41

90.7K 5.7K 67
                                        

"Lu makan apa?" Tanya Roni pada Dimas

"Samain aja" Dimas masih kepikiran dengan ekspresi wajah laki laki yang ia temui tadi

Mengapa laki laki itu sangat dingin ketika menatapnya? Dan Azzura seperti takut saat laki laki tadi menyuruhnya masuk hanya dengan tatapan

"Serem juga ya abangnya Azzura" ujar Roni yang sudah selesai memesan makanan

Dimas mengendikkan bahunya seperti tidak peduli

"Eleh, sok sokan ga peduli padahal mah yang dipikiran lu daritadi Azzura kan?" Ucap Roni

"Tapi asli ya, gua lebih serem liat abangnya Azzura pada elu" lanjut Roni

Flashback on

"Itu kak, yang cat krem" ucap Azzura memberitahu Roni yang menyetir

Sesampainya di depan gerbang, sudah ada Rayhan yang duduk di teras

Rayhan yang melihat itu segera berdiri dan memasukan satu tangannya kedalam saku celana

Azzura yang melihat itu meneguk ludahnya, ia tau ini Rayhan pasti marah

Dimas membuka kaca mobilnya saat Azzura turun dari mobilnya

Dengan itu, baik Dimas maupun Rayhan bisa saling menatap dengan jelas

"Makasih ya kak" ucap Azzura disertai senyuman

"Iya" ucap Dimas

"Iya sama sama" ujar Roni lalu Roni berteriak pada Rayhan

"Pulang ya bang!" Teriak Roni, dan sedikit mengklakcson.

Rayhan mengangguk tanpa merubah Ekspresinya

Azzurapun membuka gerbang, dan berjalan menuju Rayhan

Dimas terus memperhatikan Azzura yang tengah menyalimi Rayhan

Tampak Rayhan menyuruh Azzura masuk dengan tatapannya

Flashback off

"Udahlah, dipikirin amat" ucap Roni karena melihat Dimas yang menatap lurus dengan pandangan yang kosong

Dimas dan Roni makan dalam diam, setelah itu Dimaspun mengantar Roni pulang

*****
"Darimana kamu?!" Tanya Rayhan sambil menutup pintu saat Azzura baru memasuki rumah

"Aku tadi dihukum karena telat, terus temen temenku ga bolehin aku dihukum. Akhirnya hukuman aku nemenin kakak yang tadi buat beli perlengkapan buat ospek terakhir" jelas Azzura sambil menunduk

Rayhan berjalan ke kamar dan menyuruh Azzura mengikutinya dan Azzurapun mengikutinya

Rayhan menutup pintu kamar saat Azzura sudah masuk

"Duduk!" Rayhan menyuruh Azzura duduk di sofa sedangkan Rayhan duduk di kasur

"Kenapa bisa telat?" Tanya Rayhan lagi

Dan Azzurapun menceritakannya secara detail

"Kemana?!" Tanya Rayhan dingin lalu pandangannya beralih pada plastik yang dipegang Azzura

"Ke GI" ujar Azzura pelan, mungkin hanya terdengar seperti cicitan saja

Rayhan bangkit dari duduknya dan duduk disebelah Azzura yang kini masih menunduk

Rayhan kemudian mengambil dagu Azzura dan mengangkatnya

Setelah itu Rayhan membuka pentul di jilbab Azzura dan melepas jilbab Azzura, Azzura hanya diam

Terdengar hembusan nafas dari Rayhan

Setelah itu Rayhan memeluk Azzura, detak jantungnya tak teratur

"Saya khawatir" ucap Rayhan pelan, Azzura tersenyum dan membalas pelukan Rayhan

Rayhan melepas pelukannya, mengusap kepala dan menyelipkan rambut Azzura yang terurai

Kembali Rayhan mengambil nafas

"Saya khawatir ra!" Rayhan menangkup pipi Azzura

Azzura langsung memeluk Rayhan erat

"Maafin aku mas, aku janji ga akan bikin mas khawatir lagi" ucap Azzura meletakkan kepalanya di dada Rayhan

Azzura dapat mendengar detak jantung Rayhan yang sangat cepat

"Iyaa, itu apa?" Tanya Rayhan melihat plastik tadi

Azzura melepas pelukannya dan menyelipkan rambutnya lalu mengambil plastik yang berada di dekat tasnya

"Baju" ucap Azzura lalu memperlihatkannya pada Rayhan

Rayhan tersenyum, lalu mengambil baju tersebut

"Bagus bajunya" komentar Rayhan, Azzura tersenyum menanggapinya

"Sekarang kamu mandi" ucap Rayhan dan Azzurapun mengangguk

Sebenarnya Rayhan ingin sekali bertanya tentang lelaki tadi, tapi Rayhan tidak ingin membuat Azzura banyak pikiran. Itu akan berdampak pada janinnya

Ia tidak mau mengambil resiko, lebih baik ia menahan pertanyaanya untuk saat ini

*****
"Dimas!!" Suara barithon menginterupsi Dimas saat akan berjalan kekamarnya

"Kenapa pa?" Tanya Dimas dan berbalik menatap pria paruh baya yang sedang duduk di sofa

"Apa keputusan kamu?" Tanya pak Tama pada anak bungsunya itu

"Dimas tetep ga akan kuliah di luar pa" ujar Dimas lalu langsung melanjutkan jalannya

Pak Tama menghebuskan nafas kasar, sudah sekian kalinya dia meminta putra bungsunya itu untuk ikut dengannya tinggal di negeri Sakura

Tapi Dimas tetap tidak mau dibujuk. Alasannya cuman satu, rumah ini adalah satu satunya tempat Dimas bisa mengenang ibunya dan Dimas tidak mau jauh jauh dari makam ibunya

Dimas masuk kedalam kamarnya yang berwarna hitam dan abu abu. Dikamar Dimas hanya ada sebuah cermin lumayan besar di sebelah kanan ranjang, lemari berukuran sedang dan satu meja belajar

Dimas menghempaskan tubuhnya di ranjangnya dan menjadikan tangannya sebagai bantal

Tiba tiba pikirannya melayang pada seseorang yang dua hari ini tak pernah absen di pikirannya

Dimas tersenyum, bukan senyuman yang tipis seperti biasa

Senyuman yang sudah lama hilang itu kembali lagi

Dimas semakin tersenyum saat menutup matanya dan merasakan kehadiran gadis itu

Senyumannya, kekehannya, tawanya yang anggun. Dimas sudah jatuh hati

"Azzura" ucapnya pelan lalu ia kembali tersenyum

Di sisi lain, Azzura dan Rayhan kini tengah sholat maghrib berjama'ah

*****
Jangan marahin gua 😆😆
.
Dimasss, sama gua aja yuk 😗

AZZURA [REPOST]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang