Suasana itu

545 26 0
                                        

Sore itu angin bertiup pelan, semilirnya memainkan anak-anak rambutku sebagai ayunan. Awan-awan putih berarak di atas kepalaku, membentuk pola-pola yang dulu biasa kita jadikan permainan tebakan yang sederhana, sederhana dan menyenangkan begitu saja. Mungkin senyummu memberikan taburan aroma kenyamanan yang jatuh bersamaan dengan sinar senja di kedua bola matamu. Awan-awan itu terlihat seperti buntalan busa yang empuk, lebih dan lebih empuk dari kasur tempat tidurku. Teksturnya yang halus membuat nyaman setiap orang yang menyentuhnya, apalagi berbaring diatasnya. Monster-monster yang biasa bertamu di mimpi malamku pastilah tak akan berani datang kesitu.

Wangi rumput hijau menyerebak ke angkasa dan ke hidungku. Berkilauan kecil terkena biasan mentari di ujung senja yang menari-nari megikuti arah angin yang membelainya silih berganti. Semilir angin semakin menggoda ke arahku. melintas kebeberapa pohon-pohon rindang yang berdiri elegan di sekitarku. Membelai lembut dedauanan, mengajaknya berdansa sembari mengeluarkan nada-nada suara alam yang alami. Segar, itu yang kurasa, Paru-Paruku serasa dicuci bersih saat itu.

Suasana sore kala itu, suasana manja yang menjatuhkanku pada dekapmu, pada peluk alam yang begitu indah dan menenangkan, tapi tak setenang dipelukan Ibu. Kala senja menyapakau, aku selalu merindukan suasana itu. Suasana yang pertama dan terakhir kali aku alami. Suasana yang aku rindu saat ini. Suasana itu.

Tentang Hujan Sore TadiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang