Azzura terbangun saat adzan subuh berkumandang
Seperti biasa, ia berada di dalam pelukan Rayhan, namun kali ini rasanya beda
Azzura merasakan pipinya memanas karena mengingat kejadian semalam
Karena tak ingin melewatkan sholat subuh, Azzurapun bangkit dari tempat tidur dan mengambil handuk yang tergantung di dekat pintu kamar mandi
Setelah itu Azzura membalut tubuhnya dengan handuk tersebut dan masuk kedalam kamar mandi
Betapa malunya ia saat selesai mandi dan sedang memakai baju ia melihat leher juga dadanya penuh bercak merah
Azzurapun memakai baju lengan panjang dan jilbab bergo, lalu turun ke bawah untuk membuat sarapan setelah ia menyelesaikan sholat subuhnya
"Pagi pagi udah rapih aja Azz" ucap buk Astrid tiba tiba masuk kedalam dapur
"Eh? Iya buk hehe" ujar Azzura gerogi
"Mau kemana abis ini?" Tanya buk Astrid sambil membantu Azzura memasak
Azzura menggigit bibirnya tidak tau harus menjawab apa
"Mau pergi sama Rayhan ma" ujar Rayhan tiba tiba dan tersenyum pada Azzura
"Ooh" jawab buk Astrid
Rayhanpun menunggu kedua perempuan itu selesai memasak
Setelah selesai, mereka bertiga memakan sarapannya
"Kamu ga ngantor han?"
"Meeting doang jam 1 nanti ma"
"Kamu kapan masuk kuliah lagi Azz? Ini udah hampir sebulan loh" ujar buk Astrid pada Azzura
"Rabu aku masuk buk" jawab Azzura dan tersenyum
"Dagu kamu kenapa Azz? Kok merah gitu?" Tanya buk Astrid lalu memegang dagu Azzura dan melihatnya
"Merah?" Ucap Azzura lebih kepada dirinya
Rayhan menahan tawa karena melihat Azzura mencari alasan dengan wajah yang memerah
"Kepentok meja buk semalem" alibi Azzura
"Kok bisa?" Tanya buk Astrid lagi dengan tangan masih di dagu Azzura
Rayhan tertawa pelan tanpa suara melihat Azzura lalu pandangan Azzura bertemu dengan mata Rayhan yang menertawakannya
Rayhan berdehem
"Udah ma, makan dulu" ucap Rayhan menyelamatkan istrinya itu
Selesai makan, Rayhan menuju kamar untuk mandi sedangkan Azzura menuju taman belakang untuk menjemur pakaian
Rayhan keluar dari kamar mandi dan tak mendapati Azzura dalam kamar
"Masih ngejemur apa?" Tanya Rayhan pada dirinya sendiri
Rayhanpun memakai bajunya dan turun menuju taman belakang untuk melihat Azzura
Ia tersenyum saat mendapati Azzura sedang memeras kain
Rayhan memeluk Azzura dari belakang lalu meletakan dagunya di bahu Azzura
"Mas, aku lagi ngejemur" ucap Azzura
"Dagu kamu kenapa merah?" Goda Rayhan pada Azzura yang langsung menggembungkan pipinya kesal
"Mas juga sih" Rayhan tertawa lalu mengambil baju basah dan ikut memerasnya
"Gak usah mas ini kan tugas aku"
"Kalau kamu baru lahiran emang bisa nyuci? Enggak kan? Makanya saya belajar sekarang"
Azzura tersenyum pada Rayhan
"Bukan gitu merasnya" ucap Azzura lalu mengajarkan Rayhan cara memeras baju
Setelah itu Rayhanpun menjemur baju baju tersebut
Perkerjaanpun selesai karena dikerjakan bersama sama
"Keluar yuk ra" ucap Rayhan sambil mengangkat baskom yang tadi digunakan
"Kemana?" Tanya Azzura membenarkan jilbabnya
"Ke Mall yuk, liat liat baju bayi yang lucu lucu" ujar Rayhan menjiwil hidung Azzura
"Ya udah, ganti baju dulu" Azzura dan Rayhan berjalan memasuki kamar
Azzura memasuki kamar mandi dan mengganti bajunya, begitu pula dengan Rayhan
Selesainya mengganti pakaian, mereka berdua izin pada buk Astrid untuk pergi
Tapi, mereka di larang untuk membeli perlengkapan bayi karena kandungan Azzura belum berusia tujuh bulan
"Kemana pak?" Tanya supir taxi saat Rayhan dan Azzura sudah berada di dalam mobil
"Ke Grand Indonesia mas"
Lalu sang supirpun melajukan mobilnya
Sesampainya disana, merekapun turun dan mulai memasuki Mall
Rayhan selalu menggandeng tangan Azzura seakan akan memamerkan bahwa ia adalah suami yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah
"Masuk yuk" ajak Rayhan pada Azzura saat mereka melewati salah satu Babyshop
Azzura mematung, ia ingat bahwa Dimas pernah mengakuinya sebagai istri disini
Kalau sampai sang pelayan itu mengingatnya bisa menjadi perang dunia sepulang dari sini
Rayhan menarik lengan Azzura untuk masuk dan Azzura melihat pelayan yang waktu itu melayaninya tersenyum padanya
Semoga gak inget- bathin Azzura
Rayhan terus bertanya tanya tentang pakaian hamil ataupun bayi
"Mbaknya ga dateng sama suaminya?" Tanya mbak tersebut membuat Azzura sukar menelan ludahnya
Rayhan mengernyit bingung
"Saya suaminya mbak" ujar Rayhan membuat sang pelayan tampak terkejut sekaligus bingung
"Loh? Bukannya yang waktu itu ya?" Pelayan tersebut tampak penasaran
Rayhan menatap Azzura dengan tatapan mengintimidasi
"Saya suaminya!! Mbak bakal ngelayani kami sebagai pembeli atau bakal kepoin kami?!" Ucap Rayhan sedikit terpancing emosi
"Iya mas, maaf" lalu sang pelayan berjalan lebih dahulu dan di ikuti Rayhan dan Azzura
"Kamu mau yang mana? Pilih aja" ucap Rayhan yang sudah tidak mood
"Mas? Aku mau jelasin" ucap Azzura yang tidak ingin jalan jalannya berdua Rayhan hari ini rusak
Rayhan memasukan kedua tangannya kedalam kantong celana lalu menatap Azzura
Azzurapun menceritakan kejadian ketika bersama Dimas disini tanpa terkecuali
"Udah pilih bajunya" suruh Rayhan, paling tidak ia tau apa yang sebenarnya terjadi
Azzurapun memilih dengan ragu dan tidak bersemangat
"Yang ini bagus nih" ujar Rayhan sambil mencocokan baju hamil berwarna pink
Jika waktu bersama Dimas ia menolak karena tidak menyukai warna pink, kali ini Azzura mengambilnya
"Pilih lagi. Saya ga marah kok sama kamu" ucap Rayhan sambil tersenyum lebar pada Azzura
"Makasih mas" balas Azzura yang juga tersenyum pada Rayhan
Saya mencoba untuk menjadi dewasa sebagai kepala keluarga ra. Saya harap setelah ini ga ada kejadian kayak gitu lagi -bathin Rayhan
*****
Belum tamat yaaa ❤
Kalian pada serius amat 😪
Kan gua becanda haha
.
Masih lamaaa cuy 😘
.
Tapi kalau di up 3 part sehari mah cepet tamatnya wkwwk
.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZZURA [REPOST]
Romance"Artinya saya ga bisa hamil dok?" Tanya seorang gadis yang masih memakai seragam SMA nya -Azzura malik Apa apaan ini? Di jodohkan dengan mendadak dengan seorang bocah? Sedangkan dengan Wanita yang sudah dewasa saja aku akan pikir berulang ulang. -Ra...
![AZZURA [REPOST]](https://img.wattpad.com/cover/115743217-64-k631096.jpg)