chapter 39

811 19 0
                                        

Makin lama, aku makin mempercepat langkah ku hingga yang ku temui sekarang adalah....

~O~

Author prov

Regina dan teman-temanya sedang menangis di depan 14 makam yakni makam kedua orang tua mereka

Tangisan-tangisan mereka mulai menghiasi sunyinya hutan kali ini. Terlebih, tangisan itu juga menyakiti hati seseorang

RevaldoCS yang sudah tidak tahan mulai berjalan mendekati Regina dan teman-temanya yang masih setia terduduk sembari menangis

Sadar akan keberadaan seseorang, Regina langsung berbalik dan menatap 7 orang di depannya yang sedang menatap nya dengan tatapan yang sendu

"Kalian jahat!" Dua kata itu langsung terlontar dari mulut Regina saat menatap 7 orang tersebut

"Mau kalian itu apa sih? Kenapa nggak sejak awal kalian kasih tau kalau orang tua kami masih hidup?" Ucap Silvia menahan amarahnya

"Dan sekarang mereka udah nggak ada, kalian sebenernya.... mau kalian apa sih?" Ucap Nada juga emosi

"Kita belum pernah merasakan kasih sayang orang tua kita, kenapa kalian ngelakuin ini ke kita semua?" Tanya Wila sembari menangis

"Apa sih yang sebenarnya kalian pikirin? Kalian tau nggak sih kalau di tinggalin itu rasanya sakit banget?" Ucap Risya yang juga ikut menangis

"Kalian tau nggak yang kalian lakukan itu kejam? Kalian nggak punya hati!" Tanya Viola dengan suara menusuk

"Disaat semua anak merasakan kasih sayang kedua orang tuanya, kalian malah menyiksa kami dengan merahasiakan ini semua?" Ucap Pina dengan menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya

"Gue benci sama kalian!" Ucap Regina dan berlari keluar hutan bersama teman-temanya sembari terus menangis

"Pin... Pina! Tolong denger penjelasan gue dulu Pin... Please..." Ucap Eza sembari menahan tangan Pina

"Kita tau kita salah, tapi tolong ngerti, kita ngelakuin ini juga demi kebaikan kalian! Keselamatan kalian!" Ucap Eza sembari menatap Pina dengan tatapan sendu

"Kebaikan? Keselamatan? Emangnya siapa yang akan melukai kami?" Tanya Pina sembari berbalik menatap Eza dengan tatapan emosi miliknya

Eza mematung, ia tak mungkin menceritakan semua yang sudah terjadi. Tak mungkin!

"Kami ngga bisa kasih tau ke kalian!" Ucap Eza pelan dan melepaskan genggaman tangannya secara perlahan

"Kalian bohong! Kalian tukang bohong! Gue benci sama kalian semua!" Ucap Pina dan berlalu bersama teman-temannya, meninggalkan RevaldoCS yang masih mematung di sana

"Maafin gue Gina!" Ucap Revaldo sembari menatap punggung Regina yang menghilang di balik pepohonan besar































Bersambung

Vampire Love StoryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang