Baekhyun berusaha pura-pura melupakan apa yang terjadi kemarin. Ia tidak bisa menatap mata Chanyeol yang seruangan dengannya. Tapi tidak dengan Chanyeol. Ia malah semakin agresif.
"Kau tidak lupa kan yang terjadi kemarin itu? Apakah sekarang kita pacaran?"
"Kau Gila????? Ya!!! Berhenti mengatakan hal-hal yang aneh di sini."
"Hm... Baiklah. Ayo kita lakukan backstreet. Pura-pura tak saling mengenal di sini lalu sepulang kerja kita berkencan, bagaimana?," Chanyeol kembali menggoda Baekhyun.
"Chana...."
Mata Chanyeol terbelalak.
"Ne. Ne... Kau... Kau memanggilku apa? Chana... Imut sekali. Kau sudah tidak bicara formal lagi padaku, Baek."
"Ayo berteman mulai sekarang."
Baekhyun menawarkan diri untuk menjadi teman Chanyeol.
"Tentu... Aku sangat menyukai ini."
HP Chanyeol berdering. Itu dari Luhan.
"Halo, Lu."
"Kau sedang sibuk Chan?"
"Em... Aku tidak begitu sibuk. Atasanku pasti akan mengijinkanku kalau Kau ingin menemuiku sekarang," ucap Chanyeol sambil melirik Baekhyun.
"Kalau begitu datanglah ke sini. Ada hal penting yang ingin aku katakan."
"Baiklah. Aku ke situ sekarang."
*-*
Sementara itu Baekhyun mengkhawatirkan Sehun yang dari kemarin tidak memberi kabar. Bahkan ia tak juga membalas pesannya atau pun mengangkat teleponnya. Ia pun menelepon ibu Sehun.
"Eomma... Sehun kemana ya? Aku meneleponnya kok nggak diangkat? Apa dia baik-baik saja?"
"Sepertinya dia sedang tidak enak badan. Tapi dari semalam dia mengurung diri di kamar. Sepulang kerja datanglah ke sini, Baek."
"Ne, Eommonie..."
***
Di rumah sakit Luhan
"Duduklah. Kau mau minum apa?"
"Kopi?"
"Baiklah. Tunggu sebentar."
Luhan membuatkan Chanyeol kopi. Juga satu untuknya.
"Minumlah."
"Kenapa dengan wajahmu Lu? Apa ada hal buruk yang ingin kau katakan padaku?" Chanyeol mulai menerka apa yang terjadi.
Luhan mengambil nafas panjang.
"Hasilnya sudah keluar. Sama seperti kata dokter Kang, itu sangat sulit."
"Kenapa sulit? Kau kan dokter hebat Lu. Lantas... Berapa persen?," Chanyeol meletakkan gelas kopinya.
"Mianhae, Chanyeora," Luhan menggenggam tangan Chanyeol erat.
"Katakan saja."
"Mungkin... 25-75 atau 20-80."
"Choa!!! Bagus Lu. Dokter Kang bilang itu 0-100. Tapi kau bilang itu 25-75 atau 20-80. Bukankah artinya ada harapan?," Chanyeol begitu semangat. Ia berusaha tersenyum. Tapi Luhan sangat tahu bahwa mata Chanyeol sedang berkaca-kaca.
"Harapan itu ada, Chan. Tapi kita lihat resikonya juga."
"Lalu jika aku biarkan saja tanpa ada operasi itu, bisakah aku hidup lebih lama??? Rasanya sakit Lu! Sakit sekali... Hingga rasanya mau mati. Tapi aku ingin hidup Luhan!!! Aku ingin hidup... Jaebal.. Salyojuseyo...," kali ini Chanyeol benar-benar berteriak dan menangis keras.
YOU ARE READING
Your Name (Semi HIATUS)
Fanfiction#Indonesian On Process 👌 Use many plots, so it'll be little confusing. Looks like a scenario of a Korean Drama. It will take much time. Casts : Park Chanyeol Byun Baekhyun (gs) Oh Sehun Luhan (gs) Kim Jongin Do Kyungsoo (gs) All EXO members. Genr...
