7. Curse

1.6K 298 104
                                    



Takdir bukan untuk sebuah permainan

Tapi kenapa aku merasa dipermainkan?

.

.

.

Dua gadis itu menoleh menatap seseorang yang berdiri di dekat pintu lalu menganggukkan kepalanya, orang itu tersenyum tipis kemudian menoleh ke belakang. Tak lama dua lelaki yang terlihat seperti penjaga istana masuk dan segera membopong sosok yang sudah tak sadarkan diri itu.

"Masukkan ke tandu! Cepat!"

__The Wind for Dandelion Chapter 7 "Curse"__

Lenguhan kecil terdengar, gadis yang kini berada dalam tempat sempit itu perlahan membuka matanya. Ia merasakan goncangan kecil dari tempat ia berpijak, Sujeong –gadis itu mengerjapkan matanya beberapa kali hingga ia sadar bagaimana keadaannya saat ini. Tangan dan kaki terikat serta mulut yang terbebat kain hingga membuatnya kesulitan berbicara, satu hal lagi Sujeong amat yakin bahwa ia berada di dalam tandu entah akan dibawa ke mana yang jelas bukanlah tempat yang ia inginkan.

Berbagai macam perasaan berkecamuk dalam diri gadis itu tanpa ia sadar bahwa airmatanya sudah menetes. Ia takut, benar-benar takut.

"Hmmppt!"

Tirai gorden terbuka dan menampilkan sosok dayang Lee.

"Diam!" perintahnya membuat gadis itu semakin ketakutan. Gadis itu hanya mengangguk dan terus menangis tak bisa melakukan apapun.

"Ayah! Ibu! Sujeong takut."

"Tuan Taehyung, tolong aku!"

.

.

.

Raut tak bersahabat tampak dari wajah lelaki yang baru saja melangkahkan kakinya keluar dari salah satu bagian dari kediamannya, ia kemudian berhenti dan berbalik menatap lelaki lain yang berdiri tak jauh darinya.

"Aku tak butuh pengawal! Jadi pergilah!" usir Taehyung dan hendak beranjak pergi.

"Saya tak akan pergi!"

Sekali lagi langkah lelaki itu harus terhambat, ia berbalik lalu menyedekap tangannya, "Katakan pada penguasa tertinggi itu, tak usah memedulikanku dan merepotkan diri seperti ini!"

"Tak ada orangtua yang merasa terbebani jika itu untuk anaknya. Setidaknya itu yang selalu dikatakan ayah saya kepada saya."

"Kita berbeda!"

"Kita sama-sama memiliki orangtua! Kita sama-sama manusia. Maafkan saya Yang Mulia, tapi Anda tak memiliki hak untuk menghentikan saya."

Taehyung menggeram, "Kau sangat keras kepala."

"Anda juga sama, keras kepala," Jimin tersenyum tipis lalu berjalan selangkah, "Bagaimana jika saya memberikan sebuah penawaran?"

Kening Taehyung mengernyit, "Penawaran?"

"Seorang pengawal harusnya lebih kuat dari yang ia kawal 'bukan? Jadi, saya menawarkan diri untuk berduel dengan Anda. Siapa yang mampu menjatuhkan pedang lawan untuk yang pertama kalinya, dia yang akan menang. Jika saya menang, maka Anda tak bisa mengelak tentang kehadiran saya melaksanakan tugas di sisi Anda. Tapi jika saya kalah, maka tanpa diperintah... saya akan segera pergi. Cukup menarik 'bukan? Mengingat cerita Jenderal Kim beberapa saat lalu yang mengatakan Anda sangat ahli menggunakan pedang."

The Wind for Dandelion ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang