🍁🍁🍁
"Kak,biar Fira aja yang jelasin." ucap Fira
Setelah itu Fira berlari mengejar Caca. Azka hanya diam dengan wajah yang sulit di tebak antara bingung dan khawatir.
"Cacaaaa" teriakk Fira.
Caca terus berjalan dengan cepat, bahkan ia sama sekali tak berniat untuk menoleh ke belakang. Karena ia sudah tau bahwa Fira yang memanggil namanya.
Ya Allah ada apa ini, mengapa langkah ini semakin cepat, tak seharusnya aku bersikap seperti ini. Untuk apa aku berlari? Memangnya ada yang salah, kalo seperti ini seolah-olah aku meminta penjelasan atas apa yang telah mereka lakukan. Ini sama sekali bukan urusan ku. Batin Caca
Hingga sebuah tangan berhasil membuat Caca menghadap ke belakang
"Aduhhh Ca, capek" ucap Fira dengan nafas yang tersengal.
"Ok, dengerin dulu penjelasan aku. " ucap Fira yang mulai mengontrol nafasnya
"Ini kok jadi drama ya? " tanya Fira dengan bingung
Caca hanya diam mematung, bahkan Caca seperti sangat ingin mendengarkan penjelasan dari Fira.
"Aku pelukan sama kak Azka itu wajar Ca"
"Apakah ada di dalam hukum islam lelaki dan perempuan yang bukan mahramnya boleh berpelukan? " tanya Caca. Entah pikiran dari mana yang membuat Caca mengeluarkan pertanyaan seperti itu.
"Aduhh Ca, peka dong. Aku pelukan sama kak Azka itu nggak haram karena kami saudara. Saudara kandung Ca. " jawab Fira
Pernyataan tersebut bagaikan suara petir yang menyambar di pikiran Caca. Bagaimana bisa ia seudzon dengan temannya sendiri.
"Bunda aku masuk rumah sakit Ca. Dan sekarang masih di rawat dan belum boleh pulang dari rumah sakit. "
"Kak Azka, mau nanya keadaan bunda. Karena kak Azka harus nemenin oma ku di rumahnya. Aduh Ca kalo mau di jelasin panjang bangeettt" ucap Fira
"Maafin aku ya Fir" sekarang Caca tak butuh penjelasan itu lagi karena saat ini ia benar-benar merasa bersalah.
"Huuhh untung aku baik mau jelasin" ucap Fira sambil tersenyum
Fira menjelaskan kepada Caca tentang keluarganya. Sejak kelas 1 SMA Azka harus tinggal bersama neneknya. Karena itu keinginan dari neneknya sendiri (oma panggilannya) Azka sangat menyayangi neneknya itu.
Fira juga di ajak untuk tinggal bersama neneknya, tetapi Fira masih belum siap untuk pisah dengan kedua orang tuanya. Sebenarnya, jarak rumah orang tua Fira dengan rumah neneknya tidak terlalu jauh, hanya membutuhkan waktu 30 menit.
Dan sampai sekarang Azka masih betah-betah saja tinggal di sana. Sesekali Azka pulang ke rumah ayah, dan bundanya untuk melepas rindu.
Rumah Marwah atau nenek dari Azka tak kalah mewah dengan rumah kedua orang tua Azka, bahkan lebih luas.
"Fir, aku bener-bener minta maaf, kok bisa ya aku seuzon. Yang aku tau kamu itu anak dari pemilik sekolah ini. Cuma itu, selebihnya aku nggak tau apa-apa deh. " jawab Caca dengan jujur
KAMU SEDANG MEMBACA
Assalamu'alaikum Ukhti
SpiritualMaut, rezeki, dan jodoh. Semua telah di atur oleh Nya, maka percayalah dan serahkan semuanya kepada Sang Pencipta. Yakinlah Allah selalu bersama dengan hamba-hamba Nya.
