Tak terasa kurang dari dua minggu lagi, sam dan Dara akan menikah. Biarpun dalam masa Pingit, keduanya masih saling bertukar informasi atau sekedar random chat saja.
Keduanya saling membatasi dengan tidak saling bertemu atau bertelpinan selama dua minggu terakhir. Ya , stelah bunda Sam berbicara tentabg pingitan, mereka berdua sepakat untuk saling tidak bertemu satau vertelpin sampai acara akad nikah. Yah, walau masih mecuri curi kesempatan untuk ber chatting atau saling berpandangan saat keduanya fitting baju pernikahan.
Ya, mereka se Cheesy itu.
Mungkin ketika orang lain melihat, mereka berdua adalah sepasang calon mempelai yang sedang dimabuk cinta. Mereka tak meyadari bagaimana badai hampir meporak porakan hubungan mereka beberapa bulan lalu.
Sam yang mulai membuka hatinya, malah mulai menyukai Dara pun bertingkah seperti remaja yang baru pacaran, dengan mencuri pandang kepada dara saat mereka sedang melakukan fitting baju pernikahan mereka. Bunda sam dan mama Dara yang menemani para anaknya itu hanya dapat geleng geleng kepala melihat tinggah anaknya yang bagai remaja tanggung baru pacaran.
Sedangkan dara sendiri mengaggap dirinya adalah calon mempelai yang paling bahagia. Setelah banyak hal yang dilalui oleh wanita itu, ini adalah hadiah paling indah yang di dapatkannya. Mungkin belum semua hingga dia benar benar menjadi milik dan memiliki Sam seutuhnya. Tinggal menunggu hitungan hari.
Namun hari ini acara pingita Sam dan dara harus di pending dulu.
Paman bungsu Sam, Reza Sastrojaya mengundang mereka ke acara pertunangan anaknya, yakni Angga yang selisih 2 tahun saja dari Sam. Orangtua Dara yang memang sedang di jakarta pun turut di undang. Oleh karena itu dapat dipastika. sam dan Dara akan bertemu di acara om nya itu.
Malahan Sam menawarkan untuk berangkat bersama dua keluarga itu. Keluarga Sam dan Keluarga Dara, sehingga Sam pun menjemput keluarga dara terlebih dahulu dan membawanya ke rumah Sam.
Sam yang berdiri di samping mobilnya yang terparkir di lobby apartemen dara tercengan melihat tunangannya yang cantik berjalan kearahnya yang di dampingi oleh kedua orangtuanya.
Dara mengenakan gaun warna ungu yang pas dan membentuk badan dara yang indah membuat Sam tak lengkang melepaskan pandangannya dari sosok dara. Dara yang merasa dilihat dengan intens oleh sam pun tersipu malu. Dehaman ayah Dara lah yabg membuat pasangan itu tersadar dari aksi saling terpesona itu untuk kembali ke dunia nyata.
Setelah sampai di kediaman Reza Sastrojaya, paman Sam, kedua keluarga itu pun langsung di sambut hangat oleh para keluarga lain yang sudah datang terlebih dahulu.
Sejujurnya, untuk acara ini Sam hanya tahu kalau Angga sepupunya lah yang akan bertunangan namun dengan siapa ia tak tahu. Bahkan mungkin bunda dan ayahnya juga tak tahu siapa calon tunangan sepupunya itu.
Di sampingnya, tunangan cantiknya setia menemani sam kemanapun sam pergi. Baik menyapa para saudaranya, ataupun seperti saat ini, berdiri di pojok sambil mengedarkan pandangan ke sekitarnya.
"Sam..." Ucap dara yang membuat perhatian sam langsung tertuju pada dirinya seorang.
"Ya. Kenapa sayang?" Ucap sam sambil tersenyum jahil. Namun pipi dara tetap merona mendengan ucaoan 'sayang' itu. Dara pun langsubg menyubit lengan keras sam untuk menyarkan rasa malunya dan membuat sam terkekeh melihat tingkah konyol tunangannya itu.
"Kamu kenapa sweetheart? Laper?" Ucap sam lembut sambil menggengam tangan dara. Dara langsubg mendongakan wajahnya menatap sam kaget, namun langsung meunduk dan tersenyum malu sambil menyembunyika. Wajahnya di lengan sam.
"Hem. Nggak. Nggak apa apa. Ini angga tunangan sama siapa Sam?" Tabya dara, masih menggenggam lengan sam.
"Nggak tahu. Mungkin dari relasi bisnis SG, entahlah" ucap sam sekadarnya. Namun setelah beberapa saat sam merasakan lengan dara yang di genggamannya terasa kaku. Sam langsubg menundukan pandangannya kearah tunangannya untuk mencari tahu. Ia melihat wajah tuangannya pias, agak pucat dan sedang memandang sesuatu.
Sam menggenggam tangan Dara untuk menyadarkannya. Dara langsung menatao sam dan langsung mebunduk seperti menyembunyikan sesuatu yang membuat sam oenasaran melihat tingkah tunangannya yabg tiba tiba aneh.
"Yang. Ada apa? Kamu sakit?" Tanya Sam. Dara pun menggeleng dan enggan menjawab. Sam yang melihat itu labgsung menarik oelan lengan dara dan mengahadapkannya kearahnya. Dara terlihat kaget dan langsubg mendongak melihat wajah sam yang terlihat oenasaran.
"Ada apa? Coba cerita. Kita sudah memulai ini dan aku mau kamu jujur. Yah bisa di mulai dengan kenapa kamu saat inu" ucap sam sabar. Sam melihat dara menggigit ujung bibirnya dan masih menunduk. Sam denga. Sabar mengelus lengan terbuka dara untuk mengirimkan tanda bahwa ada Sam disamping dara saat ini. Dan akhirnya dara dengan ragu menatap mata Sam
"Emm..." Ucap dara dengan ragu. Sam masih setia menatap dara agar tunangannyaa mau berbagi kepadanya.
"Emm.. aku melihat ada orangtua rafel tadi" ucap dara akhirnya walau masih meunduk. Ia tidak mau melihat ekspresi kesakitan sam lagi dan membuat hatinya kembali sakit. Ia merasa lengan sam di lengannya kaku namun dengan cepat langsung menggenggam tangan dara.
Dara kaget melihat tanganbya di genggam langsung melihat wajah sam yabg ternyata masih melihatnya.
Dara melihat sam tersenyum samar padanya. Ia dapat melihat keteguhab Sam untuk tetap terus melihatnya, walau ia tahu bahwa sam sedikit berbeda ketimbang beberapa saat lalu.
"Terus yang? Disini aku berusaha menjadi diriku yang baru dan mencoba hanya melihatmu. Mungkin masih ada rasa aneh itu, tapi aku akan berusaha. Dan kamu tetap bantu aku kan yang?" Ucap sam sambil memandang dara dengan yakin. Darapun tersenyum Samar dan mengaggukkan wajahnya tanda setuju. Darapun menggenggam balik tangan Sam. Menyalurkan segala kekuatannya untuk sam. Sam sudah berusaha untuknya, dan hal kecil ini tak akan menyakitinya lagi. Semoga.
Beberapa saat kemudian, paman Sam, Reza Sastrojaya mencari oerhatian dengan suara gelas yabg berdenting, menandakan bahwa acara inti akan segera dimulai.
Dara dan Sam pun oerlahan mendekat ke arah kerumunan orang itu. Diaitulah sam dapat melihat dengan jelas wajah ayah Rafel berdiri disamping pamannya. Di samping pamannya juga terlihat angga dengan Setelan batik coklatnya berdiri gagah menjulang sama seperti tingginya. Rambu Angga yang biasanya agak panjang dengan jenggot yang tak kalah lebat semuanya mengilang dengan tatanan rambut cepak dan dagu bersih yang menegaskan rahang kokoh sepupunya itu.
Tetiba mata angga menatap mata Sam. Angga tersenyu. samar dan mengagguk pada sam entah seperti tahu makna itu, Sam pun mengagguk. Dara yang berada di sebelah Sam masih setia menggenggam tangan sam.
Tak lama kemudian dari arah tangga di belakang kerumunan, turun lah seseorang yang sangat tidak asing bagi Sam, Dara maupun para keluarga Sastrojaya. Seorang gadis yang dulu menarik perhatian para keluarga, oma sam maupun orang tua Sam dengan senyum cerianya dan pipi tembamnya.
Gadis itu turun dengan mengenakan kebaya creme dan kain batik sama dengan motif kemeja batik yang Angga pakai. Di samping gadis itu ada Mama Angga dan mama Gadis itu, menuntun dengan anggun gadis itu kearah Angga.
Gadis itu, Kirana Rafelin Agatha, mantan tunangan Sam ataupun Sahabat Dara, sedang berdiri di samping Angga, sepupu Sam sambil tersenyum manis. Antara angga dan Rafel saling berinteraksi sedikit dan sama sama tersenyum.
Membuat sam Kembali mengetatkan genggamannya pada Dara, dan dara melakukan hal itu juga pada Sam tanda bahwa Dara akan selalu ada untuk Sam seberapa rapuhnya laki laki itu sekarang.
***
Tbc

KAMU SEDANG MEMBACA
Destination
Romance(PRIVAT ACAK) Apa yang lebih menyakitkan dari cinta yang bertepuk sebelah tangan? Apalagi Dengan lelaki yang super sempurna namun gagal move on? Double jleb!! Ikuti Kisah Andara, gadis cantik yang jatuh cinta pada Pria Sempura namun gagal move o...