48

89.8K 5.4K 43
                                        

"Kalian kenapa?" Tanya buk Astrid heran karena melihat Azzura dengan matanya yang sembab dan Rayhan dengan hidungnya yang mampet dan memerah

"Gak apa apa kok ma"
"Gak apa apa kok buk"

Ujar Rayhan dan Azzura bersamaan

"Haha kalian lucu banget siiih serentak serentak gitu ngomongnya" ujar buk Astrid gemas

"Makan dulu yuk Azz" ucap buk Astrid mengajak Azzura

"Kamu ga ngantor han?" Tanya buk Astrid karena melihat Rayhan yang masih memakai kaos singlet dan celana training

"Agak siangan ntar ma" lalu Rayhan menguap

"Ooh, Azzura juga masuk siang kuliahnya?" Kini buk Astrid bertanya pada Azzura yang sedang menyiapkan sarapan

"Jam 9 buk" ucap Azzura menjawab pertanyaan buk Astrid

"Kamu beneran gak apa apa sayang? Mata kamu bengkak gitu, merah lagi" ujar buk Astrid sambil mengelus kepala Azzura

"Iya buk, aku gak apa apa" ucap Azzura

"Niih, sarapannya kan udah siap. Mama mau ke rumah mas Ryan dulu. Katanya Laras muntah muntah terus"

"Perlu aku antarin ma?" Tawar Rayhan

"Enggak usah, mama udah pesan taxi online tadi. Kamu disini aja jagain Azzura" ucap buk Astrid tak dijawab oleh Rayhan maupun Azzura

"Mama pergi ya, Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam" jawab keduanya

Sekarang, Rayhan dan Azzura sedang makan di meja makan yang sama dalam diam

Selesai makan, Rayhan membuatkan susu untuk Azzura. Tanpa kata apapun Rayhan meletakkan susu tersebut di sebelah tangan kanan Azzura

Azzura menatap susu itu, matanya kembali memanas karena perhatian Rayhan yang tak pernah hilang

Rayhan segera menuju kamar dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya

Saat Rayhan akan masuk kedalam kamar mandi, terdengar bunyi notifikasi line dari ponsel Azzura

Rayhanpun melihat ponsel Azzura yang kini menyala dan menampilkan pop up dari sang pengirim

Dimas.A.p
Assalamualaikum ra, gua hari ini berangkat ke Belanda

Dimas.A.p
Sorry ya buat beberapa hari yang lalu
Gua ga tau

Dimas.A.p
Sampein maaf gua sama bang Rayhan juga

Dimas.A.p
See you, gua selalu doain lu ra

R

ahang Rayhan mengeras, hatinya masih memansa jika Azzura berhubungan dengan lelaki selain dirinya

Meskipun lisannya berkata ikhlas jika Azzura meminta pisah, namun hatinya tidak bisa berbohong

Hatinya bertolak belakang dengan lisannya

Rayhan mengurungkan niatnya untuk mandi dan mengambil kunci mobilnya

Azzura melihat Rayhan turun dari tangga dengan tergesa gesa

Azzura terus memperhatikan Rayhan yang berjalan menuju keluar dari rumah dan menghempaskan pintu saat sudah berada di luar rumah

Azzura terjengit kaget

"Astaghfirullah" ucap Azzura terkejut. Azzura menutup matanya

AZZURA [REPOST]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang