Citra duduk sambil menikmati alunan musik. Acara pertunangan Marco dan Fy sangat mewah dan dia masih dalam pikiran bingung.
"Apa mungkin Angela benar-benar teman Marco?? Sudahlah ini bukan urusanku, yang jelas aku harus mendekati kak Stefany supaya dia mau memakai desainku untuk pernikahannya. Bukankah itu awal yang baik bagi karir sebagai desainer?" lalu Citra mulai mendekati Fy yang sedang, mengobrol dengan Fania.
"Hai kak Stefany??"
"Akh iya hai, kamu??"
"Citra, teman sekelas Marco dan Dzefin."
"Oh iya, kamu di undang Marco??"
"Iya dia mengundangku."
"Selamat ya atas pertunangannya."
"Iya sama-sama." Fy hanya tersenyum dan tatapan dia tertuju pada Dzefin yang sedang duduk dengan Angela.
"Dzefin ternyata lebih dulu menikah." ucap Citra.
"Hmm, iya dia menemukan cintanya di Negara orang." mendengar jawaban Fy, Citra hanya mengangguk. Entah kenapa niatan dia ingin menawarkan diri untuk menjadi desainer untuk gaun pernikahan Fy menjadi berubah menjadi rasa penasaran dengan hubungan mereka.
"Maaf sebelumnya kak, Angela itu siapa??"
"Kenapa kamu bertanya seperti itu??"
"Hmm aku hanya bertanya saja kak."
"Aku tidak terlalu tau, yang aku tau dia adalah teman semasa kuliahnya. Mereka saling mencintai dan menikah."
"Teman Dzefin?? Aku kira teman Marco??"
"Teman Marco apanya?? Memangnya Marco satu kampus dengan mereka? Bahkan Marco dan Angela baru bertemu seminggu yang lalu. Mereka tidak kenal sama sekali." mendengar jawaban Fy membuat Citra kehabisan kata-kata.
"Sepertinya aku harus gabung kesana, Citra mau ikut???"
"Akh tidak kak, aku mau nikmati musiknya terlebih dahulu."
Lalu Fy mengangguk dan tersenyum dan pergi mendekati Dafi yang berkumpul dengan Nino, Fania dan Anjani.
"Ini benar-benar aneh, sepertinya aku harus pulang." ucap Citra.
~~~~
Stefany Pov
Cincin cantik tersemat manis di jari manis kiri ku.
Statusku menjadi tunangan seorang Abraham Marco.
"Cieeee yang udah tunangan???" Lyra langsung duduk disamping meja kerjaku.
"Sudahlah Ra, kamu jangan menggodaku."
"Iya deh, tapi serius kamu cepet banget jarak dari tunangan ke pernikahan cuma 2 bulan." aku sebenarnya kurang setuju tapi keluarga Marco ingin cepat-cepat karena mereka jarang ada di Indonesia.
"Mau gimana lagi Ra??? Mereka maunya gitu, udahlah lebih cepat lebih baik. Menghindari hal-hal yang negatif"
"bener juga, nanti kaya Angela tau-tau udah 5 bulan aja."
"Hush, kamu itu kalau kedengeran sama Dzefin gimana???"
"Bodo amat, emang itu faktanya kok." aku hanya menggelengkan kepala dengan sikap Lyra
"Aku memang mendengarnya." aku dan Lyra langsung terkejut, karena Dzefin sudah ada di ruangan.
"Oh Dzefin, aku tidak bermaksud untuk-"
"Sudahlah Lyra, Fy bisa kita bicara sebentar?? Aku ada perlu denganmu tentang kerja sama dengan Syazwan corp."
"Akh iya, aku akan menyusul." jawabku.
"Oke, aku tunggu." lalu dia pergi dari ruanganku meninggalkan aku dan Lyra.
"Wow, kenapa aku mendadak seperti orang yang kejam karena menceritakan orang lain dibelakang." Lyra merasa gugup.
"Itu sih, kan sudah aku peringatkan masih aja ngeyel. Sudah, aku mau ke ruangan Dzefin. Tolong kamu selesaikan perkejaanmu dan nanti berikan padaku."
KAMU SEDANG MEMBACA
Dating Delayed (COMPLETED)
RomanceSedang Revisi. [Sequel from Believe Me] Menunggumu adalah yang aku lakukan karena kamu berjanji akan kembali. Memang kamu kembali tapi kenapa kamu membawa seorang yang kamu sebut sebagai istri. Kenapa??? Copyright©2017 by ParkMincreung
