Siang ini mentari begitu terik namun tak membuat langkah kaki beberapa orang pria berpakaian serba hitam untuk terus berjalan menghampiri kerumunan beberapa orang yang melihat kecelakaan masal. Sebuah truk dengan bus yang membuat semua penumpang mati dan memporak porandakan jalanan, membuah lumpuh jalanan penting di jantung kota Seol ini.
"Kita harus segera menyelesaikan ini karena sebentar lagi jam istirahat akan berakhir." Keluh Taehyung yang terlihat tak berkonsentrasi. Ia sedang membicarakan tentang jam istirahat di sekolahannya. Membicarakan tentang penyamaran mereka ketika mereka sedang menjalaskan tugasnya adalah bukan lah sesuatu yang bijak.
"Yak! Fokuslah, ini tugas utama kita. Jangan bertingkah seperti manusia!" Bisik Suga.
"Ingat hyung, jangan sampai ada yang tau tentang penyamaran ini!" Jungkook berusaha memperingatkan Taehyung membuatnya harus menghela nafas. Jungkook merasa kesal tentunya karena Taehyung lah yang menyarankan mereka untuk menyamar tapi dari ketiganya sepertinya ia lah yang terkesan paling ceroboh. Mulut Taehyung benar-benar seperti pompa iar yang tak mudah untuk di kendalikan.
"Selesaikan dengan benar secepatnya!" Sosok pria yang lebih tua dari mereka semuanya berdiri memperhatikan beberapa malaikat kematian mengevakuasi parah roh yang muncul dari mayat-mayat para manusia korban kecelakaan yang terjadi.
"Kapten, kami sudah mengevakuasi mereka." Taehyung berdiri dihadapan malaikat yang mendapat julukan 'RapMonster' dia adalah salah satu sosok malaikat kematian keturunan murni karena ia memang dilahirkan menjadi sosok malaikat berbeda dari mereka yang berada di bawah pengawasannya.
Sesungguhnya Malaikat kematian terdiri dari dua golongan yang pertama adalah keturunan murni seperti RapMon dan yang kedua adalah para manusia yang berenkarnasi menjadi malaikat. Tugas seorang Malaikat murni adalah sebagai kapten yang mengawasi para malaikat renkarnasi ini, karena mereka masih memiliki pemikiran seperti manusia. Mereka berengkarnasi menjadi malaikat kematian dengan banyak alasan yang hanya langit lah yang tahu. Selain mengawasi, para malaikat keturunan murni ini juga berhak untuk menghukum para malaikat kematian yang membangkang. Mereka terkenal disiplin dan tak mentolerir kesalahan bentuk apapun!
"Baiklah, kau lanjutkan tugasmu yang lain." Taehyung terlihat senang dan menghilang begitu saja, kemudian Suga dan Jungkook. Rapmon hanya melambaikan tangannya dan membiarkan kedua malaikat itu menghilang tanpa mengucapkan apapun.
---***---
Siang yang terik benar-benar mengundang hawa panas membuat beberapa siswa mengeluh kepanasan tak terkecuali Sinb yang kini terus menggerutu dengan tumpukan kertas hukumannya.
"Konyol! Memalukan!" Gumamnya sambil beberapa kali menyedot segelas jus segar. Ia sedang duduk di kantin sekolahnya. Umji yang baru saja datang menertawainya.
"Haha...Kau baik-baik saja?" Tanyanya dan Sinb menatapnya sebal.
"Jangan menggodaku atau aku akan melakukan sesuatu dengan bonekamu itu!" Sinb melirik sebuah boneka pororo yang selalu Umji bawa.
"Andwae!" Umji segera meraih bonekanya, menutupinya dengan panik. Sepertinya Sinb sering kali bermain-main dengan bonekanya ini.
"Ka! Sebelum aku merampasnya darimu!" Usir Sinb sambil terbahak yang seketika membuat Umji terpaksa pergi.
Segera Sinb pun melanjutkan menulis hukumannya sampai ketika seseorang duduk dihadapannya. Sinb terkejut, sesaat ekspresinya terlihat datar dan mendesis.
"Oi, apa kau butuh bantuan?" Jungkook mulai melancarkan aksinya, di ikuti Taehyung yang kini duduk disampingnya.
"Hai, nona Hwang! Dia memaksa ku untuk duduk disini." Taehyung membuat alasan karena melihat ekspresi Sinb yang tak bersahabat dan yang terakhir Suga kebagian tempat duduk disebalah Sinb. Ia ragu akan duduk disebelahnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
JEOSEUNGSAJA | SinKook
Fanfiction#Rank 5 in Mina | 24-5-2018 #Rank 27 in Mistery | 11-5-2018 #Rank 709 in Fanfaction | 22-4-2018 Beberapa ada yang aku private ---Follow aku aku dulu ya >< Kematian adalah takdir dari manusia Seberapa takutkah dirimu akan kematian tersebut? Tid...