Kaki tegasnya berjalan menyusuri koridor tujuan utamanya adalah sebuah pintu kaca diujung sana yang nampak berkilau diterpa sinar bulan, langkah gontai dengan sebuah tas hitam berisi laporan menggantung di tangan kiri seorang kim taehyung. Berjalan malas menuju parkiran mobil yang menurutnya sangat jauh dari tempat ia berpijak sekarang
Hingga tangan kanan yang menggantung bebas tertahan oleh sebuah tangan mungil putih dengan jari lentik, tangan tersebut seolah berharap untuk menghentikan langkah tegas milik seorang kim taehyung
Taehyung tau itu genggaman siapa, ia tak ingin menoleh, ia sudah cukup lelah hari ini tolong jangan ganggu dia lagi, dia butuh istirahat
"Hyung, sudah lama tak berjumpa. Bagaimana kabarmu?"
"Hyung ayo bicara ada yang perlu kita luruskan disini"
"Tolong lepaskan, aku sudah cukup lelah hari ini, dan lagipula ada hubungan apa kita untuk bicara?"
Jungkook mematung, matanya memanas mendengar perkataan taehyung, apa sebesar itu rasa benci taehyung padanya? Tapi sungguh ia merindukan sosok bermata elang ini, ingin memeluk dan berbisik bahwa ia rindu, tapi? Taehyung bahkan tak sudi untuk menoleh padanya
"Jika kau ingin bicara tentang study mu, kau bisa hubungi yugyeom terlebih dahulu"
Tangan mungilnya terhempas, bukan lebih tepatnya taehyung menghempas tangannya, berlalu begitu saja meninggalkan sosok manis yang masih berdiri di tengah koridor. Jungkook terduduk kakinya tak kuat merasakan pijakan tanah, kata-kata taehyung menghujamnya begitu kuat
Bagaimana bisa taehyung berkata mereka tak pernah terlibat hubungan apapun? Kalah! jungkook meneteskan air matanya kembali, terduduk memandang punggung tegas yang dulu pernah merengkuhnya sekarang berjalan menjauhi dirinya
#flashback
Jungkook kecil berseragam sma memang sangat tidak cocok, lihat betapa mugilnya ia terbalut seragam tersebut, ah! Ia bahkan lebih cocok menggunakan seragam smp nya kembali
Hari yang dinantikan jungkook tiba, hari dimana ia berada di sekolah baru dengan jenjang yang lebih tinggi, hari dimana mungkin ia bisa menghabiskan waktu istirahat untuk melihat seseorang yang telah mengunci hatinya. Seorang anak lelaki berseragam sma sopa yang dulu menolongnya saat ia terjatuh dengan luka gores pada kedua lututnya
Jungkook kecil bersenandung ria sampai matanya tak sengaja melihat sekerumunan orang berkumpul dan berteriak heboh. Ia ingin tau juga, maka jungkook kecil menerobos kerumunan orang tersebut, matanya berbinar tat kala melihat seorang pria dengan surai lilac nya sedang menggiring bola basket menuju ring dan saat bola itu akan masuk ia terdorong ke tengah lapangan, menabrak pria dengan surai lilac tersebut, bola yang harusnya masuk pada ring entah jatuh kemana dan dapat dipastikan semua mata yang ada disana menampikkan rasa kecewa saat terdengar bunyi pluit yang menandakan permainan telah berakhir
"Sial, siapa kau! Argh timku kalah sialan"
Jungkook bingung bahkan saat kerah bajunya sudah terangkat pun ia tak menyadarinya, pria bersurai lilac ini adalah pria yang ia cari, mata jungkook mulai berkaca. Bukan berkaca karena ia menyesal telah membuat sebuah tim kalah, tapi ia berkaca karena telah menemukan pria yang ia tunggu selama ini
"Sudah taehyung, lihatlah dia sudah berkaca-kaca ingin menangis"
"Diam minjae! Gara gara bocah ini tim kita kalah dan tak bisa mewakili sekolah"
"Ju-- jungkook"
"Apa kau bilang? Jungkook? Namamu jungkook?"
Jungkook mengangguk ia tersipu, pipinya merona merah dan sangat cantik. Tapi tak terlihat begitu dimata taehyung. Ia masih geram, sangat geram
KAMU SEDANG MEMBACA
Kim Ssaem [Taekook]
Fiksi Penggemar"hyu- hyung" sebuah teriakan gugup diikuti sepasang onyx yang membola. Itu jelas suara jungkook. "Jangan berteriak dikelasku, diam, atau silahkan keluar" suara husky yang terkesan dingin milik pria tampan didepan sana. Mereka, dipertemukan kembali...
![Kim Ssaem [Taekook]](https://img.wattpad.com/cover/100870537-64-k750397.jpg)