"Lu makan apa?" Tanya Roni pada Dimas
"Samain aja" Dimas masih kepikiran dengan ekspresi wajah laki laki yang ia temui tadi
Mengapa laki laki itu sangat dingin ketika menatapnya? Dan Azzura seperti takut saat laki laki tadi menyuruhnya masuk hanya dengan tatapan
"Serem juga ya abangnya Azzura" ujar Roni yang sudah selesai memesan makanan
Dimas mengendikkan bahunya seperti tidak peduli
"Eleh, sok sokan ga peduli padahal mah yang dipikiran lu daritadi Azzura kan?" Ucap Roni
"Tapi asli ya, gua lebih serem liat abangnya Azzura pada elu" lanjut Roni
Flashback on
"Itu kak, yang cat krem" ucap Azzura memberitahu Roni yang menyetir
Sesampainya di depan gerbang, sudah ada Rayhan yang duduk di teras
Rayhan yang melihat itu segera berdiri dan memasukan satu tangannya kedalam saku celana
Azzura yang melihat itu meneguk ludahnya, ia tau ini Rayhan pasti marah
Dimas membuka kaca mobilnya saat Azzura turun dari mobilnya
Dengan itu, baik Dimas maupun Rayhan bisa saling menatap dengan jelas
"Makasih ya kak" ucap Azzura disertai senyuman
"Iya" ucap Dimas
"Iya sama sama" ujar Roni lalu Roni berteriak pada Rayhan
"Pulang ya bang!" Teriak Roni, dan sedikit mengklakcson.
Rayhan mengangguk tanpa merubah Ekspresinya
Azzurapun membuka gerbang, dan berjalan menuju Rayhan
Dimas terus memperhatikan Azzura yang tengah menyalimi Rayhan
Tampak Rayhan menyuruh Azzura masuk dengan tatapannya
Flashback off
"Udahlah, dipikirin amat" ucap Roni karena melihat Dimas yang menatap lurus dengan pandangan yang kosong
Dimas dan Roni makan dalam diam, setelah itu Dimaspun mengantar Roni pulang
*****
"Darimana kamu?!" Tanya Rayhan sambil menutup pintu saat Azzura baru memasuki rumah
"Aku tadi dihukum karena telat, terus temen temenku ga bolehin aku dihukum. Akhirnya hukuman aku nemenin kakak yang tadi buat beli perlengkapan buat ospek terakhir" jelas Azzura sambil menunduk
Rayhan berjalan ke kamar dan menyuruh Azzura mengikutinya dan Azzurapun mengikutinya
Rayhan menutup pintu kamar saat Azzura sudah masuk
"Duduk!" Rayhan menyuruh Azzura duduk di sofa sedangkan Rayhan duduk di kasur
"Kenapa bisa telat?" Tanya Rayhan lagi
Dan Azzurapun menceritakannya secara detail
"Kemana?!" Tanya Rayhan dingin lalu pandangannya beralih pada plastik yang dipegang Azzura
"Ke GI" ujar Azzura pelan, mungkin hanya terdengar seperti cicitan saja
Rayhan bangkit dari duduknya dan duduk disebelah Azzura yang kini masih menunduk
Rayhan kemudian mengambil dagu Azzura dan mengangkatnya
Setelah itu Rayhan membuka pentul di jilbab Azzura dan melepas jilbab Azzura, Azzura hanya diam
Terdengar hembusan nafas dari Rayhan
Setelah itu Rayhan memeluk Azzura, detak jantungnya tak teratur
"Saya khawatir" ucap Rayhan pelan, Azzura tersenyum dan membalas pelukan Rayhan
Rayhan melepas pelukannya, mengusap kepala dan menyelipkan rambut Azzura yang terurai
Kembali Rayhan mengambil nafas
"Saya khawatir ra!" Rayhan menangkup pipi Azzura
Azzura langsung memeluk Rayhan erat
"Maafin aku mas, aku janji ga akan bikin mas khawatir lagi" ucap Azzura meletakkan kepalanya di dada Rayhan
Azzura dapat mendengar detak jantung Rayhan yang sangat cepat
"Iyaa, itu apa?" Tanya Rayhan melihat plastik tadi
Azzura melepas pelukannya dan menyelipkan rambutnya lalu mengambil plastik yang berada di dekat tasnya
"Baju" ucap Azzura lalu memperlihatkannya pada Rayhan
Rayhan tersenyum, lalu mengambil baju tersebut
"Bagus bajunya" komentar Rayhan, Azzura tersenyum menanggapinya
"Sekarang kamu mandi" ucap Rayhan dan Azzurapun mengangguk
Sebenarnya Rayhan ingin sekali bertanya tentang lelaki tadi, tapi Rayhan tidak ingin membuat Azzura banyak pikiran. Itu akan berdampak pada janinnya
Ia tidak mau mengambil resiko, lebih baik ia menahan pertanyaanya untuk saat ini
*****
"Dimas!!" Suara barithon menginterupsi Dimas saat akan berjalan kekamarnya
"Kenapa pa?" Tanya Dimas dan berbalik menatap pria paruh baya yang sedang duduk di sofa
"Apa keputusan kamu?" Tanya pak Tama pada anak bungsunya itu
"Dimas tetep ga akan kuliah di luar pa" ujar Dimas lalu langsung melanjutkan jalannya
Pak Tama menghebuskan nafas kasar, sudah sekian kalinya dia meminta putra bungsunya itu untuk ikut dengannya tinggal di negeri Sakura
Tapi Dimas tetap tidak mau dibujuk. Alasannya cuman satu, rumah ini adalah satu satunya tempat Dimas bisa mengenang ibunya dan Dimas tidak mau jauh jauh dari makam ibunya
Dimas masuk kedalam kamarnya yang berwarna hitam dan abu abu. Dikamar Dimas hanya ada sebuah cermin lumayan besar di sebelah kanan ranjang, lemari berukuran sedang dan satu meja belajar
Dimas menghempaskan tubuhnya di ranjangnya dan menjadikan tangannya sebagai bantal
Tiba tiba pikirannya melayang pada seseorang yang dua hari ini tak pernah absen di pikirannya
Dimas tersenyum, bukan senyuman yang tipis seperti biasa
Senyuman yang sudah lama hilang itu kembali lagi
Dimas semakin tersenyum saat menutup matanya dan merasakan kehadiran gadis itu
Senyumannya, kekehannya, tawanya yang anggun. Dimas sudah jatuh hati
"Azzura" ucapnya pelan lalu ia kembali tersenyum
Di sisi lain, Azzura dan Rayhan kini tengah sholat maghrib berjama'ah
*****
Jangan marahin gua 😆😆
.
Dimasss, sama gua aja yuk 😗
KAMU SEDANG MEMBACA
AZZURA [REPOST]
Cinta"Artinya saya ga bisa hamil dok?" Tanya seorang gadis yang masih memakai seragam SMA nya -Azzura malik Apa apaan ini? Di jodohkan dengan mendadak dengan seorang bocah? Sedangkan dengan Wanita yang sudah dewasa saja aku akan pikir berulang ulang. -Ra...
![AZZURA [REPOST]](https://img.wattpad.com/cover/115743217-64-k631096.jpg)