Enjoy💜
.
.
.
.
.
Jungkook pria manis bergigi kelinci kembali mengetukan sepatu olahraganya ditambah dengan helaan nafas berat dan lenguhan panjang. Saat ini dirinya sedang berdiri menunggu sang kekasih diparkiran kampus layaknya patung penjaga parkiran yang sudah berdiri hampir satu setengah jam, tubuhnya disenderkan pada bilah pintu mobil taehyung dan sesekali mengecek ponselnya untuk memastikan dimana kekasihnya saat ini
Dilain tempat terdapat seorang pria lainnya dengan balutan jas yang sudah tampak lusuh duduk diruang rapat dengan gelisah, dalam hati mengucap sumpah serapah dan kata-kata kotor pada dekan yang mengadakan rapat tiba-tiba, astaga apa ia tidak tau bahwa kelinci montoknya itu pasti sedang merengut kesal
sudah hampir dua jam taehyung duduk diruang rapat dengan kegelisahannya, tanpa fikir panjang dirinya mengintrupsi sang dekan dengan tidak elitnya
"err maaf permisi pak bolehkah saya ijin meninggalkan ruang rapat, saya ada acara penting yang tidak bisa ditunda"
"astaga kim ssaem acara apa yang penting selain peningkatan mutu fakultas kita hah?"
"maaf pak sungguh kali ini saya tidak peduli jika harus dipecat, tapi saya benar-benar ada acara penting, maaf sekali lagi saya pamit" taehyung membungkuk sebagai ucapan salam dan segera berlari menuju parkiran kampus menghampiri sang kekasih
wajah jungkook terlihat masam sekalipun sang kekasih sudah berada disampingnya, terlihat berantakan, ngos-ngosan dan juga hum sexy. Jungkook menggelengkan kepalanya untuk membuang segala fikiran mesumnya yak kali ini ia harus marah, taehyung terlambat dua jam tanpa menghubunginya bagaimana jungkook bisa luluh hanya karena taehyung yang terlihat begitu lusuh siang itu
" kau kemana saja sih hyung, aku mati kutu menunggumu, dan lagi dimana ponselmu hah? kau buang"
taehyung tak membalas ucapan jungkook dan kembali mengatur nafasnya yang tidak beraturan, sungguh jarak ruang rapat ke parkiran itu hampir satu kilometer dan ia pergi dengan berlari seperti orang sedang dikerja hutang, ish jungkook ini tidak peka sekali
"kalau diajak bicara itu jawab hyung jangan diam saja?! jadi tidak sih? aku kan malu pada noona kalau terlambat begini ish?!"
lagi tak ada jawaban, taehyungnya masih sibuk mengatur nafas. Sebelum yang lebih manis mendengus dan beranjak meninggalkan parkiran. Baru dua langkah tangannya dicekal dan tubuhnya dibalik hingga limbung dalam pelukan taehyung juga dihadiahi ciuman lembut sarat akan kasih sayang disela nafas taehyung yang masih tidak beraturan
"maaf sayang aku terlambat"
"hikss hikss aku benci kau hyung benci sekali hikss"
"astaga kookie jangan menangis oke? maafkan aku tadi ada rapat dadakan sayang"
"hikss aku menunggumu disini hikss kufikir kau berubah fikiran dan membatalkan janji kita hikss"
"astaga mana mungkin aku tidak akan melakukan itu, sekarang kita berangkat ne? sebelum jennie noona semakin menunggu hmm?"
dibalas anggukan pelan dan sedikit sisa isakan disana, jungkook memasuki mobil taehyung, duduk dengan manis sesekali mengusap sisa airmaatanya. Ya ampun taehyung gemas sekali melihatnya jungkook dengan hidung bangir dan pipi bulat yang sedang memerah juga bibir merekah yang setia mengerucut
---
Seokjin bergumam malas melihat sang kekasih yang daritadi memilih pakaian untuk acara pernikahannya, sungguh seokjin gemas ingin mengumpat karena daritadi namjoon mencoba pakaian yang hampir sama dan mengatakan semuanya tak ada yang cocok dengan wajah sedihnya yang membuat seokjin kembali memutar malas matanya
KAMU SEDANG MEMBACA
Kim Ssaem [Taekook]
Fiksi Penggemar"hyu- hyung" sebuah teriakan gugup diikuti sepasang onyx yang membola. Itu jelas suara jungkook. "Jangan berteriak dikelasku, diam, atau silahkan keluar" suara husky yang terkesan dingin milik pria tampan didepan sana. Mereka, dipertemukan kembali...
![Kim Ssaem [Taekook]](https://img.wattpad.com/cover/100870537-64-k750397.jpg)