9

129K 8.5K 108
                                        

Buk Astrid masuk ke ruangan Azzura sedangkan Rayhan duduk di ruang tunggu

Pikirannya kacau sehingga ia tak tau harus berekspresi seperti apa

Apakah ia harus senang? Seharusnya karena ia akan menjadi seorang ayah

Atau sedih? Iya juga karena ia akan punya anak dari orang yang tidak pernah di cintai

Saat sedang dalam lamunannya, tiba tiba ada yang menepuk pundak Rayhan

"Ya ampun mas, untung aku ga jantungan" ujar Rayhan sambil mengelus dadanya

"Kamu ngapain di sini?" Tanya mas Ryan

"Mama?" Ucap Ryan saat melihat mamanya keluar dari ruangan lalu menyalim tangan mamanya

"Eh? mamas" ucap Buk Astrid lalu mengelus kepala Ryan saat menyaliminya

"Kok pagi pagi ada disini ma? Azzura mana?" Ryan celingak celinguk mencari istri dari adiknya itu

"Ada di dalam baru siuman" ucap buk Astrid dengan nada kesal sambil melirik kearah Rayhan

"Loh Azzura kenapa?" Tanya Ryan panik

"Tanya sama adek kamu ini" ucap buk Astrid dengan nada ketus dan membuat Ryan mengernyit bingung sambil melihat kepergin ibunya

Setelah itu Ryan langsung melihat kearah Rayhan yang kini sedang memijat pangkal hidungnya

"Jelasin" ujar Ryan dan Rayhanpun menceritakannya termasuk tentang kehamilan Azzura

Ryan ikut senang atas kehamilan Azzura.

"Tapi mas, kok dia ga morningsickness atau ngidam gitu ya?" Tanya Rayhan akhirnya

"Hahahaha kamu ini, harusnya kamu peka. Gejala itu kamu yang alami" ucapan Ryan membuat Rayhan berpikir

"Emang bisa gitu ya? Kan yang hamil dia" ujar Rayhan

"Kamu minta rujak, Azzura pergi kamu sakit,tengah malem kepingin nasi goreng, abis itu muntah" Tanpa sadar Rayhan mengangguk

"Itu karena ikatan ayah sama calon bayi kuat" ucap Ryan menjelaskan

"Oh gitu ya" Rayhan menggaruk pelipisnya tanda dia masih kurang paham

"Nanti mas tolong ke rumah ya periksa Azzura" pinta Rayhan

"Iya iya. Kalau gitu aku mau ke ruanganku dulu ya." Ryan pamit menuju ruangannya

sedangkan Rayhan sedang menimbang nimbang apakah ia harus masuk ke dalam atau tidak

Tiba tiba buk Astrid datang membawa dua kotak bubur ayam di tanganya

"Kamu ini bener bener ya han" buk Astrid menatap sengit anak bungsunya sedangkan yang di tatap mengernyit bingung

Kali ini apa lagi? Begitulah kiranya batin Rayhan

"Masuk!!" Perintah buk Astrid

"Rayhan tunggu di sini aja ma" tolak Rayhan

"Masuk dan kamu yang harus ngasih tau Azz tentang kehamilannya" Rayhan menatap buk Astrid dengan tatapan WTF

"Masuk!! " Rayhanpun tak bisa menolaknya lagi

Dan hal pertama yang lihat adalah Azzura yang terbaring dan ibunya yang sedang menyiapkan bubur tadi

"Azzura, bangun sebentar sayang. Makan dulu" buk Astrid membangunkan Azzura sedangkan Rayhan sudah duduk di sofa besar yang berada di ruangan itu dan masih memperhatikan Azzura

"Engh" gumam Azzura "eh? Ibuk" ucap Azzura saat terbangun lalu segera duduk di bantu buk Astrid

"Makan dulu ya" ujar buk Astrid keibuan yang diangguki oleh Azzura

"Loh cuman dua ma? Buat Rayhan enggak ada?" Tanya Rayhan saat ibunya meletakkan makanan untuk Azzura di nampan

"Ini kamu satu berdua sama Azz" Rayhan melotot kearah mamanya

"Ya udah kalau gitu Rayhan beli makan sendiri aja di luar" Namun saat Rayhan akan keluar buk Astrid mengatakan sesuatu yang membuat Rayhan mematung di ambang pintu dan Azzura kebingungan

"Eh? Kamu itu sekarang harus jadi suami siaga!!"ucap buk Astrid
"Minggir minggir ngalangin pintu kamu"Lalu buk Astrid keluar dari ruangan itu sambil membawa bubur ayamnya keluar ruangan

Setelah buk Astrid keluar atsmofer ruangan menjadi sangat sangat awkward

"Mas makan aja sarapannya. Aku belum lapar kok" Azzura meletakkan nampannya di atas nakas

Rayhan mengambil bubur yang terletak di nakas dan duduk di atas ranjang tepatnya berada disamping Azzura

Azzura yang berada sangat dekat dengan Rayhan menahan nafasnya karena gugup

"Kamu bisa bunuh anak saya kalau kamu tahan nafas begitu" ucap Rayhan spontan sambil mengaduk aduk bubur ayam itu

Eh? Hahaha akhirnya gua ga perlu repot repot cari kata kata buat bilang kalau nih bocah hamil

Rayhan tertawa dalam hati

"Hah? Anak? Anaknya mas?" Tanya Azzura sambil mengusap usap tengkuknya dan menggigit bibir bawahnya

Sebenarnya Azzura sudah punya ekspetasi, namun ia ingin mendengarnya langsung agar lebih jelas

"Iya. Anak. Kamu. Hamil" ucap Rayhan kata perkata tanpa memandang Azzura dan lebih fokus dengan mengaduk bubur yang sudah mulai encer

Azzura tak henti hentinya mengucap syukur

Azzura sangat bahagia karena ia akan menjadi seorang ibu dengan bonus penyakitnya juga akan sembuh

Ia berlinang air mata bahagia, saking bahagianya tanpa sadar ia memeluk Rayhan dengan erat

Rayhan yang mendapat pelukan tiba tiba sempat membeku beberapa saat sebelum akhirnya ia berhenti mengaduk buburnya

Rayhan memang tak membalas pelukan itu namun hatinya sungguh menghangat karenanya

Hingga tak sadar ia tersenyum

*****
Hiks aku terharu
Wkwkwk
Mas Rayhan ku sayang 😘

AZZURA [REPOST]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang