitu, bisa tanya2 tentang Vero atau yang lainnya. @vvachv99
Kemarin yang mau nabok Vero hbis ini minta maaf yaak.. Yg bilang Vero salah paham juga.. Kalianlah yang salah paham😂😂.
✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏✏
"Kamu tau, aku sangat mengkhawatirkanmu. Aku mencarimu kemana-mana tapi ternyata kamu disini. Kamu tidak tau bagaimana frustasinya aku hahh.." Ucapku melanjutkan kalimatku tadi.
Dia menangis. Oh, astaga apa aku keterlaluan lagi? Jangan menangis Sya, akukan hanya berniat mengerjaimu. Aku kemudian memeluknya erat. Seakan-akan pelukan kami melepeskan semua rasa rindu yang akhir ini menyiksa hati.
"Jangan menangis, aku tidak marah sayang. Aku hanya berniat mengerjaimu tadi." Ucapku disela-sela pelukan kami.
Mendengar perkataanku tiba-tiba ia mendongakan kepalanya "Apa? Jadi kakak hanya mengerjainku, ya sudah sana pergi." Ucapnya geram.
'Hei.. hei.. kamu tau, aku sangat merindukanmu. Maafkan aku Sya. Aku tau, aku salah, tidak seharusnya aku mengabaikanmu. Please, stay with me, always and forever okey!" Ucapku padanya.
"Tapi Kak..." Jawabnya.
"Tapi apa? Apa kamu tidak memaafkanku? Aku tau kesalahanku sangat banyak padamu bahkan aku selalu membuatmu menangis tapi Sya, aku mohon maafkan aku. Tetaplah bersamaku." Ucapku memohon.
"Sejak kemarin aku sudah memaafkanmu Kak. Tapi jika untuk kembali aku tiba bisa." Jawabnya.
"Kenapa? Kenapa Sya? Apa kamu sudah tidak mencintaiku?" Tanyaku.
"Bukan Kak, bukan begitu. Tidak pernah sedetikpun aku tidak mencintaimu Kak, aku sangat mencintaimu percayalah. Bahkan beribu kali kakak menyakitiku aku akan tetap mencintaimu karena cintaku sudah terpatri hanya untuk dirimu." Jawabnya.
"Lalu kenapa? Kenapa kamu tidak bisa kembali bersamaku?" Tanyaku lagi.
"Aku takut kak, aku takut jika Reyhan tidak mau menerimaku menjadi ibu tirinya." Jawabnya lirih.
Aku tau dia pasti takut jika Reyhan mengusirnya seperti waktu itu. Apalagi saat ini Reyhan masih sangat terpukul dengan kenyataan yang baru saja ia ketahui kemarin lusa.
"Sya dengarkan aku, aku yakin kita bisa melewati masalah ini berdua. Mari kita yakinkan Reyhan bersama-sama. Kamu tau jika hanya aku saja, tanpa adanya kamu semuanya pasti tidak akan cepat selesai. Kita ditakdirkan bersama untuk saling melengkapi, jika salah satu diantara kita rapuh maka satunya harus menguatkan. Jika aku rapuh maka tugas kamu yang harus menguatkanku bukan pergi meninggalkanku." Ucapku menyindirnya diakhir perkataanku.
"Jika memang seperti itu Kak, seharusnya jika aku rapuh kakak juga menguatkanku bukan malah mengabaikanku." Ucapnya menyindir balik.
"Oke.. oke. Aku minta maaf untuk itu. Aku sudah banyak merenung selama kamu pergi meninggalkanku dan kurasa selama ini aku selalu egois bahkan aku selalu seenaknya sendiri. Aku tau seharusnya kita saling melengkapi satu sama lain, memikirkan apapun masalah berdua. Maka dari itu, tetaplah bersamaku Sya. Mari kita lewati semuanya bersama-sama. Jika aku salah ingatkan aku, jika aku egois dan seenaknya sendiri kamu boleh menciumku." Ucapku seraya menyeringai.