10

138K 8.8K 148
                                        

"Kandunganya masuk minggu ke 3, kamu harus lebih jagain Azzura" Ryan menjelaskannya pada Rayhan

Kini mereka sedang berada di ruang kerja Rayhan.

"Aku iri loh sama kamu" ucap Ryan lalu menghembuskan asap rokoknya dan tidak di sengaja menerpa wajah Rayhan seketika itu juga Rayhan berlari kearah kamar mandi di ruang kerjanya

"Hhuuueeek" Rayhan muntah dan Ryan yang melihat itu malah tertawa melihat adiknya

5 menit Rayhanpun selesai bermuntah muntah ria. Ia lemas sampai sampai ia tak mampu menopang tubuhnya

Rayhan terduduk di dekat closet dan menelusupkan kepalanya di lipatan tangannya yang terletak di atas closet yang tertutup

"Hahaha ngakak aku liat kamu lemes kayak gini hahaha. Mabok berbotol botol kuat kamu" Ryan tak henti hentinya menertawakan adiknya yang lemas karena gejala yang seharusnya terjadi pada ibu hamil

"Mas? Gendong" ucap Rayhan lemas sambil mengulurkan tangannya keudara meminta digendong oleh Ryan

Ryan mendekati Rayhan sebelumnya mematikan api rokok. lalu membopong Rayhan ke dalam kamar yang berada di sebelah ruangan kerjanya dengan sesekali masih terkekeh

"Loh mas Rayhan kenapa mas?" Tanya Azzura saat melihat Ryan membopong Rayhan lalu meletakkan Rayhan di samping perbaringan Azzura tadi

"Haha ini dia abis muntah, lemes dia" ucap Ryan lalu Azzura melepas selimut yang membungkusnya berniat turun dari ranjang tersebut untuk mengambilkan air minum hangat

Belum sempat Azzura menapak kakinya di lantai tangan Azzura di cekal oleh Rayhan

"Ga usah kemana mana" ujar Rayhan

"Tapi aku mau ambilin air hangat mas" jawab Azzura

"Emm han? Aku pamit ya soalnya sebentar lagi ada praktek. Kamu inget pesan aku tadi!!" Ryan segera berjalan
Meninggalkan pasangan suami istri itu

"Iya mas. Makasih ya. Sorry aku ga bisa antar sampai depan" Rayhan menatap Ryan dan di balas anggukan oleh Ryan

"Besok kamu les" Ucap Rayhan saat melihat Azzura akan turun lagi dari ranjang

"Les?" Azzura mengernyit bingung

"Iya les. Les Bahasa Indonesia, biar kamu ngerti bahasa saya 'ga usah kemana mana' itu apa artinya" sarkasme Rayhan membuat Azzura tak jadi turun dari ranjang

Azzura yang bosan mengambil ponselnya dan membuka aplikasi instagramnya tapi tak ada yang menarik dan akhirnya Azzura menutupnya

"Istirahat!!" Perintah Rayhan membuat Azzura mengerucutkan bibirnya

Ia tidak mengantuk, namun pria tua di sebelahnya ini bukan tipe yang bisa di bantah

"Ga usah manyun gitu. Saya ga akan cium kamu!" Lalu Rayhan membalikkan badannya membelakangi Azzura yang membelalakkan matanya karena ucapan Rayhan

Entah keberanian dari mana di dapat oleh Azzura. Ia memukul Rayhan dengan bantal berkali kali

"Aku juga ga mau dicium kamu" ujar Azzura masih cemberut dan masih memukul Rayhan tanpa ampun

"Aduh apa apaan sih?" Kalimat tersebut terus terucap dari mulut Rayhan dan sesekali menangkis pukulan yang di berikan oleh Azzura itu

Sampai akhirnya Rayhan berhasil menggenggam pergelangan tangan Azzura lalu sedikit menyentak Azzura sehingga Azzura terjatuh keatas Rayhan dengan tangan Azzura sebagai pembatas antara tubuhnya dan Rayhan

Waktu seolah berhenti sampai terdengar suara deheman

"Ekhm" Buk Astrid berdehem dan tersenyum melihat hubungan Azzura dan Rayhan mulai mengalami peningkatan

Rayhan yang mendengar deheman itu segera tersadar lalu ia melepaskan cengkramannya dari Azzura dan menyuruh Azzura bangkit dari atasnya dengan isyarat. Rayhan tidak ingin gegabah. Ia masih ingat kalau kini ada nyawa lain di perut Azzura

Sedangkan Azzura merasakan pipinya memanas. Malu. Ia sangat malu ketahuan dalam posisi tersebut oleh mertuanya

"Mama harusnya ngetuk pintu dulu" ucap Rayhan dengan wajah datarnya

"Mama tadi udah ngetuk pintu, tapi ga di bukain terus mama denger orang meng-aduh aduh,mama pikir kenapa. Ya udah mama buka aja" jelas buk Astrid yang masih di ambang pintu

"Eh? Taunya" lanjut buk Astrid tersenyum menggoda kearah anaknya

"Mama ngapain kesini?" Rayhan mencoba mengalihkan pembicaraan

"Oh ituuu... Mama mau ingetin. Azzura nanti minum obatnya jam 4" Buk astrid masih saja tersenyum

"Oh. Ya udah. Nanti Rayhan ingetin."

"Kalau gitu, mama keluar dulu ya. Yang tadi lanjutin aja hihi" ucapan buk Astrid sukses membuat Azzura blushing

Saking malunya ia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dan membelakangi Rayhan

Setelah buk Astrid keluar. Rayhan juga ikut masuk ke dalam selimut dan menyelipkan tanganya diantara tangan dan perut Azzura

"Mas" protes Azzura karena ia sedikit risih

"Saya ga mau anak saya ileran makanya saya peluk kamu" Azzura langsung mencubit lengan Rayhan sehingga Rayhan merintih

"Anak aku juga" sewot Azzura

"Tetap aja bibitnya dari saya" Rayhan meletakkan dagunya diatas kepala Azzura dan kaki kanannya mengapit tubuh Azzura seperti bantal guling

Azzura tak suka berdebat oleh sebab itu ia tak membalas perkataan Rayhan lagi

Tak lama Azzura dapat merasakan hembusan nafas teratur diatas kepalanya

Kalau boleh jujur Ia suka posisi ini

*****
Mas Rayhan ih. Gua gemes bgt sama mas Rayhan 😍

AZZURA [REPOST]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang