27 (special part)

119K 7.1K 84
                                        

Rayhan duduk dengan gusar menunggu dokter dari ruangan yang di tempati Azzura keluar

Rayhan menunggu Azzura sendiri, bu Astrid sudah pulang dipaksa Rayhan

Sesekali Rayhan mengusap wajahnya kasarn, tampak raut gelisah dari wajah Rayhan

"Han?" Rayhan yang merasa terpanggil mendongak

"Eh mas?" Ucap Rayhan saat mendapati Ryan yang memanggilnya. Bu Astrid memang menyuruh Ryan untuk menemani Rayhan

"Kok bisa kayak gini sih han?" Tanya Ryan lumayan panik, Ryan merasa mempunyai tanggung jawab terhadap Azzura seperti ia bertanggung jawab pada adiknya

Tapi Rayhan malah menangkap kepanikan Ryan ada maksud lain. Ryan yang melihat Rayhan merubah raut wajahnya menjadi dingin sedikit terkekeh

Ryan sudah biasa terhadap sikap pencemburu Rayhan yang tak bertempat seperti ini, bahkan boleh di bilang cemburunya Rayhan kali ini adalah cemburu yang tidak brutal

Dulu Ryan pernah mengalami lebam karena kecemburuan Rayhan

"Ya ampun han, kamu ini sama mas sendiri cemburu mulu" ujar Ryan lalu ia ikut duduk di sebelah Rayhan

Tak ada yang memulai pembicaraan
Sampai akhirnya Ryan membuka suara terlebih dahulu

"Azzura itu masih sakit han" ucap Ryan tiba tiba dan membuat Rayhan menoleh

"Yang kista? Udah tau. Kistanya bakal hilang kalau dia hamil kan?" Ujar Rayhan dan di angguki Ryan pelan

Rayhan kembali menghadap ke depan, menluruskan kakinya dan bersidekap dada

Sedangkan Ryan mengusap wajahnya kasar, mencoba mencari kata kata yang tepat untuk memberitahu Rayhan kondisi Azzura saat ini

"Kistanya masih ada han" kali ini Rayhan menatap Ryan menunggu Ryan melanjutkan penjelasannya

"Pas kamu lihat kami di kamar itu, aku abis lihat foto USG. Soalnya pas USG waktu itu aku lihat Azzura sedikit murung. Makanya pas selesai USG aku ingin bicara sama Azzura eh? Taunya ga di bolehin sama lakinya" jelas Ryan di susul kekehan d akhir kalimatnya

"Tapi Azzura-" ucapan Rayha terhenti saat Ryan kembali membuka suara

"Azzura nyuruh aku supaya gak kasih tau kamu, maaf" Ryan menyesal karena mengiyakan permintaan Azzura saat itu

"Aku ngebaca surat dokter perihal penyakit Azzura mas"

"Iya, itu aku yang buat. Azzura mengidap kista fungsional. Kista Ovarium yang paling banyak ditemukan. Kista ini berasal dari indung telur dan korpus leteum terjadi secara bersamaan dengan siklus menstruasi yang normal"

Rayhan terus menatap Ryan, masih mencerna ucapan demi ucapan Ryan

"Kista ini gak berbahaya, kista jenis ini akan pecah dan meluruh bersamaan dengan menstruasi-" belum selesai Ryan berbicara Rayhan mengeraskan Rahangnya, ia naik pitam dan langsung mengangkat kerah baju Ryan

"Bangsat!" Ryan dapat melihat kilat amarah di mata Rayhan

"Kalau bisa pecah dan ikut luruh pas dia mens,kenapa mas malah bilang kalau kistanya bakal hilang kalau dia hamil?!!" Rayhan berteriak di depan wajah Ryan dengan masih megangkat kerah baju Ryan

"Lepasin mas dulu, mas belum selesai ngejelasin" ujar Ryan

Rayhanpun melepaskannya, nafasnya memburu tak teratur

"Mama menginginkan cucu, dan waktu itu aku yang meriksa Azzura. Kista yang di idap Azzura waktu itu adalah kista yang pecah ketika berhubungan sexual" Rayhan berkacak pinggang dengan nafas yang masih belum teratur karena menahan emosi

"Mas berpikir cepat saat itu, pecah saat berhubungan sexual, kenapa enggak untuk menikahkan dia sama kamu?" Rayhan tak bergerak

Satu hal yang baru saja ia ketahui. Ryan, alias kakaknya juga terlibat. Namun Rayhan tidak mau menambah permasalahan, yang kini ia pikirkan adalah Azzura

Rayhan memijat pangkal hidungnya karena kepalanya berdenyut saking emosinya

"Mas ga tau kalau Azzura juga punya kista folikuler ini"

"Ada berapa kista yang Azzura idap mas?"

"Kemaren mas lihat ya cuman kista fungsional" Rayhan mengernyit

"Folikuler? Fungsional? Sebenernya yang mana?!!" Emosi Rayhan sudah mereda karena mulai paham dengan pemikiran Ryan

"Folikuler itu salah satu dari jenis kista fungsional" Ryan menghela nafas

"Kamu tau mas? Kamu dokter yang paling ga profesional. Kenapa ga sekalian aja kamu jadi mas comblang?" Ujar Rayhan sarkas

"Maafin aku han" Ryan membenarkan perkataan Rayhan dalam hati

"Aku ga akan maafin mas kalau Azzura dan anakku kenapa-napa" Rayhan kembali duduk di sebelah Ryan

"Aku harap mas ga lakuin ini ke pasien mas yang lain" Rayhan berkata sarkas lagi

Ryan tersenyum tipis melihat perubahan Rayhan yang mulai dewasa dalam menyikapi masalah

"Keluarga pasien?" Tanya Dokter saat baru saja keluar dari ruangan

Rayhan dan Ryan langsung berdiri

"Dokter Ryan?" Tanya sang dokter saat melihat Ryan

"Iya pak, dia adik saya" ucap Ryan

"Oh" balas sang dokter " ikut keruangan saya sebentar" lanjut dokter tersebut pada Rayha dan Ryan

Setelah sampai di ruangan, dokter yang diketahui bernama Ardy itu menjelaskan seperti yang Ryan jelaskan tadi

"Istri anda pingsan karena kelelahan dan hormon ibu hamil dan juga karena menahan sakit akibat dari kista itu"

"Tapi istri dan anak saya ga kenapa napa kan dok?" Ucap Rayhan gusar

"Sejauh ini tidak ada yang terlalu serius, cuman dia harus rutin minum obatnya" ucap dokter Ardy

"Obatnya aman kan dok gak ganggu anak saya kan?" Ryan menggeleng pelan melihat tingkah posesif Rayhan

"Pastinya pak" ucap Dokter paruh baya tersebut sedikit terkekeh

Rayhan menghela nafas lega

"Apa ga ada cara lain dok untuk sembuhin penyakit istri saya?"

"Operasi, tapi sekarang ga mungkin soalnya istri anda sedang mengandung"

Rayhan mengangguk, mengerti.

"Ini saya buatkan resep silahkan di tebus di Apotek" setelah itu Rayhan dan Ryan pun keluar dari ruangan dokter Ardy

"Kamu ke kamar Azzura aja, biar aku yang ke Apotek"

"Iya mas, thanks ya" lalu merekapun berpisah di lorong rumah sakit

*****
Ini part untuk yang kemaren minta penjelasan tentang kista yaaa 😄
Makasih udah nanya
.
Gua bukan dokter jadi gua jelasinnya juga sekedarnya yang gua tau dari Google dan dari yang mengalami
.
Jadi kalau ingin lebih tau lagi, kalian bisa konsul ke dokter ya
.
Kalau kalian nanya ke gua, gua juga jawabnya sebisa gua 😄
.
Hope you like it guys

AZZURA [REPOST]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang