Enjoy💜
.
.
.
.
.
jungkook merengut manja dengan bulir air mata yang menetes, masih apik duduk dipangkuan sang kekasih dengan tangan sang kekasih menenangkannya, menepuk pelan punggungnya sesekali mengusap air matanya juga memberikan kecupan pada kening sang kekasih
"hikss hikss setelah hari itu hikss hyungie kemana?"
taehyung gemas tanpa sadar mengigit pipi gembil sang kekasih, sedikit melumat dan mengkoyak sebelum ringisan dan pukulan manja mengenai bahunya
"hiks jawab hyungie hikss jangan makan pipiku hikss" yatuhan kalau boleh taehyug ingin mengigit lagii
"baiklah sayang sekarang aku yang cerita hmm" dibalas anggukan antusias sang kookie
--flashback--
taehyung saat muda itu bebal, anak nakal preman sekolah yang sayangnya murid kesayangan guru dengan segala prestasi non akademiknya. well nilai akademiknya juga tidak buruk sih terbilang bagus malah cukuplah untuk bersaing dengan sang sahabat park jimin yang pandai dan selalu mendapat nomor satu, kalau begitu taehyung bisa dikatakan cerdas karena ia selalu menyusul park jimin di nomor dua
taehyung yang dulu itu labil, lebih percaya apa yang dilihat dibanding yang didengar. Setelah kejadian hari itu dimana jungkooknya nyaris kehilangan hal berharganya ditangan hanbin, taehyung memutuskan pergi. Menghilang tanpa jejak, memberikan tanda tanya disetiap fikiran orang yang mengenalnya
sore itu dengan emosi dan air mata yang mengalir, taehyung mengendarai motornya dengan hanya berbalut seragam tim basketnya, menjalankan motornya tak tau arah selama beberapa jam dan berhenti disebuah mansion yang cukup mewah
"eomma, taehyung pulang"
"taehyung?"
sang ibu berlari kedepan rumah dan menyambut anaknya yang terlihat kacau, dirinya tau ini bukan saat yang tepat untuk menanyai sang anak, hingga ia hanya memeluk sang anak yang tengah menangis rapuh
"hiks eomma taehyung akan mengikuti saran appa"
baekhyun selaku sang eomma hanya melihat anaknya dengan pandangan sendu, mengusap air mata di pipi sang anak kesayangan sebelum berucap pilu
"baiklah eomma akan bilang pada appa, sekarang istirahatlah dulu biar eomma siapkan makan siang ya"
taehyung mengangguk sebagai jawaban, dengan langkah gontai dirinya berjalan menaiki tangga untuk menuju kamar lamanya. Kamar yang ia tinggalkan dua tahun lalu karena tidak ingin mengikuti kemauan sang ayah, taehyung menyerah dan kembali kalah oleh sang appa
selang seminggu dari kedatangan taehyung ke rumahnya di daegu, walau tampak layu dan tak bersemangat, kim taehyung bergelayut manja pada lengan sang eomma menghiraukan kekehan gemas sang appa dan dengusan malas sang adik karena ingin mengusal juga pada lengan ibunya
"astaga taehyung kau sudah besar dan akan berangkat ke london, tapi masih bertigkah seperti bayi ish"
"biar saja eomma, nanti kangen loh taehyungkan lama disana"
baekhyun hanya tersenyum sebelum pada akhirnya nomor penerbangan london diumumkan, taehyung beranjak memeluk dan mencium kedua orang tuanya tak lupa mengusal gemas pada rambut bambam sang adik sebelum melangkah memasuki pintu bandara, menghilang dibalik pintu untuk waktu yang belum ditentukan
selama meninggalkan jungkook diseoul, taehyungnya membenahi diri semakin menjadi anak teladan untuk segera menyelesaikan study yang sangat diinginkan sang appa
masalah jungkook? jangan ditanya, taehyung rindu, sangat rinduu. Namun setiap mengingat jungkooknya kenangan di atap sekolah itu selalu ikut terputar, dan taehyung tak suka
KAMU SEDANG MEMBACA
Kim Ssaem [Taekook]
Fanfiction"hyu- hyung" sebuah teriakan gugup diikuti sepasang onyx yang membola. Itu jelas suara jungkook. "Jangan berteriak dikelasku, diam, atau silahkan keluar" suara husky yang terkesan dingin milik pria tampan didepan sana. Mereka, dipertemukan kembali...
![Kim Ssaem [Taekook]](https://img.wattpad.com/cover/100870537-64-k750397.jpg)