6

142K 8.4K 70
                                        

*****Rayhan Pov*****

Aku nyaman dengan sentuhannya, ya memang aku akui sampai sampai aku memejamkan mataku bermaksud untuk menghayati setiap sentuhannya

Tiba tiba aku merasakan sentuhan di keningku, dia mengusap usap kening lumayan lama dan aku merasa kepalaku sedikit ringan

Apa dia punya tangan ajaib??

Mataku masih setia tertutup, entahlah akupun tidak tau kenapa aku enggan untuk membuka mataku

Dan akhirnya kuputuskan untuk benar benar memasuki alam bawah sadarku,tapi belum jadi aku terlelap sungguhan aku merasakan tangan ajaib itu ada di keningku dan kemudian naik mengelus kepalaku sebanyak 3 kali

"Jangan sering ngerutin dahi mas" ucap Azzura lembut, dan kurasakan ia menggenggam tanganku

Dan akupun benar benar tertidur

*****Author Pov*****

"Azzura? Rayhan bangun nak, makan malam dulu yuk" jengah, itu yang di rasakan buk Astrid sekarang.

Pasalnya kedua insan tersebut tak juga membuka pintu yang entah sudah berapa kali di ketuknya

"Ya Allah, kirain di kunci" ucap buk Astrid membuka pintu kamar Rayhan sedikit kesal.

Buk Astridpun memasuki kamar anaknya itu, yang pertama kali di lihatnya adalah Azzura yang sedang duduk bersimpuh di lantai sambil menggenggam tangan Rayhan yang berada di atas kasur

Buk Astrid berjalan menghampiri pasutri tersebut bermaksud membangunkan mereka

"Han" ucap buk Astrid lembut sambil mengusap kepala Rayhan dengan sayang

"Han bang--" ucapan buk Astrid terpotong saat Rayhan tiba tiba membuka matanya

"Mama?" Rayhan yang akan mengucek matanya terhenti karena ternyata tangannya masih di genggam oleh Azzura

Rayhan menatap lekat lekat Azzura

"Azzura sayang, bangun nak" ucap buk Astrid sambil menepuk pipi Azzura

"Biar Rayhan aja ma, dia kayaknya kecapekan" buk Astrid yang melihat itu tersenyum tipis melihat sikap asli Rayhan yang sebenarnya tidak kasar pada siapapun

"Nanti kamu ke bawah aja ya, ajak Azzura sekalian buat makan malam" setelah mengucapkan itu buk Astrid keluar dari kamar itu namun ia masih terus memperhatikan anaknya yang menggendong Azzura ke tempat tidur lalu membuka jilbab Azzura.

Setelah membuka jilbab Azzura tampak Rayhan membuka ikatan rambut Azzura lalu menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Azzura

Hati buk Astrid menghangat melihatnya. Setelah itu buk Astrid menutup rapat rapat pintu kamar Rayhan

Lalu turun menuju ruang makan dan menunggu Rayhan turun bersama menantunya

"Azzuranya udah bangun?" Tanya buk Astrid karena melihat Rayhan yang turun dari kamarnya hanya sendiri

Rayhan hanya melihat mamanya itu sekilas dan mengendikkan bahunya tak acuh

Buk Astrid hanya menghela nafas kasar sambil menggelengkan kepala pelan

Mereka makan dalam diam, tak ada suara apapun sampai akhirnya buk Astrid dahulu yang membuka suara

"Kamu udah mendingan?" Tanya buk Astrid

"Udah ma" jawab Rayhan singkat lalu mengambil satu lagi sempol ayam

"Kamu tau gak kamu itu sakit apa?" Tanya buk Astrid
"Ck, kamu jangan abisin sempol ayamnya dong. Ntar Azzura makan apa?" Sungut buk Astrid

"Ya sakit perut ma, karena kebanyakan makan rujak pagi pagi" ujar Rayhan dan dia tidak mengacuhkan perkataan mamanya tentang apa yang akan dimakan oleh Azzura

"Kamu sakit malarindu" ujar buk Astrid santai

"Malarindu?" Tanya Rayhan keheranan karena ia sama sekali belum pernah sekalipun mendengar nama penyakit tersebut

"Iya, malarindu" buk Astrid menatap Rayhan yang masih asik dengan sempol goreng itu

"Malarindu sama Azzura" lanjut buk Astrid yang sukses membuat Rayhan menghentikan makannya dengan tangan berisi sempol ayam yang terangkat akan masuk ke dalam mulutnya

Ia menatap buk Astrid

"Mama ada ada aja. Enggak mungkin lah" jawab Rayhan menggeleng pelan

"Buktinya, Azzura balik kamu mendingan" buk Astrid terus menggoda Rayhan
Ia yakin Rayhan sudah menerima Azzura namun egonya menutupi itu semua

Rayhan yang di goda hanya menghembuskan nafas kasar menanggapi perkataan mamanya itu

Selesai makan Rayhan mengambil piring bersih dan mengisikan nasi dan 3 sempol juga tempe goreng dan sedikit sambal di piring

"Buat siapa han? Sempolnya banyak banget?" Tanya buk Astrid

"Oh ini, buat manusia yang masih tidur. Sempolnya buat aku" ucap Rayhan

"Cie perhatian" buk Astrid terus terusan menggoda Rayhan

"Gini gini Rayhan masih ada rasa manusiawi ma. Ntar tu anak mati Rayhan belum siap jadi duda" ujar Rayhan sarkasme lalu meninggalkan mamanya yang sedang membereskan piring kotor sehabis makan tadi

Rayhan berjalan menuju kamarnya dan tidak mendapatkan Azzura di atas kasur

Ceklek

Pintu kamar mandi terbuka menampakan sosok Azzura yang baru selesai mandi hanya menggunakan handuk yang melilit didadanya dengan panjang sejengkal diatas lutut

Rayhan menelan ludah karenanya, melihat Azzura yang terlihat sangat sexy

bagaimanapun juga Rayhan juga laki laki normal

Azzura sebenarnya kaget dan canggung saat ini namun ia bingung harus kemana(?)

Akhirnya Rayhan keluar dari kamar tersebut dan mengakhiri atsmofer canggung yang terjadi beberapa menit yang lalu

Astaghfirullah, tadi kenapa aku ga langsung balik badan ke kamar mandi aja cobak? ARGGGH- Azzura menggerutu dan merutuki kebodohannya sambil menutup wajahnya malu

Di luar kamar Rayhan memegang piring berisi makanan yang akan si berikannya pada Azzura

Gilak, tuh bocah kecil kecil bikin tegang Astaghfirullah- Rayhan mentralkan detak jantungnya yang entah karena apa berdetak lebih cepat dari biasanya

Padahal seharusnya dia sudah terbiasa melihat cewek sexy di club lebih dari Azzura tadi

*****
Ahay de' wkwkwk
Mas Rayhan kenapa mas? 😂
Mas Rayhan itu kembaran upin ipin wkwkwk sesama pecinta sempol Ayam 😂

AZZURA [REPOST]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang