31-Dia Pergi Lagi dan Lagi.

10.9K 504 23
                                        

Part ini kubuat flashback, agar kalian penasaran apa yang terjadi ketika mereka bertemu.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Vero Pov

Hari ini aku mengajak Tasya untuk pergi honeymoon namun lebih tepatnya liburan karena kami mengajak Reyhan.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya kami bertiga telah sampai di Kalimantan.

Sesampai di Kalimantan aku membawa Tasya dan juga Reyhan pulang kerumah lamaku yang dulu aku tempati bersama Rena karena rumah lamaku lebih dekat dengan bandara dibandingkan rumah ibu.

Saat perjalanan menuju rumah lamaku, aku melirik ke arah Tasya dan juga Reyhan. Tasya sedang asyik memandangi jalanan sedangkan Reyhan sudah tertidur pulas dibangku belakang.

"Sepertinya Rey kelelahan." Ucapku padanya.

"Iya Kak." Jawabnya.

"Kalau kamu lelah juga, kamu tidur saja sayang. Nanti kalau sudah sampai rumah aku bangunkan kamu." Ucapku lagi.

"Nanti pasti aku akan tertidur dengan sendirinya Kak. Sekarang aku ingin melihat pemandangan disamping jalan." Jawabnya.

"Emm.. baiklah." Ucapku, kemudian keadaan kembali hening hingga kami sampai dirumah lamaku.

Kedatangan kami disambut baik oleh Pak Iyan, beliau adalah penjaga rumahku selama ini.

Saat kami memasuki rumah hingga kami berada dikamar saat ini kulihat Tasya sedikit tidak nyaman. Aku mengerti alasannya, mungkin karena foto-foto Rena masih banyak tertempel didinding rumah ini.

Aku mencoba meyakinkan dirinya bahwa aku sudah lama tidak datang kemari dan juga aku meminta agar dia jangan merasa tidak nyaman disini.

Aku berencana menyimpan foto-foto Rena digudang namun dia malah mengajakku berdebat karena hal itu. Apalagi jika dia mengatakan bahwa dia merebut dan menyingkirkan posisi Rena dari kehidupanku dan juga Reyhan, hal itu sangat membuatku kesal. Bagiku dia adalah dia buka wanita yang berniat merebut atau apapun itu.

Setelah perdebatan kecil kita, akhirnya dia berhenti mengatakan yang tidak-tidak. Dia memintaku untuk membuat ruangan khusus untuk menyimpan barang-barang kenangan Rena. Okelah, aku menyetujuinya karena aku sudah terlalu lelah untuk berdebat lagi dengannya.

"Kakak tidak mandi dulu sebelum tidur?" Tanyanya ketika aku berbaring diranjang kamar tidur kami.

"Aku sangat lelah sayang. Tapi, jika kamu mau memandikanku tidak apa-apa aku dengan senang hati akan menerimanya." Jawabku menggodanya.

Pipinya merona. Ah.., aku sangat senang jika melihatnya merona karena hal itu sangat membuatnya lucu dan menggemaskan.

"Dasar mesum." Jawabnya kemudian pergi meninggalkanku, aku hanya tertawa mendengar gerutunya setelah itu aku tertidur karena hari ini cukup membuatku lelah.

***

Pagi ini aku merasa ada yang menggoyang-goyangkan lenganku. Pasti ini adalah kerjaan Tasya jika dia membangunkanku. Aku hanya berdehem menanggapinya. Sungguh aku masih sangat mengantuk, rasanya berat untuk membuka mata.

Aku bahkan kurang jelas mendengar perkataannya ketika sebelum ia beranjak dari tempat tidur karena aku masih enggan membuka mata.

Selang tidak lama dengan keberanjakan Tasya dari tempat tidur, aku mendengar teriakan dari lantai bawah. Awalnya aku menghiraukan suara teriakan tersebut karena aku mengira itu adalah teriakan Reyhan jika dia tidak menemukan Tasya dipagi hari tetapi lama-lama teriakan tersebut berubah menjadi suara bentakan. Samar-samar mendengar Reyhan berkata "Bukan mamaku."

Mr Airplane [Complete/Revisi]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang