"I thought you were (y/n), so I gave you these things." Jelas Michael didepan teras dengan memegang kipas angin portabel milikku dan juga sapu tangan yang hilang di Jogja beberapa waktu lalu.
Ya, jadi barang yang waktu aku titipkan ke Michael dan hilang akhirnya ada lagi. Michael ternyata salah memberikan bukan kepadaku tetapi kepada orang yang kemarin sore berada di villa secara tiba-tiba.
Ya, yang di Jogja waktu itu dan yang kemarin sore itu adalah mamaku.
"Because you guys looks alike, but you are older." Ucap Michael hati-hati, sedangkan mama hanya tertawa.
Sudah lama aku tidak mendengar tawanya. Jangankan tawanya, suaranya dalam berkata sepatah dua patah kata pun jarang.
"But now, you know me right, Michael?" Tanya mama yang membuat Michael menggaruk tengkuk kepalanya. "Of course, Tante Shianty." Balas Michael malu-malu. Shianty adalah nama depan mama ku, jika ada yang hendak ingin tahu.
"So, it's the first time you guys reunited again?" Tanya Ashton dengan hati-hati, mama hanya melihat kearahku dengan sedih, lagi. Mama pun mengangguk dn menciumi punggung tanganku.
Mama semalam sudah minta maaf dengan apa yang sudah ia lakukan selama ini, aku pun juga meminta maaf. Bisa dibilang ia tidak mengabaikanku sepenuhnya, ia ternyata masih menghubungi Nenek dengan diam-diam. Mama pikir, aku membenci dirinya akibat ia berpisah dengan Papa. Namun, Nenek tidak memberitahu mama jika aku dan Nenek serta kawan-kawan ku akan berlibur ke Tawangmangu ini.
"So, how long have you guys been here?" Tanya mama yang sedang bertanya-tanya kepada kami semua, duduk melingkar layaknya ditengah ada api unggun.
"A week and a half, I guess." Ujar Calum yang lagi memakan kerupuk, "bro, you don't get tired with that kerupuk?" Ucap Luke yang sudah muak melihat Calum selalu makan kerupuk.
"No, it's a food, and I won't get tired to eat food."
Kami pun bersama-sama bertukar cerita, tetapi setengahnya adalah cerita aku dan mama dulu. Sedikit flashbacks dan melepas rindu. Mengingatkan kembali memori memori yang sudah berserekkan dan terpecah-pecah. Sekarang, memori itu kembali menyatu dengan seiring kata demi kata yang dilontarkan.
Aku sangat merindukan sosok wanita yang sedang duduk disebalahku. Terutama suaranya yang lembut, dan aku sekarang merindukan suaranya saat marah. Sudah begitu lama, aku tidak kena marah olehnya. Aneh memang, tapi aku memang merindukannya.
"Ma, can you get mad at me?" Tanyaku yang tiba-tiba mengatakan itu. "For what? And of what?" Tanya Mama balik dengan bingung.
"I miss your tone voice when you got angry." Kataku dengan senyum-senyum yang membuat semua orang tersenyum juga
"I can't, (y/n), theres nothing to get mad about." Jawabmya dengan mengelus pucuk kepalaku dengan lembut.
"Uh, sometimes my mom was mad at me even when I have done nothing," ucap Michael, "and also at little things. I missed her now." Kata Michael yang juga merindukan ibunya. Sudah satu setengah minggu ia berada jauh dari jangkauan ibunya beribu-ribu kilometer jauhnya.
"Go facetime her." Kata Luke mengingatkan Michael, "I almost everyday, facetiming with my mom." Ucap Luke yang memang benar apa adanya. Ia selalu menyempatkan dirinya mengabari ibunya bagaimana keadaannya dan menanyakkan bagaimana keadaan rumah.
Tak terasa setelah kita berbincang-bincang panjang lebar, Arjuna datang dengan membawa beberapa raket bulu tangkis dan beberapa kok. Arjuna yang melihat Mama, langsung mencium tangan Mama dan bertukar sapa.
"Aduh, Arjuna ya? Udah besar seperti (y/n) ya." Ucap Mama sembari menjabat hangat tangan Arjuna. "Iya tante, kan saya makan terus." Balas Arjuna dengan senyumannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi or Hey // 5SOS
Fanfiction"Hey guys." "Hi." "Is it hi or hey?" There will be a lots of shits and a lots of...us? Written in English and Bahasa Written by curhood [WARNING⚠: THIS STORY CONTAINS OF MATURE LANGUANGE, SWEARING AND MATURE STUFFS. READ AT YOUR OWN RISK]
