19. Siapa dia?

10.2K 908 33
                                        

enjoy💜
.
.
.
.
.
taehyung masih setia berdiri didepan pintu bercat coklat dengan wajah murungnya, sudah dua jam dirinya berdiri disana tapi tetap saja si bunny mungil itu tidak mau membukakan pintu untuknya

"bunny aku mohon buka, biar aku jelaskan dulu sayang"

"hikss hikss tidak mau hyungie jahat hikss"

"sayang ayolah aku mohon ya sayang tolong dengarkan aku"

cklekk..

jungkook membuka pintu coklat tersebut memperlihatkan taehyung yang tengah berdiri dengan raut kacau juga rambut acak-acakan, jungkook total tidak tega dengan kondisi sang kekasih dan berakhir memeluk sang kekasih hangat

"maaf hyung hikss harusnya aku mendengarkanmu dulu hikss"

"tak apa bunny jadi sekarang dengarkan hyung yaa?"

jungkook mengangguk menarik sang kekasih menuju sofa disudut kamar meninggalkan sang buah hati yang tengah pulas ditempat tidurnya

"dengarkan hyung ya cantik, dia irene teman hyung di london, maafkan pesona hyungmu ini yang sangat tampan sehingga banyak wanita maupun pria yang mengejar hyung termasuk irene saya-- aww sakit sayang"

"jangan bercanda hikss hyungie"

"hyung tidak bercanda bunny, irene itu menyukai hyung saat di london dulu dan hyung tidak tau jika ia akan pulang ke korea dan mengejar hyung, sungguh"

"tapi hyung mau kan hikss dia kan hikss sangat cantik hikss"

"tidak sayang dari saat hyung meninggalkanmu di sma dulu sampai detik ini hyung hanya menyukai, menyayangi dan mencintai dirimu"

"hikss hyungiee hikss"

"cup cup ayo berhenti menangis sini hyung peluk"

malam itu taehyung tersenyum lega sembari memeluk sang kekasih, tak tau saja jika dibalik pintu seorang wanita bertolak pinggang dan menggeram juga tatapan tajam yang menelisik

---

jimin masih sibuk dengan sup aneh dihadapannya, sungguh jimin ini tak bisa memasak sama sekali, tapi dirinya tak mungkin keluar membeli sup untuk kekasih gulanya, jimin juga sudah berusaha delivery tapi tak ada menu sup untuk musim panas seperti ini dan berakhir dirinya yang berkutat lemah didapur

"astaga membuat sup rasanya seperti sedang berperang" keluhnya

"apalagi ini tambahkan lada oh shit mana lada astaga" umpatnya lagi

"kekeke sedang apa jimin? sedang sibuk?"

jimin memutar tubuhnya menghadap sumber suara manis yang selalu menggetarkan hatinya

"astaga sugarr masuk ke kamar kau masih butuh istirahat sayang"

"ung aku lapar jim dan keluar dari dapurku kau hanya merusak dapurku uh"

"haha baiklah baiklah tapi sudah tidak apa apa kan?"

jimin berjalan menghampiri sang kekasih manisnya, menyatukan kening keduanya merasakan aroma citrus segar bercampur susu juga suhu hangat dikening sang kekasih, memjamkan mata meresapi setiap momentnya

"kau masih hangat sugar, yakin ingin memasak hum?"

"aku tak apa jim, duduklah akan kubuatkan makan siang ya"

dibalas anggukan semangat jimin lalu duduk di pantry dapur, memandang pemandangan manis dihadapannya yang sedang asik berkutat bersama bahan makanan juga bumbu dapur yang ada. Sugarnya cantik sekali sungguh, apron merah bercorak yang pas ramping ditubuhnya juga dengan wajah yang sedikit memerah karena demam dan malu. Jiminnya juga tampan sekali dengan sedikit noda tepung disudut bibirnya.

Kim Ssaem [Taekook]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang