"Emmmm guys kayanya udah malem, kalian ngak mau pulang?" Tanya Regina saat melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 11.30 malam
"Kalau kita pulang siapa donk yang jagain lo disini?" Ujar Pina
"Udah, nanti biar gue yang jagain Regina, kalian pulang aja sekalian besok pas sekolah tolong izinin gue ya!" Ucap Revaldo
"Bener nih?" Tanya Risya
"Iya!!!!" Jawab Revaldo
"Yaudah kalau gitu kita pulang dulu!" Pamit Nada
"Eh, tapi kita pulangnya sama apa?, kendaraan jam segini mana ada yang lewat!" Ucap Vioni
"Yaudah kalau gitu kalian bareng kita aja!" Ucap Kenzo
"Eh, tapi mana muat lagian lo bawa motor lagi, sedangkan kita berenam!" Ucap Risya
"Udah tenang aja kami juga bawa motor kok jadi kalian bareng kami aja!" Ucap Rian
"Bener nih ngak ngerepotin?" Tanya Nada tak enak
"Ngak papa lagian kayak sama siapa aja!" Ucap Bintang
"Yaudah yuk!" Ajak Eza
"Yuk!" Jawab mereka
"Modus lo pada, bilang aja mau di peluk sama temen-temennya Regina!" Ucap Revaldo meremehkan
"Udah deh dodol bilang aja lo sirik!" Ujar Eza
"Heh, enak aja lo panggil gue dodol!, nama gue Revaldo, Revaldo Zany Wiliam!" Ucap Revaldo menekan nama panjangnya
"Udah donk kalian berentem mulu, kapan nih mereka pulang? Nanti kemaleman telat sekolah baru tau!" Ingat Regina
"Iya ya, apalagi besok belajar sama Pak Hardi lagi, bisa-bisa dijemur tiga hari tiga malam nih!" Ucap Bintang panik
"Yaudah kita balik ya dahhhh..... Regina besok kita kesini lagi OK?" Pamit Silvia
"Yaudah hati-hati!" Ucap Regina
"Heh, tunggu!" Ucap Regina sebelum teman-temanya Revaldo keluar ruangan
"Ada apa?" Tanya teman-temanya Revaldo
"Awas kalau kalian berani apain temen-temen gue, bakalan gue habisin kalian satu per satu. Kalian masih inget kan Zian yang masuk rumah sakit gara-gara gue pukulin?" Ucap Regina meremehkan
Tentunya mereka tidak lupa dengan itu. Zian masuk RS gara-gara semua tulangnya patah akibat pukulan Regina. Sungguh tragis bahkan sampai detik ini Zian belum juga sadarkan diri. Sungguh mengerikan.
"Dan mungkin kalian akan lebih parah dari itu!. Ingat itu!" Sambung Regina
Teman-temanya Revaldo hanya mengangguk kaku dan langsung pergi dari ruangan Regina.
Huuuuhhhhhh, sungguh Regina akan membunuh mereka kalau teman-temanya sampai lecet sedikit saja. MENGERIKAN!
"Kalian kok lama banget sih?" Tanya Silvia kesal
"Ya maaf tadi ada sedikit urusan!" Ucap Stevan sambil menaiki motornya
Saat teman-temanya Regina sudah naik ke atas motor, teman-teman Revaldo langsung melajukan motor mereka ke arah Rumah ReginaCS.
Rumah Sakit
"Udah ya sekarang lo tidur udah malem!" Ingat Revaldo
"Iya!" Jawab Regina sambil berusaha merebahkan tubuhnya
Dengan cepat Revaldo pun membantu Regina untuk membaringkan tubuhnya. Saat sudah merasa cukup nyaman dan Regina sudah kembali tertidur, Revaldo pun menghampiri sofa yang ada di ruangan Regina itu dan merebahkan tubuhnya sembari memejamkan mata dan menuju mimpi indahnya.
Sedangkan di tempat lain lebih tepatnya di rumah ReginaCS teman-teman Regina baru sampai di rumah.
"Makasih ya udah anterin kita!" Ucap teman-teman Regina sembari tersenyum manis
"Iya sama-sama!" Balas teman-temanya Revaldo sambil mengeluarkan senyuman mautnya yang dapat membuat semua orang terpesona.
"Yaudah kita balik dulu dahhhh!" Pamit teman-temanya Revaldo sambil memakai helm dan melajukan motor mereka menuju arah rumah mereka
"OMG HELLO........ Aaaaaaaa Oksigen...... Oksigen......... Ohhhhhh senyuman Stevan mematikan banget sih! Aaaaaaaaaa.........." Teriak Silvia
"Duhhhhh, Silvia kebiasaan banget deh kalau teriak ngak bisa di kontrol!" Kesal Risya
"Iya nih budek telinga gue tau ngak!" Ucap Vioni tak kalah kesal
"Ya maaf kalian kan tau sendiri kalau gue udah seneng kayak apa!" Ucap Silvia
"Udah ah, dari pada disini mendingan kita masuk terus bersihin diri terus BOCAN deh!" Ucap Nada
"Yaudah yuk masuk!" Ajak Wila sembari masuk ke dalam rumah dan di susul teman-temanya
Bersambung
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampire Love Story
Roman d'amourBagaimana mungkin orang yang sudah tiada hidup kembali? * 10 tahun yang lalu Tang Tang Tang Prrrraaanggg Croooottttt Pemandangan yang begitu indah dan menawan berubah menjadi begitu menyeramkan, mayat-mayat manusia bertebaran dengan darah yang terg...
