Enjoy💛
.
.
.
.
.
Jung hoseok pria ceria yang kini tengah memangku anak sahabatnya berdehem untuk berusaha mencairkan suasana yang ada, canggung juga hawa dingin terasa begitu saja sejak awal pertemuan dirinya dengan pria manis bernama minjae yang kini juga tampak kikuk dihadapannya
"Hansung kenyang samchon, ayo jajan yang lain"
"Hihi katanya kenyang tapi ingin jajan yang lain?" Ucap minjae gemas
"Uhm hansung mau jajan yang lain ahjussi, kata appa hansung kalau lagi sama hoseok samchon harus jajan yang banyak"
"Hahaha appa hansung yang bilang?"
Dibalas dengan anggukan dan gelak tawa minjae diakhir kalimat, manis sekali hoseok suka, ingin rasanya melihat senyum tersebut setiap hari seperti dulu tapi sayang saja sekarang malah rasa canggung yang terus saja terbentuk
"Ah hansung pilih saja sana nanti kembali lagi kemari ya"
"Ayeay siap samchon"
Hansung berlari menuju konter snack di restauran tersebut beralih menyibukan diri meninggalkan sepasang orang dewasa kembali dengan ke heningan
"Kapan kembali ke seoul?"
"Ah dua hari yang lalu, bagaimana kabarmu hyung?"
"Baik kok, aku senang kau kembali ke seoul"
Gumaman sebagai balasan sebelum suasana henung kembali terbentuk begitu saja, diantara keduanya masih asik menyelami beberapa kejadia masa lalu sebelum buyar karena sebuah detingan ponsel milik minjae, sebuah pesan diterima pesan yang mampu membuat minjae tersenyum hangat lalu kembali menatap hoseok dengan sendu
"Maaf hyung aku harus kembali, sampai jumpa"
"Ah tunggu minjae"
Langkah terhenti begitu saja lalu berbalik menatap sang hyung kembali
"aku merindukanmu, minjae-ah"
Tanpa balasan minjae kembali berbalik, berjalan menjauhi restaurant menyisakan hoseok yang masih mematung hingga sebuah tangan mungil menggenggamnya
"Samchon sudah? Ayo pulang" ucapnya lesu
"Oh hansung tidak mengambil apapun?"
Gelengan kepala diberikan, sebelum akhirnya hoseok menggendong sang keponakan menuju mobil yang terparkir, mengingat lagi bagaimana tadi pertemuan pertamanya bersama minjae setelah hampir dua tahun sang pria manis meninggalkannya begitu saja, pria manis yang menjadi alasan dirinya menutup pintu hati
---
-
-
Kim taehyung dosen muda yang sangat dikagumi saat ini masih setia berdiri didepan sebuah pagar berwarna putih gading yang senada, mata tajamnya tak terlepas dari wajah sang kekasih yang kini tengah mengintip dibalik tirai jendela berwarna abu-abu di kamar lantai dua, kedua matanya sembab dan lilitan selimut maroon ditubuhnya menguat, hati taehyung begitu teriris melihatnya, hanya mampu melambaikan tangan perlahan pertanda dirinya kuat disini
"Taetae hyung hiks maafkan appa sehun hiks, kookie tau hiks taetae pasti benci appa hiks"
Jungkook menutup tirai abu-abunya kala dilihat mobil taehyung mulai menjauh dari pandangannya, kembali bergumul dengan selimut kesayangan memejamkan mata bulatnya mengingat wajah sang kekasih hingga terlelap sepi
Jika jungkook terbawa sedih hinggah terlelap maka lain lagi dengan taehyung yang melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh membelah jalanan busan, berakhir menepikan mobil kesayangan pada pinggiran pantai dengan batu karang yang indah, fikiran melalang hingga kembali pada sebuah pipi bulat dengan rona merah muda juga gigi kelinci yang menyembul
KAMU SEDANG MEMBACA
Kim Ssaem [Taekook]
Fanfiction"hyu- hyung" sebuah teriakan gugup diikuti sepasang onyx yang membola. Itu jelas suara jungkook. "Jangan berteriak dikelasku, diam, atau silahkan keluar" suara husky yang terkesan dingin milik pria tampan didepan sana. Mereka, dipertemukan kembali...
![Kim Ssaem [Taekook]](https://img.wattpad.com/cover/100870537-64-k750397.jpg)