Illustration : Innocent Man
Sehun sedang berada di kantornya. Ia sedang fokus mengerjakan desain hotel 70 lantai yang harus segera selesai minggu ini. Sekretarisnya mengetuk pintu ruang pribadinya.
"Tuan, ada tamu."
"Siapa?"
"Seorang yeoja cantik," goda Sekretaris Bae.
"Mana aku tahu... Banyak yeoja cantik di dunia ini. Termasuk kau."
Tamu itu tiba-tiba masuk. Sekretaris Bae mencoba mencegahnya tapi wanita itu nekat menerobos masuk.
"Bisakah tinggalkan kami?," wanita itu menyuruh Sekretaris Bae pergi.
"Suruh dia keluar dari ruanganku," Sehun berbicara lebih keras kali ini.
"Aku ibu dari anaknya. Tolong tinggalkan kami." Kali ini Sekretaris Bae menuruti Luhan.
Luhan mendekati Sehun yang sedang serius bekerja.
"Aku sedang dikejar deadline. Jangan ganggu aku."
"Kau tidak berubah sama sekali, Hun. Selalu jadi Sehun yang suka bekerja. Untung calon istrimu wanita yang sangat penurut. Ia pasti akan selalu mendukungmu."
Sehun menghentikan pekerjaannya.
"Katakan saja apa maumu..."
"Aku ingin bertemu Ziyu. Ijinkan aku menemuinya."
"Tidak..."
"Dia juga anakku. Aku yang melahirkannya... Aku mempertaruhkan nyawaku untuk itu... Jaebal, Sehun..."
"Tapi aku yang membesarkannya. Aku berhak menentukan dengan siapa ia bertemu!!!"
"Kau bahkan tidak menginginkannya, Oh Sehun!!! Kau bahkan ingin membunuhnya dulu!!!"
"Cukup! Berhenti mengatakan hal-hal aneh!" Sehun memalingkan mukanya dari Luhan dan memandang keluar jendela.
"Begitu bencikah Kau padaku? Apakah dosaku tak mungkin termaafkan? Kau juga salah Oh Sehun! Kau juga yang membuatku seperti ini!!! Kau
... Kau menghancurkan hidupku juga...," Luhan menangis meraung sekarang.
Sehun pun tak bisa berpura-pura kuat. Ia mengatur nafasnya agar air matanya tak tumpah.
"Aku juga lelah Hunna... Kalau boleh jujur, aku tak pernah bahagia saat menjadi istrimu dulu. Baekhyun... Selalu dia... Baekhyun Baekhyun dan Baekhyun! Hanya dia yang ada di matamu! Aku tak pernah kau anggap sama sekali..."
"Bisakah kau memandangku sekarang... Bisakah kau mencintaiku dengan tulus? Bisakah kau menyebut namaku sekali saja... Oh Sehun... Aku masih mencintaimu," Luhan memeluk Sehun dari belakang. Erat sekali. Luhan tak mau melepaskannya. Sehun berusaha melepaskannya namun Luhan tak mau.
"Jankanman... Sebentar saja... Biarkan seperti ini sebentar. Aku sangat merindukan punggung ini."
"Luhan...," Sehun menyebut nama Luhan. Air matanya mengalir makin deras.
*-*
Flashback
Rumah Sakit Universitas Hankook, 2010.
Sehun memeriksa proyek pembangunan Rumah Sakit Universitas Hankook. Ini adalah proyek besar pertamanya. Biasanya ia hanya sebagai asisten arsitek namun kali ini ia menang tender dan ditunjuk sebagai arsitek utama. Direktur Rumah Sakit Hankook menemaninya meninjau langsung ke lokasi.
"Kau masih sangat muda, tampan dan berbakat." Direktur Ahn memuji Sehun.
"Ah... Tidak juga, Direktur. Aku hanya sedang belajar dan mencoba memberikan yang terbaik."
"Rendah hati sekali. Kau akan jadi arsitek yang sukses. Baiklah kalau begitu aku pergi dulu. Selamat bekerja."
"Baik, Direktur."
Sehun memandangi Direktur Ahn. Beberapa detik kemudian, Sehun merasakan ada sesuatu yang salah. Sesuatu yang bergetar. Sesuatu yang buruk. Ia memandang ke atas. Sebuah besi baja besar yang sedang diangkat oleh crane akan segera jatuh ke dasar bumi. Baja itu tidak berada tepat di atas Sehun dan Direktur Ahn. Namun, tanpa pikir panjang, Sehun berlari mendekati Direktur Ahn yang sedang berjalan dan merangkulnya. Mencoba melindunginya dan juga mrlindungi dirinya sendiri.
BRUUUK!!!!! Dalam sepersekian detik, dentuman keras terdengar. Baja besar itu jatuh dan menghancurkan tanpa ampun salah satu bagian dari bangunan itu membuat bongkahan pecahan bangunan itu bertebaran kemana-mana. Melukai orang-orang yang ada di bawahnya tanpa ampun. Darah bercucuran dimana-mana.
"Oh Sehun ssi!!! Oh Sehun ssi!!!," Direktur Ahn memangku Sehun yang berlumuran darah. Ia sudah kehilangan kesadarannya.
Semua orang segera diselamatkan.
Direktur Ahn sangat panik. Sehun terluka saat melindunginya. Ia memeriksa Sehun mencoba memberikan pertolongan pertama.
"Kepalanya terluka parah. Ini cukup dalam... Segera bawa dia ke instalasi bedah syaraf. Ppali!!!."
Darah terus mengalir dari kepala Sehun.
"Direktur, semua Dokter sedang melakukan operasi. Dan mereka masih membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikannya," seorang perawat memberitahu Direktur Ahn dengan panik.
"Ya Tuhan bagaimana ini.. Panggilkan dokter residen. Suruh mereka melakukan operasi!."
"Tapi... Direktur..."
"Ppali!!! Ini perintah"
Dalam beberapa saat, dokter-dokter residen spesialis bedah sudah berkumpul. Wajah mereka terlihat panik.
"Aku mohon pada kalian... Selamatkan pria itu."
"Tapi Direktur, kami hanyalah dokter residen. Bagaimana kalau terjadi sesuatu," ujar salah satu di antara mereka.
"Aku yang akan bertanggung jawab. Aku mohon selamatkanlah dia. Siapa dokter residen yang paling bisa diandalkan?"
Tanpa aba-aba, serentak dokter-dokter residen itu menunjuk salah satu dari mereka. Semua menunjuk orang yang sama.
"Dia dokter. Dia adalah lulusan terbaik Universitas Nasional Seoul."
"Baiklah... Kau yang akan memimpin operasi ini. Aku percayakan padamu."
"Tapi Direktur..."
"Aku mohon. Ini permintaan khususku padamu, dr. Luhan." Direktur Ahn membaca nama di jubah dokternya.
*-*
"Pasien Oh Sehun, mengalami luka sobek di kepala bagian belakang sangat dekat dengan saraf optik, akan dioperasi oleh tim dokter residen RS Universitas Hankook, dipimpin oleh dr. Luhan. Pukul 14.13 operasi dimulai."
Tiit.....
_________________________
•ㅅ•
Flashback belum berakhir ya guys 👻👻👻
YOU ARE READING
Your Name (Semi HIATUS)
Фанфикшн#Indonesian On Process 👌 Use many plots, so it'll be little confusing. Looks like a scenario of a Korean Drama. It will take much time. Casts : Park Chanyeol Byun Baekhyun (gs) Oh Sehun Luhan (gs) Kim Jongin Do Kyungsoo (gs) All EXO members. Genr...
