Part 11

3.4K 147 4
                                        

🍁🍁🍁

Semua sudah tertata rapi dan di dekor dengan sedemikian rupa, aula yang saat ini di pakai untuk acara pensi sudah di sulap menjadi indah dan sangat pas untuk di lihat oleh mata.

Bahkan banyak sorot lampu yang menghiasi atas ruangan maupun sudut-sudut ruangan,menambah kesan,dan daya tarik tersendiri bagi penontonnya.

Mungkin ini terlalu berlebihan, karena ruangan yang besar dan cukup luas ini sudah seperti acara konser layaknya seorang penyanyi dan artis terkenal, inilah sekolah yang banyak di idamkan oleh para pelajar menengah atas, SMA NUSA BANGSA.

Di sana terdengar suara seseorang yang sedang memerintah untuk mengatur semua jalannya acara ini.

"Alat musik dan properti lainnya udah siap kan? " tanyanya dengan alis yang menyatu.

Yang di tanya hanya menunjukkan jari jempolnya dengan mantap.

Saat ini Azka masih sibuk mengurusi jalannya pensi yang akan di adakan di sekolahnya, karena Azka bertanggung jawab penuh atas mulainya acara hingga selesai.

Ia tampak bersemangat, memeriksa setiap sudut dan alat-alat yang akan di perlukan nantinya, bahkan ia tak sadar banyak titik-titik air yang berada di pelipis maupun di keningnya.

Berbeda dengan Caca yang saat ini justru bermalas-malasan di dalam kelasnya, ia seperti tak ada niat untuk melihat pensi dari kakak tingkatnya.

"Ca, ayo keluar. Kita ke aula sekarang. Aku mau liat pensi" rengek Fira dengan wajah yang memelas. Dari tadi tangannya tak berhenti untuk menarik tangan Caca.

"Bentar lagi yah Fir, aku ngantuk banget. " ucapnya tak bersemangat

"Nggak mau, dari tadi bentar,bentar,bentar. Tapi nggak bergerak. Ayo Ca! "

"Semua kelas udah kosong. Kamu mau kita nggak kebagian tempat? " tanyanya yang terus saja menarik tangan Caca

Akhirnya satu tarikannya mampu membuat tubuh Caca terangkat, dan saat ini Caca sudah berdiri walaupun dengan badan yang masih lemas.

"Ya udah ayo. Tapi jangan lama-lama ya. " kata Caca dengan wajah lusuhnya.

Ia sama sekali tak berniat untuk menonton acara pensi yang di adakan oleh sekolahnya, karena menurutnya itu terlalu berlebihan, sebelumnya ia di beritahu oleh orang yang saat ini berjalan di sebelahnya jika pensi ini adalah salah satu acara favorit yang ada di sekolahnya.

Dan sudah pasti mengeluarkan banyak biaya, tapi di sekolah ini adalah hal yang biasa. Karena sebagian dari mereka tak memperdulikannya, justru mereka berlomba-lomba untuk memamerkan harta.

"Ca, jangan gini dong mukanya. Senyum. " ucapnya sambil tersenyum lebar agar Caca mengikutinya

Caca ikut tersenyum, tetapi hanya sekejap karena ia kembali memasang wajah datarnya.

Mereka sudah sampai di aula, dan sangat berisik karena beberapa siswa yang terus saja berteriak. Entah apa yang mereka teriaki.

Caca dan Fira sudah duduk di bangku paling depan, padahal mereka datang terlambat tetapi setelah Caca pikir itu adalah hal yang wajar karena di lihat dari Fira, tentu saja Fira yang melakukan semua ini. Fira memang anak dari pemilik sekolah ini dan Fira berhak duduk di mana saja. Tapi ia hanya sesekali saja melakukan hal seperti itu, dan masih dalam tahap yang wajar, semua siswa juga tak masalah dengan Fira.

"Kursi ini kosong kok. Jangan ragu kayak gitu, aku udah mesen duluan sama kak Azka. " ucap Fira dengan senyum yang mengembang di wajahnya.

"Lain kali kalo datengnya telat, mending duduk di belakang aja. " balas Caca.

Assalamu'alaikum UkhtiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang