25

9.9K 369 13
                                        

Angela dalam ruangan operasi dia masih setengah sadar. Lalu seorang suster masuk hendak membantu proses operasi.
"Jadi siapa yang dipilih?" tanya dokter.
"Mereka memilih untuk menyelamatkan ibunya." jawab suster
"Baiklah,  kita mulai. Apa obatnya sudah bereaksi?"

"Sebentar lagi dok."

Dengan sisa kesadaran, Angela berusaha ingin bicara dengan dokter.
"Dok,  selamatkan bayiku."

"Tapi suami anda??"

"Aku mohon selamatkan bayiku, aku ingin bayiku hidup. Hanya aku yang berhak menentukan siapa yang harus hidup." lalu kesadaran Angela mulai hilang karena obat biusnya sudah bereaksi.

"Jadi bagaimana dokter??"

"Kita penuhi keinginan ibunya." Lalu operasi dimulai.

~~~~

"Angela,  Angela." lalu Angela mencari seseorang yang memanggil namanya.
"Dimana ini??  Apa yang terjadi padaku?"

"Angela?" lalu Angela menoleh.

"Jeremi??"
Lalu Jeremi tersenyum sambil mengulurkan tangannya.
"Ayo sini duduk." Angela terdiam tapi dia mengikuti langkah Jeremi duduk di sebuah kursi.
"Angela,  berhentilah." ucap Jeremi menginteruksi.
"Apa maksudmu??"

"Biarkan Dzefin dan Stefany bahagia. Berhentilah menyakiti dirimu dan orang lain." airmata Angela mengalir begitu saja. Entah apa yang dia rasakan saat ini bertemu dengan Jeremi.

"Apa aku jahat???" tanya  Angela, lalu Jeremi tersenyum sambil membelai rambut Angela.
"Kamu tidak jahat,  hanya kamu egois. Keegoisan mu itu membuat beberapa orang tersakiti."

"Siapa saja??"

"Aku,  Stefany,  dan Dzefin." kini Angela semakin terisak.
"Aku minta maaf,  andai aku tidak pernah mendengarkan Marco. Aku menyesal Jeremi,  sungguh." lalu  Jeremi menghapus airmata dari pipi Angela.
"Maka dari itu,  biarkan Stefany dan Dzefin hidup bahagia. Jangan lagi jadi benteng antara dia. Janganlah kamu ulangi kesalahan mu,  belajarlah menerima dan mengikhlaskan." kini Angela tersenyum.
"Baiklah, aku akan melakukannya."

Senyum terukir dibibir Jeremi.
"Biarkan anak kita yang bersama mereka. Semoga anak kita bisa memperbaiki kesalahan kita dibawah pengasuhan mereka. Aku memberi kesempatan buat kamu minta maaf pada mereka,  dan menitipkan anak kita."

"Iya Jeremi."

Lalu Jeremi memeluk Angela dengan penuh kasih sayang.
+++++++++

"Jadi siapa yang dipilih?" tanya dokter.
"Mereka memilih untuk menyelamatkan ibunya." jawab suster.

"Angela, aku harap  kali  ini  kamu  bisa  memperbaiki kesalahanmu."

=============LAST===========

Dzefin Pov

Aku bersyukur karena Angela dan bayinya selamat. Mungkin benar,  aku harus menerima kenyataan takdirku adalah Angela.
"Pak Dzefin  dan  bu  Steany, kalian bisa bertemu pasien." aku dan Fy langsung masuk kedalam ruang inap Angela.

Dia tersenyum sambil duduk sambil menggendong bayi kita.
"Dzefin, bukankah bayi yang baru lahir harus di adzani???"
Aku langsung mengangguk dan menggendong bayi cantik ini.
"Dia sangat lucu, Angela bola matanya mirip denganmu. Tapi wajahnya mirip siapa??" tanya  Fy  sambil  menyentuh pipi  lembut  bayi  cantik ini.

"Jeremi, wajahnya mirip Jeremi ayahnya." ucap Angela dan aku menyetujuinya.
Lalu aku mulai mengadzani bayi yang sekarang menjadi anggota baru dalam keluargaku dan tentunya menjadi tanggung jawabku.

Dating Delayed (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang