Song of this chapter :
Austin Mahone-Shadow
***
Marc's POV
Aku mengerjap, hingga aku tak tahu telah berapa kali aku mengerjap. Aku tak percaya akan ini, semuanya akan berlangsung dalam semalam dan akan berakhir pada malam itu juga. Beberapa menit yang lalu pria yang berbaring diatas matrasku itu mulai mempertanyakan tentang apa yang akan terjadi. Dan ku jawab dengan 'tidak'.
Suara jam dinding tak ubahnya sedang mengejekku dengan bunyi 'tik'-nya. Serta angin malam yang menghempas dadaku yang menyeruak masuk dari jendela yang terbuka, seolah tengah menggugah hasratku akan sesuatu yang lama tak pernah ada. Tidak pernah ada. Aku telah lama tidak jatuh cinta.
Satu hal yang ku ketahui hanyalah bahwa ini bukan cinta. Memandang lama seorang bartender berkulit sawo matang di sebuah mini bar. Menatap dalam, hingga larut kedalamnya, merasakan sesuatu yang begitu kuat, sejak hari itu terkadang aku membayangkan aku dikenalnya. Tetapi, seranjang bersamanya sama sekali bukan bayanganku.
Di matras yang tampak hangat, tubuh itu hanya berbalut oleh selimut putih. Menatap langit-langit ruang kamar ini, dan berhenti pada satu titik, begitu lama, hingga ia tak bergerak, seolah sesuatu tengah menguasai pikirannya, aku bersumpah akan membayar uang berapapun banyaknya untuk mengetahui apa yang ada dibalik kepalanya.
Pernahkah aku bilang bahwa ia memiliki sesuatu yang membingungkan, ia seperti memilki pengaruh besar dengan tatapan sendunya, sekali ia mengerjap akan membuka pemikiran baruku terhadapnya, dengan harap aku dapat mengenalnya dan tahun yang telah berlalu hanyalah tahun yang sia-sia tanpa mengenalnya. Tanpa ku tahu siapa dirinya, dan perdulikan dia padaku, disaat aku berpikir bahwa ia mungkin tak perduli pada dirinya sendiri, dengan terus membawa dirinya sendiri terjerumus pada kelamnya kehidupan dunia malam. Ketampanan yang diberi Tuhan kepadanya, telah diperjajakannya pada sebuah mini bar yang tak ingin ku sebut namanya dan tak ingin ku datangi kembali, selain untuk menemuinya lagi. Tetapi aku dapat pastikan bahwa itu tak akan pernah terulang lagi.
"Marc. Ada yang ingin ku tanyakan." Dengan itu, aku melangkah mendekat dan duduk ditepi matras, menghadapnya tanpa ingin membuatnya risih.
"Kau punya seorang kekasih?" tanya Cam, begitu menohok. Aku benar-benar tidak memiliki gagasan akan jawaban yang akan ku beri, yang ku tahu aku merasa pertanyaannya itu begitu mengusikku, membuatku menerka-nerka jalan pikirannya yang sesungguhnya. Apakah dia benar-benar seorang gigolo? Sungguh sayang sekali. Dia tampan dan ku rasa ia berhak untuk memiliki kehidupan yang normal. Hanya saja aku tidak dapat melihat orientasi seksual yang melenceng dari gurat wajahnya, wajah sendu yang meneduhkan ketika dipandang. Apa benar dia seorang gay? Aku masih tak dapat mempercaya itu.
Siapa dia? Mengapa masa mudanya tampak begitu disia-siakannya? Apa yang membuatnya sejauh ini? Melampau batas tanpa memperdulikan kemana dan dengan siapa kelak ia habiskan masa tuanya nanti. Ku pikir, aku harus membantunya.
"Mengapa kau tanya seperti itu?" tanyaku kembali.
"Hanya bertanya. Aku tidak memaksamu untuk menjawab." Jawabnya tanpa memberi ekspresi apapun.
"Aku punya." Dustaku, begitu lancar lolos dari bibirku. Sungguh, aku sendiri tidak mengerti mengapa perlu aku mengatakan memiliki kekasih padahal sebaliknya aku tidak punya dan tidak ingin.
Di matras, Cam menggumam seraya meregangkan otot-ototnya, sementara aku tak berkedip menunggu responnya, percayakah dia dengan jawabanku?
"Kekasihmu seorang wanita atau seorang pria?" tanyanya. Aku sungguh tidak menyangka jika pertanyaan irrasional semacam itu akan ia pertanyakan padaku. Namun tampaknya ia telah mengantisipasi sebelum aku menanggapinya salah, kini ku lihat ia bergerak bangkit, dan meletakkan jari telunjuknya tepat dibibirku. "hanya bertanya. Aku tidak memaksamu untuk menjawab."
KAMU SEDANG MEMBACA
IGNITE. (Marc Marquez)
FanfictionCerita tentang cinta beda agama. Iremos a un Hotel (Kita pergi ke Hotel) Iremos a cenar (Kita pergi makan malam) Pero nunca iremos juntos al Altar (Tapi kita tidak bisa pergi ke Altar bersama) ©IGNITE. released... Marc Marquez Fanfiction All about m...
