Extra part

116K 6K 551
                                        

Rayhan sedang berada di makam Azzura dan sudah dua jam disana, entah apa yang di lakukannya iapun tak tau. Ini baru tiga hari namun rindunya sudah sangat berat

"Anak kita mirip sama kamu ra. Saya takut ra, saya takut ga bisa terima dia." Ujar Rayhan menangis di nisan Azzura

"Saya ingin peluk dia, saya ingin gendong dia. Saya ingin jadi ayah yang sebenarnya"

"Tapi saya terlalu pengecut ra, hati saya kacau saat lihat dia. Semuanya tentang kamu seperti kaset rusak yang terus berputar di ingatan saya"

Rayhan bersimpuh di makam Azzura, ia tidak pernah sesedih ini.

Ethan yang baru saja sampai di pemakaman mencari Rayhan, melihat Rayhan yang menangis pilu. Ethan menghadap kelangit menahan airmatanya supaya tidak jatuh

"Saya tau kamu pasti marah sama saya karena saya pernah kasarin kamu. Saya rela kamu pukulin, kamu tampar sekuat tenaga kamu." Rayhan menghapus airmatanya kasar

"Saya tau saya salah, tapi kenapa kamu ngehukum saya kayak gini raaaa" Rayhan sesegukan dan terbatuk

"Siapa yang bantu saya urus Kayla? Kenapa kamu hancurin semua mimpi saya sama kamu ra" Rayhan memukul kepalanya sendiri, ia sudah tidak bisa mengontrol dirinya

Ethan yang melihat seperti itupun berjalan menghampiri Rayhan dan menghentikan aktifitas Rayhan yang terbilang menyakiti dirinya sendiri

"Ngapain lu kesini?" Tanya Rayhan sinis

"Azzura ga akan tenang kalau lu kayak gini han. Lu harus ikhlasin dia" ujar Ethan menenangkan Rayhan

"Apa penyesalan gua belum ngehapus dosa gua sama dia than? Makanya Allah ngambil dia dari gua?" Rayhan bertanya seperti anak kecil yang mengadu pada ibunya

"Karena Azzura orang baik han. Dan karena Allah tau lu orang yang kuat buat hadapi ini semua. Sekarang masa depan lu Kayla han" ujar Ethan

Rayhan menggeleng, ia belum siap bertemu dengan Kayla. Ia tidak ingin menjadi semakin rapuh jika melihat Kayla

"Apa maksud lu ngegeleng?" Tanya Ethan khawatir dengan jawaban Rayhan

"Harusnya gua ga hamilin Azzura, harusnya gua inget kalau hamil usia dini bisa memicu kematian. Kalau gua inget itu, Azzura ga akan hamil dan ngelahirin Kayla!" Ujar Rayhan penuh penekanan

Ethan naik pitam mendengar penuturan Rayhan, dan langsung memukul wajah Rayhan sampai Rayhan terjatuh di tanah berharap sahabatnya itu sadar akan apa yang telah di ucapkan

"SADAR HAN, Kayla anak lu. Lu ga bisa nyalahin kelahiran dia atas meninggalnya Azzura" Ethan berkacak pinggang melihat Rayhan yang tidak langsung berdiri dan hanya duduk sambil mengusap air matanya yang seperti tidak bisa berhenti keluar

"Pukul gua lagi than. Sampai mampus, biar gua bisa susul Azzura!" Rayhan berdiri dan menatap Ethan

Ethan mencengkram erat kepalanya, dan mengeram frustasi meladeni Rayhan yang keras kepala

"Terserah lu han, terserah lu mau ngapain!! Gua ga pernah minta lu buat ngelupain Azzura sedikitpun tapi ingat Kayla han. Dia butuh orang tua kandungnya!" Ucap Ethan lalu berjalan meninggalkan Rayhan yang terdiam di tempatnya

"Lu ga ngerasain apa yang gua rasain"

Ethan yang mendengarkan itu berhenti sejenak sebelum akhirnya ia kembali berjalan

*****

Rayhan pulang dalam keadaan kuyup dan ada semua orang didalam rumah berkumpul di sofa

Ethan,Ratna,Ryan,Laras,Tyass,Roni juga Virla yang sedang melihat Kayla. Bu Astrid beranjak dari tempat duduknya dan mengajak Rayhan menuju kamarnya

"Kamu bersihin badan kamu, mama tunggu" ucap bu Astrid memberikan Handuk dan pakaian dalam Rayhan

Rayhan menatap ibunya itu lalu mengangguk dan masuk kedalam kamar mandi

Tak lama, Rayhan sudah siap dengan celana pendek dan kaosnya. Setelah itu iapun menghampiri ibunya yang duduk di ranjang

"Ada apa ma?" Tanya Rayhan dan mendudukan dirinya disamping bu Astrid. Bu Astrid memeluk Rayhan.

"Nangislah nak" izin bu Astrid, ia ingin Rayhan lega dengan menangis di pelukannya

Rayhan kembali menangis dan memeluk bu Astrid erat, entah sudah berapa lama ia tidak memeluk ibunya itu. Yang jelas pelukan ini sama nyamannya dengan pelukan Azzura

"Rayhan sayang sama Ara maa" ujar Rayhan di sela sela tangisannya

"Ssst, lihat mama sekarang" Rayhan menatap ibunya itu dengan sesegukan. Ibunya itu juga menangis,

"Mama sedih dan juga terpukul kehilangan Azzura. Tapi mama lebih hancur ngeliat kamu yang kayak gini han. Ikhlasin Azzura, mama ga minta kamu lupain Azzura karena mama yakin kamu ga akan bisa ngelupain dia"

Bu Astrid mengusap kepala Rayhan dengan sayang

"Sekarang Kayla tanggung jawab kamu, masa depan kamu. Kalau kamu sayang sama Azzura, kamu rawat Kayla. Mama sedih liat kamu yang selalu hindari Kayla" Rayhan terdiam dan menatap ke arah lain

"Sekarang Kayla yang ga bisa ngelawan kamu. Tapi Kayla bakal gede nantinya, apa kamu ga mikirin hal itu?"

"Sekarang, kamu kebawah dan coba untuk gendong dia. Dia belum pernah kamu sentuh setelah kamu adzanin"

Bu Astrid menarik tangan Rayhan untuk keluar kamar dan menuruni anak tangga menuju ke ruang tamu

Kayla sedang di gendong oleh Laras dan di kelilingi yang lainnya.

Mereka yang melihat Rayhan yang datangpun menjauh dan memberi akses untuk Rayhan duduk di samping Laras yang sedang menggendong Kayla

Laras memberikan Kayla pada Rayhan, namun Rayhan tidak langsung mengambilnya. Ia terus memperhatikan bayinya itu dan tiba tiba berdiri lalu berjalan meninggalkan semua orang dengan berbagai perasaan

Rayhan masuk kedalam ruang kerjanya dan duduk di sofa lalu menopang wajahnya dengan kedua tangannya

"Saya belum bisa ra, maaf"

*****
Yeeeeeaaaayyyy
Gajeng
Udahlah Azzura cukup sampai disini sekian dan terimakasih
.
Sebenarnya kalau kalian peka, dari part 30an gua udah kasih teaser Azzura bakal meninggal wkwkwkw
.
Mungkin ada yang peka cuman tetap berpikiran positif dan mungkin ada juga yang ga peka kek doi :)))
.
Jangan hapus azzura dari library kalian yaa. Karena masih bakal update sequel
Lope u 💕

AZZURA [REPOST]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang