Part 24

2.2K 139 6
                                        

"Dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku. "

(QS. Maryam:4)

🍁🍁🍁

Suasana di taman kampus Caca saat ini begitu ramai, banyak sekali mahasiswa yang berlalu-lalang mencari kesibukan, sementara Caca duduk sendiri di bangku taman dengan tenang, namun pikirannya sangat jauh entah kemana.

Harusnya Caca sudah berada dalam perjalanan untuk pulang, namun ia malah memilih untuk duduk menyendiri di taman kampusnya, Caca menghela nafas, ia kembali sadar dari lamunan panjang yang sedari tadi terus berputar di kepala.

Ia melangkah dengan berat meninggalkan bangku taman yang tadi ia duduki, Caca hanya menunduk dan tak melihat jalan, ia juga terlihat sedikit lusuh, hari ini sepertinya Caca sedang tidak enak badan, tapi ia masih kuat maka dari itu ia tak mau berlarut-larut dalam sakit yang ia rasa di tubuhnya saat ini.

Tiba-tiba saja Caca merasa dirinya menabrak suatu benda yang keras, seperti besi. Ini adalah salahnya sendiri yang berjalan dengan wajah di tekuk atau dapat di katakan ia hanya menunduk.

Caca sangat yakin kali ini ia menabrak seseorang, tapi kuat sekali orang yang ia tabrak sampai rasanya badan Caca terhuyung ke belakang, namun ia berusaha menahan berat badannya sendiri, jantung Caca berdebar, ia hanya berharap orang yang di tabraknya ini adalah seorang perempuan atau lebih baik dosennya saja dari pada ia harus menabrak seorang laki-laki yang seumuran dengannya, Caca segera mendongakkan kepala untuk melihat siapa orang besi yang telah ia tabrak tadi.

Baiklah, Caca rasa doanya kali ini salah, betapa terkejutnya Caca saat ia melihat siapa orang besi yang ia tabrak tadi, orang ini, kenapa dia harus muncul di saat yang tidak di inginkan. Dia Azka dengan gaya tampannya, dan si pemilik mata teduh yang terus memperhatikan Caca.

"Ma-maaf " setelah mengucapkan itu Caca segera pergi, ia bahkan tak menunggu jawaban dari Azka.

"Ca, tunggu. " Azka melangkah mengikuti Caca, ia tak mau Caca salah paham.

Apalagi ini? Kenapa Azka memanggilnya, Caca tidak mau bertemu dengan Azka, ia hanya ingin menghindar, Caca terus memohon dan berdoa agar Azka tak mengikutinya.

"Caca.. " panggil Azka seraya berjalan cepat untuk menyamakan langkah Caca.

Caca mendengar ketukan sepatu Azka dari belakang, bahkan sudah sangat dekat, kenapa laki-laki ini egois sekali? Apa perlu Caca teriak di sini jika ia tidak ingin bertemu dengan Azka.

1 hal yang perlu di ketahui, bahwa saat ini Caca berlari! Tapi kenapa Azka masih bisa mengejarnya, bahkan Caca dapat mendengar suara ketukan sepatu Azka yang seperti berjalan cepat bukan berlari seperti dirinya, kekuatan apa yang di miliki Azka sampai ia dapat mengejar Caca hanya dengan berjalan cepat?

Mungkin Caca rasa tenaganya sedikit berkurang karena memang ia tidak enak badan, untuk itu ia berlari dengan lemah.

"Caca aku minta kamu berhenti! " teriak Azka yang seketika membuat Caca langsung berhenti.
Ia baru kali ini mendengar Azka berteriak, maka dari itu Caca sangat terkejut dan takut, ia memilih diam di tempat.

Langkah Azka terdengar mendekat di telinga Caca, hingga lagi-lagi ia berhadapan dengan pria yang sekarang tidak ingin ia temui.

Assalamu'alaikum UkhtiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang