Kok ada sih orang yang jual baju kurang bahan begini?- bathin Azzura
"Dipakai ya malam ini. Saya mau minta jatah saya sebagai suami" ucap Rayhan tanpa melihat pada Azzura karena Rayhan sedang membuka kado sekaligus mati matian menahan tertawanya
"Haduh enak juga ya nge-goda dia hahaha" - bathin Rayhan tertawa
Karena tak kunjung ada suara dari Azzura, Rayhanpun mengangkat kepalanya dan mendapati Azzura yang memandang lingirie tersebut sambil sedikit menggigit bibir bawahnya
"Ya elah, serius amat. Becanda kali" ucap Rayhan lalu ia mengambil lingirie yang berada di pangkuan Azzura dan melemparnya ke atas sofa
"Huft" Azzura menghembuskan nafasnya dan itu terdengar oleh Rayhan
"Ya Allah ra, kamu anggap saya beneran serius tadi? Ya enggaklah hahaha" ujar Rayhan yang membuat Azzura melengos
Padahal tadi ia sedang menimbang nimbang, bagaimanapun juga Rayhan suaminya
Merekapun kembali membuka kado sampai akhirnya tersisa 2 kado. Kado yang kotaknya sebesar karton indomie dan satu buah Amplop yang tidak terlalu besar
Rayhan segera mengambil amplop tersebut
"Cup, saya buka ini" ucap Rayhan sambil tersenyum tepat di depan wajah Azzura
Lalu Rayhan berdiri dan menaiki kasur setelah itu ia membuka amplopnya
"Ih padahal kan tadi itu udah ditangan aku" pun begitu Azzura tetap membuka karton tersebut
"Wih paket liburan. Eh paket honeymoon deng" ucap Rayhan dengan mata masih tertuju pada isi amplop tadi
"Apa isinya?" Tanya Rayhan karena Azzura yang tak bersuara sedikitpun
"Iiih siapa sih yang ngirim kado beginian.Aaarggghhh" - Bathin Azzura jengkel
"Ra?" Rayhan kembali memanggil Azzura yang tidak
"Azzura?"
"Eh? Iya mas kenapa?" Tanya Azzura kikuk
"Apa isinya?"
"Bukan apa apa" ucap Azzura lalu ia memasukkan sampah yang terakhir tadi kedalam kantong plastik besar yang sudah hampir penuh dengan berbagai sampah kertas kado
"Ini semua kan kadonya punya berdua ra, masa ga dibagi dua sama saya?" Rayhan menatap Azzura penuh selidik
Namun Azzura tak memperdulikannya, fikirannya masih fokus pada kado terakhir yang ia buka tadi
Rayhan mengangkat alisnya sebelah dan masih terus memperhatikan Azzura yang kini sibuk menyusun kado yang tadi ia letakkan di atas sofa
"Mau ngapain kamu?" Tanya Rayhan saat melihat Azzura yang akan membaringkan tubuhnya di sofa yang baru saja selesai ia bereskan
"Tidur lah mas, udah jam 10" jawab Azzura lalu ia membalikkan badan menghadap ke bagian senderan sofa dan membelakangi Rayhan
"Ra?"
"Hm?"
"Kamu tau gak kalau kamu itu berat?" Tanya Rayhan sarkas, lalu ia membuka laci di sebelah tempat tidurnya dan memasukan amplop tadi
Azzura yang tadinya sudah menutup mata, kembali membuka matanya betmaksud untuk mendengarkan lanjutan dari ucapan Rayhan
"Saya tuh bukannya ga kuat gendong kamu. Tapi takut abis gendong kamu paginya saya pegel pegel" lanjut Rayhan
Azzura segera membalikkan badannya dan menghadap Rayhan yang kini duduk di kepala ranjang dengan tangan di sedekapkan di dada
"Yang minta gendong juga siapa" ucap Azzura, Lalu ia kembali lagi pada posisi awalnya
"Kamu" tuduh Rayhan sepihak
"Kapan?"
"Secara gak langsung kamu itu tiap malam minta saya gendong"
Azzura mengernyitkan dahinya berpikir apa maksud dari perkataan Rayhan
"Ck, susah ya nyindir kamu" ucap Rayhan
"Lagian to the point aja sih mas" jawab Azzura tanpa melihat Rayhan yang ia belakangi
Oh minta to the ponit? Ok?!!- bathin Rayhan
Lalu Rayhanpun turun dari ranjang menuju sofa dimana Azzura berbaring
Setelah itu Rayhan langsung menyelipkan tanganya di leher dan lutut Azzura
"Maas turunin!!" Azzura memekik tertahan dan memukul lengan Rayhan saat tubuhnya melayang
"Tiap pagi bangunnya di atas kasur juga, masih aja tidurnya di sofa" ucap Rayhan menurunkan Azzura di ranjang
"Geser" ucap Rayhan dan Azzurapun bergeser kesebelah kanan
Setelah itu merekapun masuk kedalam selimut dan menatap langit langit kamar
Sebenarnya Rayhan masih kepo dengan kado yang terakhir di buka oleh Azzura namun entah mengapa kali ini ia juga tak mau terlalu memaksa Azzura
"Mas?" Kini Azzura yang memanggil Rayhan yang berada di sebelah kirinya
"Ya?" Lalu Rayhan memperbaiki posisi kepalanya
"Aku boleh kuliah kan?" Azzura sangat berharap ia di perbolehkan melanjutkan pendidikkanya
"Gak" jawab Rayhan cepat tanpa berpikir
"Ih dipikirin dulu kek mas, langsung jawab aja" ucap Azzura kesal
"IQ saya tinggi, jadi saya cuman perlu sepersekian detik untuk mikirin jawaban dari pertanyaan kamu"
"Eleh" jawab Azzura sambil memutar bola matanya
"Hahhahh"
"Boleh ya mas" kini Azzura sudah menghadap ke Rayhan yang masig menatap langit langit dengan satu tangan di jadikan bantal
"Enggak Azzura" ucap Rayhan lembut
"Aku janji jagain anak mas baik baik"
Senyum tipis terukir di bibir Rayhan karena Azzura yang masih berusaha untuk membujuknya
"Tetep Enggak ra, siapa yang jagain kamu nanti pas kuliah? Kalau disini kan ada mama" Lalu Rayhan menutup matanya dan kembali memperbaiki posisi kepalanya
Terdengar hembusan nafas kasar dari Azzura
"Ngomong ngomong, tadi kadonya apaan sih?" Tanya Rayhan dengan mata yang tertutup
*****
DILARANG BACA PART SELANJUTNYA kalau belum nebak isi kadonya wkwkwk
KAMU SEDANG MEMBACA
AZZURA [REPOST]
Romansa"Artinya saya ga bisa hamil dok?" Tanya seorang gadis yang masih memakai seragam SMA nya -Azzura malik Apa apaan ini? Di jodohkan dengan mendadak dengan seorang bocah? Sedangkan dengan Wanita yang sudah dewasa saja aku akan pikir berulang ulang. -Ra...
![AZZURA [REPOST]](https://img.wattpad.com/cover/115743217-64-k631096.jpg)