20

5.8K 299 5
                                        

Citra  duduk sambil menikmati  alunan musik. Acara  pertunangan  Marco  dan  Fy  sangat  mewah dan dia  masih  dalam  pikiran bingung.

"Apa  mungkin  Angela  benar-benar  teman  Marco?? Sudahlah ini  bukan urusanku, yang  jelas  aku  harus mendekati  kak  Stefany  supaya  dia  mau  memakai  desainku  untuk  pernikahannya. Bukankah itu  awal  yang  baik  bagi  karir sebagai  desainer?" lalu  Citra  mulai  mendekati  Fy  yang  sedang, mengobrol  dengan  Fania.

"Hai  kak  Stefany??"

"Akh  iya  hai, kamu??"

"Citra, teman  sekelas  Marco  dan  Dzefin."

"Oh  iya, kamu  di  undang Marco??"

"Iya  dia  mengundangku."

"Selamat  ya  atas  pertunangannya."

"Iya  sama-sama." Fy  hanya  tersenyum dan  tatapan  dia  tertuju  pada  Dzefin  yang  sedang  duduk  dengan  Angela.
"Dzefin  ternyata  lebih  dulu  menikah." ucap  Citra.
"Hmm, iya  dia  menemukan  cintanya  di  Negara  orang." mendengar  jawaban  Fy, Citra  hanya  mengangguk. Entah  kenapa niatan  dia  ingin  menawarkan diri  untuk  menjadi desainer  untuk  gaun  pernikahan  Fy  menjadi  berubah  menjadi  rasa  penasaran  dengan  hubungan  mereka.

"Maaf  sebelumnya  kak, Angela  itu  siapa??"

"Kenapa kamu  bertanya  seperti  itu??"

"Hmm  aku hanya bertanya saja  kak."

"Aku  tidak  terlalu  tau, yang  aku  tau  dia  adalah  teman  semasa  kuliahnya. Mereka  saling  mencintai dan  menikah."

"Teman  Dzefin?? Aku  kira  teman  Marco??"

"Teman Marco  apanya?? Memangnya Marco satu kampus  dengan mereka? Bahkan  Marco  dan  Angela baru  bertemu  seminggu  yang  lalu. Mereka  tidak  kenal  sama  sekali." mendengar  jawaban Fy  membuat  Citra  kehabisan  kata-kata.

"Sepertinya aku harus gabung kesana,  Citra mau ikut???"

"Akh tidak kak,  aku mau nikmati musiknya terlebih dahulu."

Lalu Fy mengangguk dan tersenyum dan pergi mendekati Dafi yang berkumpul dengan Nino,  Fania dan Anjani.

"Ini benar-benar aneh,  sepertinya aku harus pulang." ucap Citra.

~~~~

Stefany Pov

Cincin cantik tersemat manis di jari manis kiri ku.
Statusku menjadi tunangan seorang Abraham Marco.
"Cieeee yang udah tunangan???" Lyra langsung duduk disamping meja kerjaku.
"Sudahlah Ra,  kamu jangan menggodaku."

"Iya deh,  tapi serius kamu cepet banget jarak dari tunangan ke pernikahan cuma 2 bulan." aku sebenarnya kurang setuju tapi keluarga Marco ingin cepat-cepat karena mereka jarang ada di Indonesia.

"Mau gimana lagi Ra???  Mereka maunya gitu,  udahlah lebih cepat lebih baik. Menghindari hal-hal yang negatif"

"bener juga,  nanti kaya Angela tau-tau udah 5 bulan aja."

"Hush,  kamu itu kalau kedengeran sama Dzefin gimana???"

"Bodo amat, emang itu faktanya kok." aku hanya menggelengkan kepala dengan sikap Lyra
"Aku memang mendengarnya." aku dan Lyra langsung terkejut, karena Dzefin sudah ada di ruangan.
"Oh Dzefin,  aku tidak bermaksud untuk-"

"Sudahlah Lyra,  Fy bisa kita bicara sebentar??  Aku ada perlu denganmu tentang kerja sama dengan Syazwan corp."

"Akh iya,  aku akan menyusul." jawabku.
"Oke,  aku tunggu." lalu dia pergi dari ruanganku meninggalkan aku dan Lyra.
"Wow,  kenapa aku mendadak seperti orang yang kejam karena menceritakan orang lain dibelakang." Lyra merasa gugup.
"Itu sih,  kan sudah aku peringatkan masih aja ngeyel. Sudah,  aku mau ke ruangan Dzefin. Tolong kamu selesaikan perkejaanmu dan nanti berikan padaku."

Dating Delayed (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang