21 Secret Admirer

137 27 3
                                    

Raut wajah sarah seperti orang ingin pingsan, dari bangun tadi pagi,  ia terus merasakan jantungya berdetak tak karuan

"apa gue periksa aja ke dokter ya? "

Ia mengeleng, lebih baik ia ke ruang osis, tugas nya sebagai ketua osis memang sungguh mengurangi waktunya untuk bersantai

"oh shit, ini proposal atau baju kotor numpuk amat?"

Dengan terus bergerutu ia membuka semua berkas itu

"cuma ketua osis aja gue udah kaya big boss omg"

"oh my god,  kenapa harus abis sekarang nih pulpen, lah persediaan pulpen abis,  si zahra ya ih"

Dengan kesal ia pergi ke zahra dan meminta uang kas, berhubung memang dia bendahara nya, untuk membeli persediaan pulpen ia harus pergi ke koperasi, sudah sampai di ruang osis ia mengerutkan keningnya

"pulpen dari mana ini? "

"perasaan tadi kosong"

"bodo amat,  mending gue anteng anteng aja"

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

"eh lo gak mau ke kantin?" nayla bersedekap malas, melihat bagaimana teman nya ini tidur,  bersandar dan terlihat mulut nya itu terbuka, bagaimana jika lalat masuk,  mungkin ia harus rela melihat temannya ini..

"mit amit" nayla bergidik  ngeri membayangkan nya saja membuat nayla err..

"lo itu cewe tapi tidur kaya kuli panggul, buru ke kantin " sarah tak menggubris ia memilih menyembunyikan wajah nya di lekukan tangan nya

"bodo amat sarah bodo!" nayla lebih memilih meninggalkan sarah yang masih tertidur pulas itu

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

"hoam,  uh jamkos yang menyenangkan,  laper~" sarah menyentuh perutnya, seketika mata nya berbinar

"ini punya siapa? Kenapa di taro di meja gue?"

"hm mungkin dari fans gue" sarah memakan makanan itu dengan cepat

'irit duit~'

"kapan lo ke kantin? " nayla yang baru datang mengerutkan keningnya, saat melihat sarah sedang makan

"kaga,  gue kaga ke kantin,  ini makanan ada di meja gue,  dari pada mubazir mending gue makan"

"kalo ada racun gimana!"

"gue yakin yang ngasih ini,  orang yang baik,  semoga aja cowo dan ganteng hehe" sarah tersenyum malu jika bisa ia ingin sekali bahwa yang memberi ini adalah,  ernad

Sosok disana tersenyum, kemudian pergi,  masih ada hari esok,  ia harus segera bersiap

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

"hallo? "

Ia mengerucutkan bibir nya,  sebal ia baru ingin mendaftarkan diri sebagai siswa Baru,  tapi seseorang di balik telpon itu menyuruhnya untuk pulang

"oke,  aku pulang"

Ia sesekali memainkan kunci motornya itu, dan tanpa di sadari bahwa ada yang mengikuti nya

Langkah nya terhenti, seseorang memegang pundaknya

"lo siapa? "

'suara ini'

••••

Voment ya guys

Gomawo

B O Y N E R DTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang