Spesial part Dimas Adipta Pratama

90.4K 4.5K 38
                                        

Dimas berjalan gontai menuju parkiran rumah sakit

Pikirannya masih melayang pada dokter yang menyatakan bahwa Azzura hamil

Dimas menghidupkan mobilnya dan mulai menjalankannya menuju rumah

Drt Drt Drt

Dimas merasakan getaran ponsel di kantong jaketnya, lalu iapun mengambil dan ternyata itu adalah telpon dari Roni

"Hallo dim? Lu dimana?" Tanya Roni

"Gua OTW rumah"

"Oh ya udah, gua susul sekalian nganterin tas elu"

"Iya" ujar Dimas singkat lalu menatikan ponselnya

Sesampainya di rumah, ia tak mendapatkan ayahnya dalam rumah padahal ada hal penting yang harus ia bicarakan dengan Ayahnya itu

Dimas mengambil ponselnya dan mencoba untuk menelpon ayahnya tapi nihil, ayahnya tidak mengangkat telpon darinya

Tidak putus asa, Dimas kembali menelpon tapi kali ini ia menelpon ke telpon kantor ayahnya

"Selamat siang, dengan PT Angkasa Abadi disini. Ada yang bisa saya bantu?"

"Iya siang mbak, saya Dimas anak pak Tama. Ayah saya ada mbak? Soalnya saya nelpon beliau gak di angkat"

" oh iya, bapaknya ada tapi sedang rapat. Apa ada pesan yang ingin disampaikan pada beliau?"

"Iya mbak, bilang kalau saya nelpon dan ingin menemui beliau selesai Rapat. Kalau boleh tau jam berapa ya mbak kira kira selesai Rapatnya?"

"Baik, kira kira sekitar 45 menit lagi mas. Apa ada lagi?"

"Oh ok. Enggak mbak, itu aja. Makasih"

"Baik, selamat siang"

"Iya siang"

Dimas meletakkan ponselnya diatas sofa, terselip perasaan sedikit ragu namun ia menguatkan kembali niatnya itu

"Dimasss!!" Teriak seseorang dari luar rumah

"Masuk aja ron" ucap Dimas yang tau kalau yang datang adalah Roni

"Nih tas lu" ujar Roni meletakkan tas Dimas di sofa

"Thanks" ucap Dimas sambil mengambil ponselnya yang tertimpa oleh tas

Roni duduk di samping Dimas yang tampak berpikir

"Lu yakin mau tanggung jawab atas Azzura?" Tanya Roni, ia harap Dimas tidak serius dengan ucapannya tadi di rumah sakit

"Iya" lalu terdengar helaan nafas "insyaAllah gua yakin" ucap Dimas lagi

"Terus bokap lu? Farah?" Tanya Roni

"Gua datengin dulu Azzuranya. Urusan bokap sama Farah gampanglah ntar" ujar Dimas

Roni dan Dimas saling terdiam dan berada di pikiran masing masing

Sampai akhirnya ponsel Dimas beebunyi dan Dimaspun mengangkatnya

"Selamat siang mas, bapak Tama nya sudah bisa di temui"

"Oh iya mbak, makasih"

"Iya, selamat siang"

"Iya siang"

Dimas bangkit dari duduknya dan mengambil jaketnya dan memakainya

"Kemana lu?" Tanya Roni

"Tempat bokap, ikut gak?"

Tanpa menjawab Ronipun mengikuti jalan Dimas menuju mobilnya

Setelah itu merekapun pergi menuju kantor ayahnya Dimas

AZZURA [REPOST]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang