46

91.8K 5.8K 406
                                        

"Dim? Tadi kok lu udah ada di sana sih?" Tanya Roni penasaran

"Gua balik dari tempat pak Budi, sebenernya dari jauh gua udah liat kalian cuman menurut gua ga penting ya udah, taunya lu nelpon ya gua langsung lari kesana" jawab Dimas dengan mata yang daritadi tidak lepas dari Azzura

Dimas memandang Azzura lamat lamat, Dimas masih tidak percaya kalau Azzura tengah hamil hampir 4 bulan

Pantas saja, Azzura teraaa berat meskipun badannya kecil

"Dim? Lu gak papakan?" Ucap Roni yang duduk di sebelahnya, Roni merasa kasihan pada sahabatnya itu

Dimas masih saja menatap kosong kearah Azzura

Dimas tak menjawab Roni, Dimas sedang berpikir dan perang bathin

"Gua bakal tanggung jawab" ucap Dimas membuat Roni menoleh dan menatapnya tak percaya

"Tapi Dim, Farah? Lu-" Roni tidak tau apa yang harus dikatakannya

"Anak itu butuh ayah Ron" ujar Dimas kemudian

"Dim, bisa aja kan Azzura udah nikah?" Roni sungguh tidak tega untuk membicarakan ini

Tapi ia juga tidak mau melihat sahabatnya itu lebih terpuruk lagi, jika memang benar apa yang dikatakannya tadi

"Ya berarti emang udah seharusnya gua ikhlasin dia" Dimas masih menatap Azzura

"Tapi itu nyakitin di elunya Dim" ucap Roni lagi

Dimas hanya menghela nafas

"Ron, lu balik ke kampus deh. Bilangin sama temennya Azzura suruh kesini" Roni langsung berdiri dan melaksanakan ucapa Dimas tadi

Kini Dimas tinggal sendiri di ruangan Azzura. Masih menatap Azzura, Dimas mencintainya. Dimas kagum akan sosok Azzura. Sosok keibuan, penuh rasa kasih sayang, dewasa. Pintar

Dimas ingin memiliki Azzura, tapi kini apakah masih bisa? Itu pertanyaan paling dominan di pikiran Dimas saat ini

Merasa lapar, Dimaspun berniat pergi keluar untuk membeli sesuatu untuk di makannya

Lalu iapun meminta suster untuk menjaga Azzura selama ia pergi ke kantin

"Kak Dimas!" Panggil Ratna panik

Dimas yang baru saja keluar ruangan Azzura langsung menghampiri teman teman Azzura

"Kebetulan kalian dateng, gua balik" ucap Dimas

"Iya kak, thanks udah nolongin Azzura" ujar Tyass

"Iya, Dia didalam. Masuk aja" ujar Dimas lagi seolah tau apa yang akan di tanyakan Ratna

Ratna dan Tyass segera saja memasuki ruangan tersebut dan mendapati Azzura yang sepertinya baru saja terbangun di bantu oleh suster untuk duduk

"Ya ampun Azz, lu kenapa sih?" Ujar Ratna yang kini sudah menitikan air mata

"Aku gak papa kok" ujar Azzura tersenyum

"Gak papa gimana? Lu pingsan dan sekarang di rumah sakit masih bilang ga papa?" Ucap Tyass dengan nada tinggi

"Maaf, aku jadi ngerepotin kalian"

"Bukan masalah mgerepotin atau apanya Azz, kita khawatir!!"  Ujar Tyass yang kemudian melembut

"Makasih yaa, Virla masih ga ada kabar?" Tanya Azzura pada Tyass

"Enggak, mungkin lagi ada masalah dia. Makanya ga ngampus" ujar Ratna yang kini duduk di kepala ranjang

"Yass, na. Aku mohon jangan kasih tau mas Rayhan ya" Azzura memohon pada keduanya

Tampak Tyass berpikir begitupun Ratna

AZZURA [REPOST]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang