29

114K 6.8K 257
                                        

"Ra?" Ethan menatap Azzura serius, sedangkan Rayhan dan Ryan melihat Ethan tak kala serius

"Sebenernya,  gua bukan orang jawa jadi plis stop panggil gua mas" ujar Ethan polos dan membuat Rayhan menoyor kepala Ethan

"Yeeeu gua pikir ngapain" ujar Rayhan kesal sedangkan Azzura hanya geleng geleng kepala heran

"Hahahah, gua di suruuh nyokap lu buat ngejemput" ucap Ethan

"Ya udah ayok" ucap Rayhan membantu Azzura berdiri dari duduknya

Azzura sedikit meringis karena kepalanya berdenyut

"Gendong aja han" usul Ryan

"Gak usah aku bisa jalan kok" Azzura kemudian menguatkan dirinya untuk berjalan mendahului ketiga pria tersebut

Detik berikutnya Azzura terpikik kaget karena Rayhan menyentaknya kedalam gendonganya

"Iih mas,turunin!!" Azzura terus saja meronta dan sesekali memukul dada Rayhan

Ethan yang meihat itu hanya tersenyum dan melirik Ryan

"Jangan lirik gua begitu than, gua ngeri"ucap Ryan sambil mengendikan bahu lalu Ryan meninggalkan Ethan

"Yeeeeu gua masih doyan cewek kali" teriak Ethan pada Ryan

"Mas ih turuniiin, aku bisa berdiri kalau di lift" ucap Azzura saat mereka sedang di dalam lift

Rayhan tak menjawab perkataan Azzura. Azzura yang tidak mendapat jawabanpun melingkarkan tanganya di leher Rayhan san menelusupkan kepalanya di dada Rayhan

Rayhan melihat Azzura yang mengerucutkan bibirnya kesal, Rayhan tersenyum tipis karenanya

*****

Kini Rayhan sedang berada di dalam kamar bersama Azzura

"Kamu minum obatnya" ujar Rayhan, Azzura langsung saja meminum obatnya itu

Ia tidak mau kejadian minum obat beberapa waktu lalu terjadi lagi dan itu membuatnya tidak ada muka di depan Rayhan

Rayhan yang melihat itu tertawa kecil

"Padahal saya harap kamu makan obatnya lama. Biar saya suapin obatnya kayak yang waktu itu" ujar Rayhan menggoda Azzura

"Ish" Azzura menimpuk Rayhan dengan bantal karena mengingatkan kejadian itu

"Hahha udah, kamu istirahat. Saya ada kerjaan" lalu Rayhanpun berjalan keluar kamar menuju ruang kerjanya

Di ruang kerja, Rayhan langsung membuka laptopnya dan memeriksa e-mail masuk

Rayhan membaca kemudian membalas e-mail itu satu persatu

Setelah selesai Rayhan meregangkan ototnya lalu ia melihat jam, ternyata hampir 3 jam ia berada di ruang kerjanya itu

Rayhanpun berniat untuk keluar dari ruangannya itu, namun kegiatannya terhenti saat ponselnya bergetar

"Ya ngapa than?"

"Lu udah baca e-mail dari PT jaya Abadi han?"

" udah" jawab Rayhan singkat, lalu ia memijat pangkal hidungnya

"Oh ya udah kalau gitu, gua cuman pengen ngasih tau lu doang. Gua pikir lu masih ngurusin Azzura"

"Ooh ya udah"

"Besok gua jemput jam 8"

"Mm than? Kalau gua ga pergi lu yang gantiin bisa gak?" Kini Rayhan menyandarkan tubuhnya di kursi yang ia duduki dengan satu tangan bersidekap dan satu lagi memegang ponsel

"Duh, gua bukannya ga mau ya han. Tapi ini proyek besar. Gua ga akan bisa ngehandle sendiri"

Rayhan mengangguk mengerti

"Ya udah besok gua tunggu di rumah"

"Yap"

Sambunganpun terputus, Rayhan segera bangkit dan menuju kamarnya untuk melihat Azzura

Rayhan membuka pintu kamarnya perlahan, dan mengintip kedalam

"Kuat ya tidurnya" ucap Rayhan pada dirinya sendiri. Setelah itu Rayhan kembali menutup pintunya dan menuruni tangga

"Azzuranya masih tidur?" Tanya buk Astrid saat ia melihat Rayhan turun sambil menyingsingkan lengan bajunya

"Iya masih ma" lalu Rayhanpun  ikut duduk di sebelah ibunya yang sedang menonton TV

"Ma? Besok aku harus ke Batam sama Ethan. Ada proyek baru disana" ucap Rayhan sambil memakan cemilan yang berada di atas meja

"Ya udah, terus?"

"Azzura gimana?" Tanya Rayhan

"Ya di sinilah han sama mama" ujar buk Astrid

"Ooh gitu ya, yaudah deh ma" ucap Rayhan kikuk

Buk Astrid menatap Rayhan aneh

"Ekhm kayaknya ada yang mulai ga bisa jauh jauh nih" ujar buk Astrid sambil mengotak atik remot TV

"Ah mama tau aja" ucap Rayhan dan di balas tawa oleh buk Astrid

Syukurlah han kalau kamu udah terima Azzura. Memang itu seharusnya -bathin buk Astrid

Saat sedang dalam obrolan Rayhan melihat kebelakang dan mendapati Azzura yang sedang berjalan menuju dapur sambil menguncir rambutnya

"Bentar ya ma" ucap Rayhan lalu ia meninggalkan buk Astrid dan berjalan menuju dapur

Di dapur ia melihat Azzura sedang menunggu air mendidih

Lalu Rayhan memeluk Azzura dari belakang, Azzura terjengit kaget

"Mas!!" Azzura berusaha untuk menghindari pelukan Rayhan yang semakin erat

Rayhan mencium pipi samping Azzura

"Ngapain?" Tanya Rayhan lalu ia melepaskan pelukannya

"Masak air" jawab Azzura

"Biar mateng" ucap Rayhan dengan tawa garingnya

"Apaan sih mas? Garing banget" ujar Azzura pada Rayhan sambil ikut tertawa karena lelucon garing Rayhan

"Udah sholat ashar?" Tanya Rayhan dan di gelengi oleh Azzura

"Belum mas, aku tidurnya kuat banget" lalu Azzura mengangkat dan menuangkan air panas ke dalam cangkir yang sudah berisi teh dan gula

Setelah itu Azzura duduk di salah satu kursi meja makan

"Ya udah abisin dulu teh nya, abis itu ke atas sholat jama'ah" ucap Rayhan menyandarkan badannya di meja

Azzura menghentikan aktifitas menyeruput tehnya

Azzura menatap Rayhan dengan senyuman yang dikulumnya

"Kamu kenapa?" Tanya Rayhan di sertai senyuman

"Gak papa, aku seneng aja mas udah mulai sholat lagi" Azzura kembali menyeruput tehnya

Rayhan mengacak rambut Azzura gemas

"Cepet abisin, biar cepet sholat juga" Azzura melakukannya

Lalu merekapun melaksanakan sholat Ashar berjamaah

Selesai sholat Azzura menyalami tangan Rayhan dan merekapun berdoa

Setelah itu Azzura melipat mukenah dan sajadah

"Ra? Han? Ada tamu tuh di bawah" Terdengar suara buk Astrid sambil mengetuk pintu kamar Rayhan

Rayhan yang pertama kali turun ke bawah dan menemui tamu tersebut di susul Azzura

*****
Gantung😄
.
Mau bikin grup gak?
Grup WA bukan line
.
Kalau banyak yang komen mau,  update selanjutnya gua kasih nomer hpnya mas Rayhan 😃
Hahah

AZZURA [REPOST]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang