Enjoy💚
.
.
.
.
.
Pagi yang cerah dengan sinar mentari yang menyeruak masuk perlahan dari sisi jendela mengusik tidur seorang jeon jungkook yang masih setia mengerjap pelan, selimut putih ditarik untuk melindungi tubuh polosnya. Malam yang indah. Jeon meraba segala sisi tempat tidur namun tak menemukan sang pujaan, perlahan mengerjap menemukan sang pujaan telah rapi dengan setelan jas hitam berdasi biru langit
"Pagi hyungie, ada kelas pagi eoh?"
"Ya sayang, bisakah kau bantu aku memasang dasi, ini menyebalkan"
"Selalu seperti itu, hansung sudah berangkat?"
"Ya dia sudah berangkat tepat sebeleum dasi ini melilit paksa dileherku ish"
Jeon terkekeh ringan sebelum menarik selimut untuk dililitkan pada tubuh polosnya, berjalan menyeret karena selimut yang cukup berat untuk tubuh mungilnya. Perlahan membenarkan dasi sang pujaan, dan dibalas sebuah tangan yang mencoba membuka lilitan pada tubuhnya
"Hyungie diamlah akan susah membenarkannya nghh"
"Aku benci selimut"
"Ish selimut yang melindungi kita dari keingin tahuan hansung hyungie jangan lupakan itu"
Perlahan dasi terpasang dengan baik dan perlahan selimut putih tergeletak dilantai. Jungkook kembali melenguh sebelum badanya terangkat tak menapak lantai, kembali kekehan manis dilayangkan sembari mengecup rahang manis milik taehyung
"Jeon hukum aku sayang, aku bersalah. Maafkan aku. Hukum aku. Aku mohon cantik"
Kerjapan mata bingung terpatri sebelum pintu kamar mandi tertutup dan suara air bathup terdengar. Kekehan manja serta erangan lembut menghiasi. Sepertinya kim taehyung harus memasang dasi lainnya.
---
Jimin bergegas menuju salah satu ruangan putih terbatas jeruji. Perlahan melemparkan sesuatu untuk membangunkan sebuah gundukan yang terletak diatas tempat tidur putih
"Jaebum ah aku tau kau tidak tidur, kemari ada yang ingin taehyung sampaikan untukmu"
"Apa dia mengampuniku? Jika tidak biarkan aku tidur"
"Cih kau hanya peduli padanya? Ayolah aku ini tangan kanannya"
"Tangan kanan? Hah sial itu statusku"
Jaebum sang pelaku gundukan putih perlahan berjalan menuju jeruji yang membatasinya dengan jimin perlahan meneguk ludah saat sebuah ponsel menampilkan wajah sang tuan
"Tak perlu lakukan itu dan dengarkan aku jaebum ah" itu suara taehyung dominan dan tegas
"Ya taehyungie katakan saja"
"Hanbin menginginkanmu ini demi jungkook tak apa?"
"Berikan aku padanya taehyungie akan kubalaskan semuanya, ingat aku sudah melakukan ini pada kekasihnya"
"Kau yang terbaik jaebum ah, hoseok dan jimin akan mengurusnya. Turuti mereka dan segera bereskan semuanya. Lalu segera ke rumah. Kupastikan jinyoungmu akan bahagia"
"Aku bersyukur kau mengampuniku"
"Selesaikan dan akan kuselesaikan bagianku"
---
Yoongi terduduk dalam senyumnya, mengingat bagaimana sang ssaem memperlakukannya. Namun itu tidak bertahan lama sebelum sebuah suara menghancurkan imajinasinya
"Pagi sugarku, sudah puas berhayalnya eoh?"
"Yak park jimin sedang apa disini"
"Perintah taehyung, menyadarkanmu bahawa kau hanya milikku haha"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kim Ssaem [Taekook]
Fanfiction"hyu- hyung" sebuah teriakan gugup diikuti sepasang onyx yang membola. Itu jelas suara jungkook. "Jangan berteriak dikelasku, diam, atau silahkan keluar" suara husky yang terkesan dingin milik pria tampan didepan sana. Mereka, dipertemukan kembali...
![Kim Ssaem [Taekook]](https://img.wattpad.com/cover/100870537-64-k750397.jpg)