*****Rayhan Pov*****
Aku nyaman dengan sentuhannya, ya memang aku akui sampai sampai aku memejamkan mataku bermaksud untuk menghayati setiap sentuhannya
Tiba tiba aku merasakan sentuhan di keningku, dia mengusap usap kening lumayan lama dan aku merasa kepalaku sedikit ringan
Apa dia punya tangan ajaib??
Mataku masih setia tertutup, entahlah akupun tidak tau kenapa aku enggan untuk membuka mataku
Dan akhirnya kuputuskan untuk benar benar memasuki alam bawah sadarku,tapi belum jadi aku terlelap sungguhan aku merasakan tangan ajaib itu ada di keningku dan kemudian naik mengelus kepalaku sebanyak 3 kali
"Jangan sering ngerutin dahi mas" ucap Azzura lembut, dan kurasakan ia menggenggam tanganku
Dan akupun benar benar tertidur
*****Author Pov*****
"Azzura? Rayhan bangun nak, makan malam dulu yuk" jengah, itu yang di rasakan buk Astrid sekarang.
Pasalnya kedua insan tersebut tak juga membuka pintu yang entah sudah berapa kali di ketuknya
"Ya Allah, kirain di kunci" ucap buk Astrid membuka pintu kamar Rayhan sedikit kesal.
Buk Astridpun memasuki kamar anaknya itu, yang pertama kali di lihatnya adalah Azzura yang sedang duduk bersimpuh di lantai sambil menggenggam tangan Rayhan yang berada di atas kasur
Buk Astrid berjalan menghampiri pasutri tersebut bermaksud membangunkan mereka
"Han" ucap buk Astrid lembut sambil mengusap kepala Rayhan dengan sayang
"Han bang--" ucapan buk Astrid terpotong saat Rayhan tiba tiba membuka matanya
"Mama?" Rayhan yang akan mengucek matanya terhenti karena ternyata tangannya masih di genggam oleh Azzura
Rayhan menatap lekat lekat Azzura
"Azzura sayang, bangun nak" ucap buk Astrid sambil menepuk pipi Azzura
"Biar Rayhan aja ma, dia kayaknya kecapekan" buk Astrid yang melihat itu tersenyum tipis melihat sikap asli Rayhan yang sebenarnya tidak kasar pada siapapun
"Nanti kamu ke bawah aja ya, ajak Azzura sekalian buat makan malam" setelah mengucapkan itu buk Astrid keluar dari kamar itu namun ia masih terus memperhatikan anaknya yang menggendong Azzura ke tempat tidur lalu membuka jilbab Azzura.
Setelah membuka jilbab Azzura tampak Rayhan membuka ikatan rambut Azzura lalu menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Azzura
Hati buk Astrid menghangat melihatnya. Setelah itu buk Astrid menutup rapat rapat pintu kamar Rayhan
Lalu turun menuju ruang makan dan menunggu Rayhan turun bersama menantunya
"Azzuranya udah bangun?" Tanya buk Astrid karena melihat Rayhan yang turun dari kamarnya hanya sendiri
Rayhan hanya melihat mamanya itu sekilas dan mengendikkan bahunya tak acuh
Buk Astrid hanya menghela nafas kasar sambil menggelengkan kepala pelan
Mereka makan dalam diam, tak ada suara apapun sampai akhirnya buk Astrid dahulu yang membuka suara
"Kamu udah mendingan?" Tanya buk Astrid
"Udah ma" jawab Rayhan singkat lalu mengambil satu lagi sempol ayam
"Kamu tau gak kamu itu sakit apa?" Tanya buk Astrid
"Ck, kamu jangan abisin sempol ayamnya dong. Ntar Azzura makan apa?" Sungut buk Astrid
"Ya sakit perut ma, karena kebanyakan makan rujak pagi pagi" ujar Rayhan dan dia tidak mengacuhkan perkataan mamanya tentang apa yang akan dimakan oleh Azzura
"Kamu sakit malarindu" ujar buk Astrid santai
"Malarindu?" Tanya Rayhan keheranan karena ia sama sekali belum pernah sekalipun mendengar nama penyakit tersebut
"Iya, malarindu" buk Astrid menatap Rayhan yang masih asik dengan sempol goreng itu
"Malarindu sama Azzura" lanjut buk Astrid yang sukses membuat Rayhan menghentikan makannya dengan tangan berisi sempol ayam yang terangkat akan masuk ke dalam mulutnya
Ia menatap buk Astrid
"Mama ada ada aja. Enggak mungkin lah" jawab Rayhan menggeleng pelan
"Buktinya, Azzura balik kamu mendingan" buk Astrid terus menggoda Rayhan
Ia yakin Rayhan sudah menerima Azzura namun egonya menutupi itu semua
Rayhan yang di goda hanya menghembuskan nafas kasar menanggapi perkataan mamanya itu
Selesai makan Rayhan mengambil piring bersih dan mengisikan nasi dan 3 sempol juga tempe goreng dan sedikit sambal di piring
"Buat siapa han? Sempolnya banyak banget?" Tanya buk Astrid
"Oh ini, buat manusia yang masih tidur. Sempolnya buat aku" ucap Rayhan
"Cie perhatian" buk Astrid terus terusan menggoda Rayhan
"Gini gini Rayhan masih ada rasa manusiawi ma. Ntar tu anak mati Rayhan belum siap jadi duda" ujar Rayhan sarkasme lalu meninggalkan mamanya yang sedang membereskan piring kotor sehabis makan tadi
Rayhan berjalan menuju kamarnya dan tidak mendapatkan Azzura di atas kasur
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka menampakan sosok Azzura yang baru selesai mandi hanya menggunakan handuk yang melilit didadanya dengan panjang sejengkal diatas lutut
Rayhan menelan ludah karenanya, melihat Azzura yang terlihat sangat sexy
bagaimanapun juga Rayhan juga laki laki normal
Azzura sebenarnya kaget dan canggung saat ini namun ia bingung harus kemana(?)
Akhirnya Rayhan keluar dari kamar tersebut dan mengakhiri atsmofer canggung yang terjadi beberapa menit yang lalu
Astaghfirullah, tadi kenapa aku ga langsung balik badan ke kamar mandi aja cobak? ARGGGH- Azzura menggerutu dan merutuki kebodohannya sambil menutup wajahnya malu
Di luar kamar Rayhan memegang piring berisi makanan yang akan si berikannya pada Azzura
Gilak, tuh bocah kecil kecil bikin tegang Astaghfirullah- Rayhan mentralkan detak jantungnya yang entah karena apa berdetak lebih cepat dari biasanya
Padahal seharusnya dia sudah terbiasa melihat cewek sexy di club lebih dari Azzura tadi
*****
Ahay de' wkwkwk
Mas Rayhan kenapa mas? 😂
Mas Rayhan itu kembaran upin ipin wkwkwk sesama pecinta sempol Ayam 😂
KAMU SEDANG MEMBACA
AZZURA [REPOST]
Romance"Artinya saya ga bisa hamil dok?" Tanya seorang gadis yang masih memakai seragam SMA nya -Azzura malik Apa apaan ini? Di jodohkan dengan mendadak dengan seorang bocah? Sedangkan dengan Wanita yang sudah dewasa saja aku akan pikir berulang ulang. -Ra...
![AZZURA [REPOST]](https://img.wattpad.com/cover/115743217-64-k631096.jpg)