32. Siang itu

7.2K 591 21
                                        

Enjoy💞
.
.
.
.
.

Kembali lagi pada rutinitas kota seoul yang selalu ramai tiada henti, kini seorang jeon jungkook meringkuk malas disudut ruangan dengan berbagai alat musik, matanya memberat dengan rasa kantuk yang mulai membayangi, sesekali kepalanya berbenturan dengan tembok tak bersalah disebelah kirinya, materi dosen atau mungkin sang calon pendamping didepan sana dianggap membosankan dan hanya menjadi pengantar tidur jika saja sang dosen tercinta tidak berdiri dihadapannya untuk sesegera mungkin mencubit pipi tembamnya

"Jeon jungkook, sejak kapan kelasku kau gunakan untuk tidur hm?"

Jungkook hanya memutar matanya malas kala sang dosen tercinta bergidik menyuruhnya untuk mencuci muka jika masih ingin berada dikelasnya, tatapan teman sekelasnya memicing sedikit mentertawakan jungkook yang memilih meninggalkan kelas dengan gontai, taehyung mengheran kala itu melihat kekasih bunnynya hanya menuruti perkataannya

"Ya baiklah untuk yang lain mari lanjutkan perkuliahan"

Dan, hampir satu jam jungkook tak kembali, bahkan waktu mengajar taehyung sudah usai hampir dua puluh menit yang lalu namun tak ada tanda-tanda jungkook kembali, taehyung memilih untuk berjalan keruangannya sekedar melepaskan penat dan berniat menghubungi sang kekasih kalau saja ia tak melihat seonggok kelinci buntal yang sedang asik bergelung diatas sofa hitam diruangannya, taehyung hanya mendecih malas lalu menghampiri

"Kookie, bangun sayang sudah waktunya makan siang ayo bangun"

"Ungg nanti saja hyungie, kookie mengantuk"

Taehyung menghela nafas, memilih untuk duduk pada kursinya dan memesan beberapa makanan untuk makan siang hari itu, entahlah kookie rasanya lelah sekali

---
-
-

Hari ini, hari dimana seorang jung hoseok meratapi memandang sang pria manis lainnya yang masih menetap dihati, bergandengan tangan erat dengan rangkulan diakhir sesi, senyum dan tawa ceria terlepas begitu saja dari bibir mungil seorang kim minjae, sesekali mengecupi pipi seseorang disampingnya atau sesekali mengusap lelehan eskrim yang berada disudut bibir

Gangnam siang itu tak kalah ramai dengan seoul, terik panas matahari memancar dengan semangat seolah mengejek hoseok yang tengah duduk sendiri disebuah taman dengan beer sebagai teman, memperhatikan beberapa pasangan juga anak-anak yang asik bermain disana, bola matanya memanas memerah setitik kemudian air matanya turun begitu saja mengingat masa lalu

Flashback

"Hoseok hyung, lihat taehyung?" Ucapnya ragu

"Oh minjae, baru saja pergi dengan jungkook, ada apa?"

"Ish lupa lagi kan dia, padahal sudah janji mengantar ke toko buku"

Jung hoseok telak tersenyum melihat raut manis yang sudah hampir dua bulan ini disukainya dalam diam, memperhatikan bagaimana wajah tembam minjae terisi dengan rona merah juga dengusan kesal yang tak henti keluar dari bibirnya, mengulum senyum kemudian mengacak surai coklat sang sahabat dari sahabatnya ini

"Ingin kuantar? Anggap saja aku menggantikan taehyung hm?"

"Ekeke hoseok hyungg, taetae itu tak mungkin bisa terganti dia itu taetae dan kau adalah hoseok hyung"

Hoseok sedikit meringis mendengarnya, ya ia tau dengan jelas minjae begitu mengagumi taehyung, setiap detiknya minjae akan selalu mengulum senyum atau berteriak heboh saat membicarakan taehyung, sang sahabat dari kecil yang bahkan sekarang sudah memiliki tambatan hati

"Haha baiklah tidak bisa menggantikan taehyung, jadi mau ku antar?"

Dengan anggukan semangat juga tarikan pada tangan hoseok kali itu ia tau minjae tidak menolak dirinya, ataupun tidak membandingkan dirinya dengan taehyung, hari itu kala pertama jantung hoseok berdetak ribuan kali lebih cepat dan kali pertama mereka pergi berdua tanpa embel-embel taehyung sang sahabat diantara keduanya, cerita sederhana namun awal mula dimana dirinya bisa dekat dengan sang pujaan

Kim Ssaem [Taekook]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang