Masih dalam suasana malam saat udara dingin menusuk-nusuk kulit dengan jejak bintang masih berkelip dilangit. Sinb dan Seulgi kini berada di sebuah pedalaman hutan yang gelap dengan hanya kunang-kunanglah sebagai pencahayaannya.
"Kenapa kita kemari?" Tanya Seulgi yang tak mengerti dengan tingkah Sinb.
"Aku membutuhkan waktu untuk sendiri, kau boleh saja kembali. Aku akan disini sendirian." Kata Sinb dengan keanehan yang terus ia tunjukkan.
"Ada apa denganmu sebenarnya? Bukankah seharusnya kita menghampiri Jungkook bersama roh yang bernama Myoui Mina itu. Mungkin saja Jungkook membutuhkan bantuan kita untuk menemukan sebuah jasad yang bisa ditempati untuknya." Terang Seulgi membuat wajah Sinb semakin suram.
"Tinggalkan aku dan jangan katakan pada siapapun dimana aku berada, aku butuh sendiri." Ucap Sinb dengan dingin yang seketika membuat Seulgi merasa takut.
"Ah, maafkan aku. Baiklah aku akan segera pergi." Katanya yang kini menghilang, meninggalkan Sinb sendiri dengan angin mulai bertiup lebih kencang dan kegelapan semakin pekat. Bahkan asap merah mulai menyelimuti dirinya tanpa Sinb sadari.
"Hwang Sinb...Apa kau akan mengacaukan langit lagi dengan ulahmu?" Sosok jangkung memakai mantal hitam selutut, berjalan dengan tubuh tegapnya menghampiri Sinb yang kini menatapnya malas.
"Kenapa kau memanggilku? Apa kau ingin menyerahkan dirimu?" Tanya sosok dengan suara beratnya.
"Ani, aku hanya ingin kau mengatakan dengan jujur, kau tidak berbohong masalah kemarin kan?." Kata Sinb, pria itu pun berjongkok dan memeluk tubuh Sinb.
"Aku merindukanmu." Sinb diam, tak merasa terkejut atau pun senang dengan pelukan sosok dihadapannya ini.
"Jangan mengalihkan topik! Aku perlu tau apa yang terjadi sebenarnya? Tentang masa laluku, jebal!" Mohon Sinb yang kini melepaskan dirinya dari pelukan sosok pria itu yang kini kedua tangannya meraih wajah dengan jejak tajam itu.
"Aku tidak tau, kenapa kau tidak bertanya pada tetua saja." Kata sosok itu dengan santai.
"RapMon, kau adalah teman ku. Apakah kau tidak bisa membantuku kali ini saja?" Lirih Sinb yang terlihat sekali putus asa.
"Kenapa kau tidak melupakan semuanya dan kembali kelangit, aku akan membantumu untuk memohon kepada tetua agar dosamu diringankan. Apa kau tidak lelah terus seperti ini?" Kali ini sosok malaikat yang bernama RapMon itu membelai lembut wajah Sinb dan tatapan memuja itu seolah menggambarkan semua perasaannya. RapMon adalah seorang yang tingkatannya lebih tinggi dari malaikat biasa, ia yang mengatur dan menghukum siapapun malaikat yang bersalah. Malaikat ini terkenal cukup tegas dan jarang sekali menunjukkan sisi lembutnya seperti sekarang ini, mungkin saja baik Taehyung, Suga, Jin atau pun Jungkook akan sangat tercengang melihat sikap lembutnya terhadap Sinb saat ini.
Sinb memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan jemari RapMom yang menyentuh kulitnya dan tanpa terasa air matanya mengalir membuat RapMon terlihat khawatir.
"Wae?" Tanya RapMon yang seketika membuat Sinb membuka matanya, menatap RapMon dengan lirih.
"Kenapa bukan dirimu?" Isak tangis Sinb mulai menggema ditengah hutan yang sunyi dan RapMon memeluknya lagi.
"Ada apa sebenarnya? Kenapa kau sesedih ini?" Tanya RapMon dengan perhatian dan rasa khawatirnya.
"Kenapa bukan dirimu yang menjadi masa laluku. Kenapa harus orang lain yang bahkan aku tak tau siapa dia?" Kata Sinb masih menangis dan RapMon menghela nafas dalam.
"Kenapa kau masih memikirkan ini? Atau jangan-jangan selama ini kau kabur karena ingin mencaritahunya?" Tanya RapMon yang kini melepaskan pelukannya dan memandang Sinb dengan serius.

KAMU SEDANG MEMBACA
JEOSEUNGSAJA | SinKook
Hayran Kurgu#Rank 5 in Mina | 24-5-2018 #Rank 27 in Mistery | 11-5-2018 #Rank 709 in Fanfaction | 22-4-2018 Beberapa ada yang aku private ---Follow aku aku dulu ya >< Kematian adalah takdir dari manusia Seberapa takutkah dirimu akan kematian tersebut? Tid...