"Mbak ada boneka stitch gak?" Tanya Ethan pada kasir toko boneka tersebut
Ethan menelan ludah samar ketika melihat penampilan mbak mbak tadi
Rayhan sedikit menganga dibuatnya
Mereka berdua bukan tergoda, hanya saja merasa risih melihat pakaian super ketat yang mencetak lekukakan tubuh sang kasir
Yang menjadi masalah disini adalah, sang kasir itu memakai jilbab tapi masih menampakkan cetakkan dadanya
"Iya mas? Ada yang bisa saya bantu?" Ujarnya pelan dan tersirat nada menggoda di dalamnya
"Saya mau boneka stitch yang gede, yang bulunya lembut" ujar Ethan
"Ok" ucap sang kasir lalu ia keluar dari tempatnya dan berjalan menuju rak rak boneka
Ethan menganga kala melihat sang kasir melenggokan tubuhnya
"Anjir tu cewek" ujar Ethan pelan dan Rayhan terkekeh lalu merekapun berjalan mengikuti kasir tadi
Mereja berhenti di salah satu rak yang berisi banyak bonek besar
Sang kasir tadipun menunduk untuk mengambil boneka stitch yang berada di rak nomer dua dari bawah
"Ati ati jatoh mbak" ucap Ethan ambigu, Rayhan langsung menyenggol lengan Ethan supaya tidak berbicara lebih lagi
Rayhan tau bagaimana mulut Ethan, Ethan itu cowok dengan mulut ter-cewek yang pernah di kenalnya
Tapi bukan berarti Ethan melambay ya.
"Ini mas, bulunya lembut. Pakai Dakron terbaik dan juga empuk" jelas sang kasir dan memberikan senyuman
Ethan yang sungguh gemas ingin melenyapkan manusia seperti inipun tersirat niatan jahil
Toh besok dia pulang ke Jakarta, jadi dia tidak akan malu jika melakukan ini
Terlebih lagi, sepertinya toko tersebut sedang tidak ramai
"Mas aku pilih yang ini yaa?" Ucap Ethan dengan nada manja pada Rayhan
Lalu tanganya menggandeng tangan Rayhan dan meletakan kepalanya di bahu Rayhan
Langsung saja Rayhan menyentak Ethan dan menatap tajam Ethan
"Anjir lu ngapain sih setan!!" Ucap Rayhan risih
"Iih mas, ngomongnya kasaaar. Gak sukak deeh" ucap Ethan lalu mulutnya komat kamit dan menelototkan matanya
Rayhan mengerti, ini bukan hal gila pertama yang di lakukan Ethan dan melibatkan dia
"Hehe maaf ya sayang, kamu mau apa?" Tanya Rayhan lembut
"Setan emang nih anak, kebiasaan banget gak briffing" -bathin Rayhan
Kasir tadi menatap aneh Rayhan dan Ethan
Lalu Ethanpun mengambil boneka dari tangan kasir tersebut
Setelah itu, sang kasir meninggalkan kedua lelaki yang di sangkanya sesuka sesama jenis itu sendiri
Rayhan melepaskan tangan Ethan yang dari tadi menggenggam tangannya
"Lepas nyet, geli banget gua bangke!!" Ujar Rayhan lalu bergidik dan meninggalkan Ethan yang sedang memegang boneka tersebut
"Hahhaa, maas Rayhan iiiihh" ujar Ethan lalu berlari mengejar Rayhan
Merekapun sampai di kasir
"Ini mbak berapa?"
"235 mas" ucap sang kasir tersebut sudah dengan nada biasa saja
Sepertinya dia ilfell
"Nih mbak, makasih ya" lalu Rayhan dan Ethan berjalan keluar toko tersebut
Sebelum benar benar keluar, mereka mendengar sang kasir menggerutu
"Ampuuuuuun deh, masa ga ada sih cowok ganteng yang tulen jaman sekarang?"
"Sekalinya ganteng begitu. Huft"
Rayhan dan Ethan tak tahan untuk tidak tertawa
Saat mereka sudah berada di luar toko, tawa merekapun pecah
Mereka seperti lupa dengan umur
Orang orang yang berlalu lalang melihat mereka dengan berbagai tatapan
"Anjiiir gilak sumpah, kapan terkahir kita begitu?" Tanya Rayhan
"Jaman SMA kali ya? Pas si Andin ngejar ngejar lu? Hahaha" mereka bernostalgia di sepanjang jalan menuju Hotel
"Eh? Lu ga mau beli apa gitu buat Azzura?" Tanya Ethan
"Oh iya, tapi apaan ya? Selama ini gua ga pernah liat dia beli barang gitu" ujar Rayhan menerawang
"BH, CD" usul Ethan santai dan mendapat toyoran
"Mending ga usah ngomong lu!!" Ucap Rayhan sengit dan di balas cengiran oleh Ethan
"Hahaha" Ethan tertawa melihat Rayhan yang kesal
"Mukenah, baju, jilbab, apalagi ya" kini Ethan mengusulkan dengan benar
"Jakarta juga banyak" ujar Rayhan
"Gua bantu cariin deh" ucap Ethan lalu ia berjalan mendahului Rayhan menuju toko yang menjual alat alat sholat lengkap
Rayhanpun mengikuti langkah Ethan
Setelah itu merekapun mulai mencari, Rayhan melihat lihat sajadah lalu terus menuju temoat mukenah
Pandangannya terhenti pada mukenah putih bersih berbordir tebal
Dengan sedikit sentuhan warna biru di sekelilingnya
Rayhan mengambilnya, lalu menatap lama mukenah tersebut
Senyum tipis terukir dibibir Rayhan, ia membayangkan Azzura yang memakainya
"Yeeeeuuu si monyet, gua pikir belum ketemu" ucap Ethan lalu ia mengambil mukenah di tangan Rayhan
"Yang ini bagus,ambi yang ini aja" usul Ethan
"Tapikan gua baru 5 bulanan nikah, mukenah yang jadi mahar juga masih kepake sama Azzura"
"Yaelah lu, ga bakal miskin lu beliin bini satu" ucap Ethan
"Bukan gitu, lu ga tau aja Azzura kayak mana" ujar Rayhan
"Beli aja, lu kasihnya pas ada event apa kek gitu antara lu berdua sama dia" kali ini usulan Ethan bisa di terima oleh Rayhan
"Ok" lalu Rayhanpun menuju kasir dan membayar belanjaannya
Tak lupa ia juga meminta untuk membungkuskan mukenah tersebut dengan kertas kado
Setelah itu merekapun benar benar kembali ke hotel untuk beristrahat
"Tidur bego lu" ucap Ethan lalu ia masuk kedalam selimut, meninggalkan Rayhan yang sedang menatap foto candid Azzura saat mereka berlibur di Bali kemarin
Kamu wanita yang baik, kenapa jodoh kamu malah saya? laki laki penuh dengan dosa?
Saya harap, suatu hari nanti saya akan nemuin jawabannya ra
*****
Kok gua ngakak ya? 💃
.
Hope you like it guys 💕
KAMU SEDANG MEMBACA
AZZURA [REPOST]
Romansa"Artinya saya ga bisa hamil dok?" Tanya seorang gadis yang masih memakai seragam SMA nya -Azzura malik Apa apaan ini? Di jodohkan dengan mendadak dengan seorang bocah? Sedangkan dengan Wanita yang sudah dewasa saja aku akan pikir berulang ulang. -Ra...
![AZZURA [REPOST]](https://img.wattpad.com/cover/115743217-64-k631096.jpg)