24 - Flashback - Unforgettable Night

351 30 3
                                        

WARNING!!! NC 17
Yg di bawah umur jgn baca!!!

--------

Luhan baru saja selesai mandi saat seseorang tiba-tiba masuk ke apartemennya. Luhan berjalan perlahan menuju ruang depan, melihat siapa yang datang. Ia hanya mengenakan lingerie merah jambunya. Udara yang dingin memang. Namun, penghangat ruangannya sudah cukup membuatnya tak merasakan dingin sama sekali.

Sampai di belakang lemari, ia melihat sosok yang datang itu. Syukurlah. Seseorang yang ia kenal. Seorang pria tinggi kurus berotot. Berkulit putih pucat. Mengenakan hem putih polos dengan jas hitam di pundaknya. Kedua tangannya membawa dua plastik besar. Tangannya bergetar kedinginan.

Pria itu sedikit kaget melihat Luhan yang hanya memakai gaun tipis.

"Masuklah... Maaf.. Aku baru saja mandi. Aku kira kau siapa."

"Aku yang minta maaf karena tidak memberitahumu dulu."

"Kau kenapa? Terlihat tidak baik."

Sehun hanya masuk dan membawa dua plastik besarnya. Isinya adalah kaki ayam dan sepuluh botol soju.

"Ayo minum sepuasnya malam ini. Aku ingin bercerita banyak hal padamu."

"Baiklah. Mau sambil nonton film?"

"Boleh."

"Kalau begitu aku ganti baju dulu."

"Kenapa ganti baju? Santai saja. Kaya mau kemana."

Luhan masuk kamar dan mengambil cardigannya lalu bergabung bersama Sehun di ruang tengah

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Luhan masuk kamar dan mengambil cardigannya lalu bergabung bersama Sehun di ruang tengah.

"Kau mau nonton film apa?"

"Film yang romantis dan berakhir sedih."

"Aigo... Ckckck. Film lawas yang legendaris bagaimana?"

"Titanic? Itu kan film favoritmu. Baiklah."

Luhan memutar film lama itu. Dengan penerangan yang cukup temaram membuat suasana di ruang itu cukup romantis.

"Sudah seperti di bioskop kan?"

Sehun mengangguk.

"Sambil menonton film, ceritakanlah apa masalahmu. Aku akan mendengarkan," Luhan meraih tangan Sehun yang dingin. Ia mencoba menghangatkannya.

Sehun membuka sebuah botol soju dan menuangkannya ke gelas Luhan. Sisanya, ia habiskan.

"Lu, mian... Aku harus menceritakan ini."

Luhan memandang Sehun khawatir.
"Hari ini... Aku melamar Baekhyun. Tapi dia menolakku." Sehun berkata lirih membuka botol keduanya.

Luhan menggigit bibir mungilnya erat. Hatinya sakit. Ia tidak bisa merespon kalimat sakit hati Sehun.

"Aku... Aku harus bagaimana Lu? Aku terlalu geer karena mengira dia punya perasaan yang sama denganku. Tapi... Ini sangat menyakitkan. Aku sudah terlalu dalam mencintainya. Dan semua hancur dalam sekejap. Bagaimana ini Lu?" Sehun menjambak rambutnya, menahan air mata yang tak bisa lagi dibendungnya.

Luhan kali ini hanya menggelengkan kepalanya dan mencoba menatap mata Sehun. Ia pun terisak.

"Kalimat penolakan itu Lu... Dia bilang, dia hanya ingin jadi sahabatku selamanya. Haha... Sahabat macam apa yang melukai temannya sampai sesakit ini. Bukankah alasan itu paling bagus untuk menolak seseorang??? Dia... Dia juga menyebut namamu. Apakah benar yang Baekhyun katakan? Dia bilang Kau sangat menyukaiku, benarkah?"

Sehun menatap Luhan dalam-dalam. Luhan malah mengalihkan pembicaraan.

"Kau terlalu banyak minum, Hunna. Kau sudah mabuk. Kau harus bekerja besok."

"Jawab aku, Lu."

"Makan ayamnya dan lanjutlah menonton film."

"Luhan!!!"

"Kau... Apakah Kau sedang menolakku juga?" Sehun bicara dengan nada tinggi.

"Hun... Kalau aku bilang aku sangat mencintaimu, apakah Kau akan berbalik menyukaiku dan melupakan Baekhyun???"

Sehun tersenyum tipis.

"Bukankah, aku sama sekali tak pernah terlihat di matamu? Seberapa besar pun aku mencintaimu?"

"Aku akan mencintaimu mulai detik ini," Sehun menarik tubuh Luhan mendekat.

Luhan berontak.

"Hentikan Oh Sehun!!! Kau sedang mabuk. Pulang saja sana!!!."

Luhan segera berdiri dari posisi duduknya di lantai, lagi-lagi Sehun menarik lengannya. Sehun ikut bangkit. Kali ini mereka saling bertatapan. Sehun memegang wajah kecil Luhan dengan kedua tangannya.

"Aku memang sedang mabuk, Lu. Tapi, aku sepenuhnya masih sadar. Mulai detik ini, bantu aku melupakannya. Buatlah aku mencintaimu sepenuhnya. Aku akan mencintaimu selama sisa hidupku. Bantu aku, Lu. Aku mohon."

"Geurae, mulai detik ini, Kau adalah milikku, Oh Sehun. Selamanya."

Luhan mencium bibir Sehun. Diiringi lagu My Heart Will Go On, ia makin dalam melumat bibir Sehun. Sehun yang sudah mabuk pun makin menjadi. Ketika lidah dan air liur mereka saling bertautan, semua tak terkendali lagi. Luhan melepas cardigannya. Hanya tinggal lingerie seksi yang menutupi tubuhnya yang mulus.

Sehun menggigiti leher dan dada Luhan menimbulkan bekas merah jambu yang indah. Nafas mereka makin terengah.

"Arrghh... Sehunna... Aku milikmu... Selamanya...," erang Luhan.

Sehun yang sudah kesurupan menggendong Luhan ke kamarnya. Tanpa ampun, ia merobek lingerie milik Luhan dan tanpa komando pun, Luhan melepas bra dan celana dalamnya. Sehun yang sedang dalam pengaruh alkohol pun semakin menjadi. Ia melepas satu per satu pakaiannya hingga tak ada sehelai benang pun menutupi tubuh atletisnya.

Baekhyun. Tiba-tiba Luhan berubah menjadi Baekhyun di mata Sehun. Ia tak tahan lagi. Setelah menjilat-jilat nipple Luhan, lidahnya terus turun ke bawah hingga menemukan miss V Luhan yang sudah amat basah. Juniornya tegang. Tak bisa ia tahan lagi.

Luhan mengerang kesakitan. Ia menyerahkan semuanya pada Sehun. Ia sangat bahagia. Malam yang tak akan pernah ia lupakan selamanya. Sehun dan Luhan mengeluarkan semua hasrat seksualnya dengan sempurna.

Sehun kelelahan. Ia tertidur di atas tubuh Luhan. Luhan tersenyum puas.

"Oh Sehun, kau milikku sekarang".

*-*

💖💖💖

Your Name (Semi HIATUS)Stories to obsess over. Discover now