53

89K 5.6K 72
                                        

"Buk, ini dagingnya mau diapain?" Tanya Azzura sambil meletakan plastik berisi daging qurban

"Enaknya diapain ya Azz?" Buk Astrid kembali bertanya

"Nyate aja ma, ajak mas Ryan sama mbak Laras juga kesini" ucap Rayhan tiba tiba sambil memeluk Azzura dari belakang

"Mas malu sama ibuk" ujar Azzura mencoba melepaskan pelukan Rayhan

Rayhanpun mencium pipi Azzura sekilas sebelum melepaskan pelukannya

"Ih Azzura masih aja malu malu" ucap buk Astrid menoel dagu Azzura

Rayhan tertawa melihat Azzura yang blushing dan mendapat tatapan tajam dari Azzura

"Kamu kabarin Ryan ya han" ucap buk Astrid

"Iya ntar sore aja"

Azzura membantu buk Astrid membersihkan daging setelah itu merekapun memasak beberapa makanan untuk makan siang

Selesainya Azzura merasa capek dan berjalan menuju kamar untuk mengistirahatkan tubuhnya

Azzura masuk dan duduk di tepi ranjang

"Capek ya" ucap Rayhan saat ia memasuki kamar sesaat setelah Azzura

"Gak juga sih mas, kenapa?"

"Gak kok. oh iya nih buat kamu" Azzura mengernyit dan mengambil kantong kresek yang diberikan oleh Rayhan

"Ini apa?" Tanya Azzura sebelum membuka kantong tersebut

"Daster, saya liat bagus bagus ya udah saya beli" Rayhanpun ikut duduk di sebelah Azzura

"Banyak banget" ucap Azzura saat mengeluarkan Daster yang dibelikan oleh Rayhan

"Hehe, saya bingung mau beliin berapa" jawab Rayhan lalu Rayhan menggerakkan kepalanya kekanan dan kekiri

"Capek ya mas?" Tanya Azzura karena melihat Rayhan yang memang kelelahan karena mengerjakan pekerjaannya

"Lumayan" jawab Rayhan sambil mengusap tengkuknya

Azzura meletakkan daster yang semulanya ia pangku ke sofa

"Sini aku pijitin" Rayhan menoleh karena merasa aneh namun juga senang akan sikap Azzura yang mulai terang terangan menunjukan perhatiannya

"Boleh, di kerok juga boleh. tapi kamu gak capek kan?"

"Enggak kok"

Rayhan membuka bajunya dan membuat Azzura salah tingkah. Untung saja Rayhan tak melihatnya

Lalu Azzurapun naik keatas kasur dan berdiri dengan lututnya di belakang Rayhan dengan begitu perut Azzura mengenai punggung Rayhan

Rayhan menahan nafasnya sesaat, ketika perut Azzura yang masih terbalut baju menyentuh punggungnya

Azzura mengambil minyak angin dan menyapukannya ke seluruh punggung Rayhan, setelah itu iapun mulai memijat punggung Rayhan

Sesekali terdengar sendawa Azzura

"Kok kamu yang sendawa sih ra?" Tanya Rayhan

"Emang begitu mas, yang mijitin yang sendawa" jelas Azzura pada Rayhan yang kini sedang menutup mulutnya karena menguap

"Pijitan kamu enak loh ra" ujar Rayhan yang kini menunduk karena Azzura memijit tengkuknya

Azzura hanya tertawa pelan menanggapi pernyataan Rayhan

"Saya bukain rumah pijat mau ra?" Tanya Rayhan

"Rumah pijat?" Rayhan mengangguk

"Rumah pijat mpok Azzura" jawab Rayhan dan tertawa.

"Ih masa mpok sih" ucap Azzura sambil memukul pelan punggung Rayhan

"Hahaha"

"Tapi mas beneran mau bikinin rumah pijat. Berarti aku jadi tukang pijit dong??" Tanya Azzura

"Hahaha kamu ini kayak ga kenal saya aja, pijitan kamu ini cuman saya yang boleh ngerasain"

"Anak kita?"

"Boleh lah boleh lah" merekapun tertawa bersama

"Ra kamu gendutan loh" ucap Rayhan menghentikan tawa Azzura

"Masa iya?" Tanya Azzura dengan nada tak percaya

Meskipun Azzura tidak terlalu memperdulikan fashionnya tapi mau bagaimanapun juga ia sudah bersuami

Setau Azzura, istri harus memperhatikan penampilannya untuk suami

"Iya, gendut" Lalu Rayhan menggembungkan pipinya

"Kayak boboho" lanjut Rayhan membuat Azzura mengrucutkan bibirnya kesal

Sedetik kemudian, Rayhan dan Azzura terdiam

Rayhan menoleh kebelakangnya dan menatap Azzura dengan berbinar begitu juga Azzura

"Anak ayah nendang?" Ucap Rayhan sambil memegang perut Azzura

Azzura mengangguk

"Iya dia nendang" ujar Azzura dengan senyuman sumringah begitupula Rayhan

Rasanya, Rasa capek yang di rasakan Rayhan hilang seketika

"Ayo dong sayang, nendang lagi" ucap Rayhan yang terus memegang perut Azzura namun sang jabang bayi tak juga menendang kembali

"Ngambek kali ya?" Tanya Rayhan tepat di wajah Azzur
Azzura menahan napasnya

Rayhan menciumi bau badannya

"Saya bau?" Tanya Rayhan sedikit mengernyitkan hidungnya

"Enggak kok"

"Terus kenapa kamu nahan nafas?" Rayhan kembali memajukan wajahnya hingga jarak antara wajah Azzura dan Rayhan hanya sejengkal

Azzura meneguk ludahnya

Rayhan yang melihat kegugupan Azzurapun semaki mendekatkan wajahnya, Azzura memalingkan matanya keseluruh penjuru ruangan

"Fuuuah" Rayhan meniup wajah Azzura dan membuat Azzura terkejut

Azzurapun memukul lengan Rayhan kesal dan membuat mereka tertawa

"Iseng banget" ucap Azzura

"Kan saya isengnya cuman sama kamu ra"

Lalu Azzurapun turun dari ranjang, namun pergerakannya terhenti saat ia merasakan anaknya kembali menendang

"Mas dia nendang lagi" ucap Azzura membuat Rayhan sedikit merangkak menuju Azzura yang berada di sisi lain ranjang

Rayhan meletakan tangannya di perut Azzura, namun tidak ada tendangan yang diinginkan oleh Rayhan

Padahal Rayhan sangat ingin merasakannya lagi

"Gak ada!!" Ucap Rayhan sedikit merajuk

"Tapi aku ga bohong" ujar Azzura yang merasa tertuduh karena nada bicara Rayhan tadi

"Yang bilang kamu bohong siapa?"

"Auk ah, mas ngeselin!!" Lalu Azzura melanjutkan aktifitasnya turun dari ranjang dan meninggalkan Rayhan sendiri di kamar

"Yah salah lagi" ucap Rayhan, lalu merebahkan tubuhnya di kasur

*****
Hehehe baru update 😆😆✌
.
Wattpadnya eror kayaknya deh, kmren udh bikin hilang, bikin lgi hilang lagi. Kan BT 😡
.
So sorry ya cumaan 1
.
Ini juga mengundur waktu Ending wkwkwk supaya kita makin lama sama Azzura (alasan)

AZZURA [REPOST]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang