"Boleh mas liat foto hasil USG kemaren? Mas mau liat dan bandingin ukurannya sama yang terakhir kali" ucap Ryan lembut pada Azzura
"Fotonya di tempelin semua ke kaca sama mas Rayhan mas" ucap Azzura, Ryan mengernyit namun detik berikutnya dia tersenyum
"Ga pernah berubah ternyata" gumam Ryan yang di sambut kekehan dari buk Astrid
Setelah Ryan berdiri dari tempat duduknya
"Ya udah kita ke kamar, aku mau lihat sebentar doang" ucap Ryan lalu ia berjalan beriringan dengan Azzura
Sedangkan buk Astrid kembali ke kamarnya
"Rayhan tuh emang suka nempelin apapun kertas yang menurutnya berharga atau ada kisahnya. Dulu waktu jaman sekolah, kalau dia dapet nilai 100/A langsung di guntingin terus di tempel di dinding kamar" Azzura tertawa kecil menanggapi cerita Ryan
Cerita Ryan terhenti saat mereka tiba di depan pintu kamar Rayhan dan Azzura, langsung saja Azzura membuka pintu dan berjalan menuju kaca besar itu
"Maaf berantakan mas" ucap Azzura karena kamarnya yang masih berantakan dengan kado kado yang belum sempat di bereskan
"Iya Gak papa" jawab Ryan
Ryan tak membuang waktu langsung melihat foto USG tersebut
"Gimana mas?" Tanya Azzura karena melihat Ryan yang terus memandang foto tersebut
"Masih ada ra kistanya" ucap Ryan pelan tanpa melihat Azzura yang berada tidak jauh di belakangnya
Azzura menggigit bibir bawahnya, menahan tangisannya
"Bayi aku?" Tanya Azzura dengan suara yang bergetar
"Sehat, kista itu ga akan ganggu proses kehamilan kamu kok" Ryan membalikan badannya dan melihat Azzura yang sudah hampir menangis
Ryan mendekati Azzura
"Aku takut mas" lirih Azzura
"Wajar kamu takut,tapi jangan dipikirin banget. Nanti kamu stress, inget anak kamu ya" nasehat Ryan pada Azzura sambil tersenyum
"Mas? Apa ga ada cara buat hilangin kistanya?" Tanya Azzura masih dengan suara yang bergetar
"Operasi ra, tapi itu ga mungkin di lakuin sekarang. Coba aja kamu berobat alternatif" jawab Ryan
"Iya mas, makasih ya." ucap Azzura tulus
"Mas? Aku minta tolong supaya mas Rayhan ga tau dulu" pinta Azzura
Tampak Ryan sedikit berpikir namun akhirnya ia mengiyakan juga permintaan Azzura
"Ya udah kalau gitu, aku mau langsung ke Rumah Sakit ya" lalu Ryan berjongkok dan membuat Azzura refleck sedikit mundur
"Bye ponakannya om" lanjut Ryan sambil tersenyum dan melambaikan tangan di depan perut Azzura
Azzura yang melihat itupun tersenyum
"Dada juga om" balas Azzura dan merekapun tertawa kecil bersama
Ceklek
Azzura dan Ryan lantas menoleh kearah pintu dan mendapati Rayhan yang memasang wajah datarnya dan menatap Azzura juga Ryan penuh selidik
Ryan yang masih berjongkok segera berdiri
"Yang satu sudah beristri, yang satu sudah bersuami dan bakal punya anak tapi begini kelakuanya" ucap Rayhan sarkas
"Mas, aku-" ucapan Azzura terhenti saat Rayhan kembali berbicara
"Udah diem!!" Rayhan tidak membentak namun terlihat jelas rahangnya mengeras
Ryan memasukkan kedua tangannya pada saku celananya
Ia tau adiknya itu pasti sedang cemburu, lagipula ia tak melakukan hal yang aneh dengan Azzura jadi untuk apa dia takut pada Rayhan yang kini menatap tajam kearahnya
"Ra, mas duluan ya. Assalamualaikum" salam Ryan,setelah itu ia berjalan kearah pintu dan melewati Rayhan lalu menepuk pundak Rayhan sebanyak 2 kali
"Waalaikumsalam" jawab Azzura lemah, rasanya suara Azzura tercekat saat ini karena melihat wajah Rayhan yang seperti itu
"Duluan ya" ucap Ryan
"Bodo" jawab Rayhan yang membuat Ryan sedikit terkekeh
Setelah Ryan keluar, matanya kembali tertuju pada Azzura yang melihatnya takut takut
Rayhan berjalan melewati Azzura menuju laci disamping tempat tidurnya,lalu ia mengambil beberapa berkas yang tertinggal
Setelah diambil ia kembali lagi melewati Azzura yang dari tadi tidak bergerak
"Mas" panggil Azzura namun tak didengarkan oleh Rayhan
Rayhan keluar dari kamarnya dengan membanting pintu yang membuat Azzura terjengit kaget
Rayhan menuruni tangga dan melihat masih ada Ryan disana sedang berbicara dengan ibunya
"Ada yang cemburu masa ma" ucap Ryan keras dan terdengar oleh Rayhan yang kini sedang mengambil kembali berkas yang dibawa dari kantornya ke rumah yang ia letakkan diatas meja
"Siapa?" Tanya Buk Astrid ikut ikutan menggoda Rayhan, sedangkan yang di goda tak menggubris sedikitpun
"Ada tuh anak mama yang satu lagi" jawab Ryan dan melihat Rayhan yang sudah akan pergi
"Duh, siapa sih?" Buk Astrid dan Ryan semakin menjadi menggoda Rayhan
Dan tertawa karena melihat wajah masam Rayhan yang meninggalkan mereka tanpa pamit
Namun tawa mereka terhenti saat Rayhan menutup pintu rumah dengan keras
"Buset dah"
"Astaghfirullah"
Ucap Ryan dan buk Astrid bersamaan karena kaget
Azzura yang juga mendengar bantingan pintu menutup matanya, mencoba meredam perasaan kalutnya
Sedangkan Rayhan memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi
Untung saja ini jam kerja jadi jalanan tidak terlalu ramai
Rayhan masih belum bisa berpikiran positif tentang apa yang ia lihat
Lalu ia mengambil ponselnya
"Selamat pagi pak?"
"Hasnil, kamu jemput berkas ke post satpam. Saya ga ngantor tolong handle" ucap Rayhan
"Baik pak"
Rayhanpun menutup sambungan secara sepihak
"Disaat saya mencoba buka hati saya buat kamu, kamu malah rusak kepercayaan saya lagi. Dulu karena surat yang menyatakan kamu sakit, sekarang apa ra?!!" -bathin Rayhan
*****
😉
KAMU SEDANG MEMBACA
AZZURA [REPOST]
Romance"Artinya saya ga bisa hamil dok?" Tanya seorang gadis yang masih memakai seragam SMA nya -Azzura malik Apa apaan ini? Di jodohkan dengan mendadak dengan seorang bocah? Sedangkan dengan Wanita yang sudah dewasa saja aku akan pikir berulang ulang. -Ra...
![AZZURA [REPOST]](https://img.wattpad.com/cover/115743217-64-k631096.jpg)