Chapter 6

914 149 34
                                    

Malam ini langit nampak begitu terang seolah sebuah lampu neon menggantung ditengah-tengah langit yang sesungguhnya berasal dari cahaya bulan purnama. Bintang-bintang kelihatan begitu cemerlang menghiasi langit, seolah ingin ikut andil dalam menciptakan keindahan langit dimalam bulan purnama. Sungguh sangat menajubkan dan menganggumkan yang mampu menguncangkan hati, jika saja manusia pandai bersyukur.

Sinb, Seulgi dan Jungkook sedang berada di gua lilin jiwa. Mereka sedang mempersiapkan ritual yang selalu Sinb adakan untuk mengisi energinya kembali sekaligus ritual untuk membuat mengembalikan ingatan Jungkook. Mulai dengan roh perawan suci sampai beberapa hal lain yang diperlukan.

Kini tibalah waktunya untuk mereka melaksanakan ritual tempat jam 12 malam. Sinb duduk dihadapan Jungkook, mereka duduk saling berhadap-hadapan satu sama lain. Memejamkan matanya dalam keheningan, sementara Seulgi bertugas untuk menjaga roh perawan suci yang masih terikat oleh tali dengan tempelan kertas warna kuning disetiap sisinya. Roh itu nampak ketakutan tapi ia juga tidak bisa melakukan apapun.

Mulut Sinb mulai berkomat-kamit membacakan sesuatu dan tiba-tiba semua lilin yang mengitarinya semakin terang dan tubuh roh perawan suci yang terikat itu seketika melayang-layang di udara.

"Jebal...Jebal..."

Roh itu memekik, ingin minta tolong tapi tidak ada yang bisa menolongnya bahkan jika itu Jungkook yang seorang malaikat sekalipun. Jungkook saat ini tidak mengemban tugasnya sebagai malaikat penjabut nyawa tapi ia nampak tenang dalam duduk dan pejaman matanya.

Cahaya pada lilin-lilin jiwa itu seolah merespon pada tubuh roh perawan suci. Berkumpul pada tubuhnya dan membuat roh itu merintih kepanasan sampai sedikit demi sedikit tubuhnya melebur bersama cahaya itu. Kemudian bola cahaya tersebut menjadi satu dan turun mendekati sebuah lilin tak menyala yang berada diantara Jungkook dan Sinb. Membuat lilin itu menyala dengan cahayanya.

Sinb membuka matanya tatkala lilin itu menyala. Tersenyum memandanginya, sepertinya ritualnya telah berhasil.

"Jungkook, bukalah matamu." Jongkook segera membuka matanya, menatap Sinb seolah bertanya 'apakah ritualnya sudah selesai?'

"Belum, aku akan mengisi enegiku dulu sebelum akhirnya nanti saat ku perintahkan kau untuk mengulurkan kedua tanganmu." Terang Sinb membuat Jungkook mengangguk mengerti.

"Baiklah..." Jawab Jungkook tanpa banyak perlawanan.

Sinb pun mengulurkan tangannya pada lilin dengan cahaya dari ribuan jiwa di hadapannya ini. Seolah cahayanya terserap melalui tangan Sinb dan merasuk kedalam tubuhnya. Tubuh Sinb bergetar hebat bahkan kini dengan posisi duduk bersila, tubuhnya berlahan terangkat dengan cahaya menyilaukan yang terus mengelilinginya. Jungkook yang tak terpejam memandanginya tak percaya, jadi ritual seperti inilah yang selalu dilakukan Sinb untuk meningkatkan kekuatannya hingga ia mampu mengelabuhi para malaikat? Jungkook benar-benar tak menduga dari ritual sesederhana ini akan memunculkan kekuatan yang begitu dasyat bagi seorang Sinb.

Kalau saja saat itu, Jungkook tak menaruh curiga pada Sinb dan berujung membuntutinya sampai ke gua lilin jiwa ini, mungkin saja sampai detik ini Jungkook tidak tahu siapa gadis ini sebenarnya? Entah ini hanya perasaan Jungkook atau tidak? Tanpa sebab yang pasti ia selalu bertemu dengan gadis ini.

Cahaya lenyap dan tubuh Sinb kembali duduk diatas tanah dan Jungkook masih memandanginya dengan termenung.

"Ulurkan tanganmu..." Kata Sinb dan dengan segera Jungkook mengulurkan tangannya.

"Tepat diatas lilin itu. Tangan mu harus ada disana." Pinta Sinb kemudian dan Jungkook pun melakukannya tanpa banyak protes. Tanpa Jungkook duga, kedua tangan Sinb meraih kedua tangan Jungkook. Akhirnya kedua tangan mereka saling bertautan diatas lilin jiwa tersebut.

JEOSEUNGSAJA | SinKookTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang