Chapter 2

927 60 1
                                        

"Eh lo pada tau gak sih siapa cewek yang duduk sama Justin itu." Tanya James pada Angga.

"Dia Audrey. Si anak miskin yang kerjaannya lengket terus sama si Justin. Trus nih ya gue denger - denger dia itu make pelet makanya si Justin bisa nyantol sama dia." Jelas Angga.

"Lo yakin dia pake pelet?" Tanya James memastikan.

"Ya gue sih percaya aja sih soalnya lo liat deh masa si Justin yang ganteng dan kaya gitu bisa deket banget sama dia. Bahkan duduk berdua sama dia yang notabenenya bukan siapa - siapa. Di dunia ini masih banyak cewek yang mau sama dia. Trus kenapa dia lebih milih si Audrey. Coba aja lo pikir." Jelas Angga panjang lebar.

"Aneh - aneh aja sih. Jaman sekarang mana ada lagi yang pake gituan." Ucap James sambil beranjak menuju kelasnya.

***
Bel masuk telah berbunyi. Audrey segera berjalan menuju kelasnya yang berada di lantai lima. Banyak yang melihatnya dengan tatapan sinis. Namun tak ia hiraukan.

"Eh gak usah belagu deh lo. Pake pelet aja bangga." Ucap Tasya sambil menampilkan senyum miringnya.

Mendengar kata pelet membuat Audrey menahan tawanya. Melihat Audrey yang seperti mengejeknya membuat Tasya menjadi geram. Ia segera membuka tutup botol dan menuangkannya di atas kepala Audrey.

"Masi mau ketawa lo? Pake pelet aja belagu. Cabut yuk guys." Ucap Tasya sambil berjalan meninggalkan Audrey.

Audrey segera berjalan menuju ruangan rahasia yang sudah disiapkan oleh Brian untuk dirinya. Ruangan tersebut mempunyai tingkat keamanan yang sangat tinggi. Walau sudah diberi kemanan yang tinggi tetap saja ada 4 orang penjaga yang siaga di depan pintu utamanya.

Melihat Audrey, mereka ber empat segera menundukkan kepalanya memberi hormat kepada Audrey.

"Tolong siapkan seragam baru untukku." Ucap Audrey kepada salah satu dari mereka.

Tanpa banyak bicara salah satu dari mereka segera beranjak mengambilkan seragam baru untuk Audrey.

"Ini nona pesanan anda."

"Taruh saja di sana. Dan terima kasih." Ucap Audrey segera menuju kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.

***
"Maaf pak saya terlambat." Ucap Audrey sambil menundukkan kepalanya.

"Kamu ini selalu saja terlambat. Untung saja kamu ini pintar. Coba kalau tidak. Sudah saya usir kamu keluar kelas. Sekarang cepat duduk di tempatmu." Ucap guru tersebut.

"Terima kasih pak." Ucap Audrey lalu bergegas menuju tempatnya.

***
Follow and Vomment ya guys.
Thanks 😊😊😊

Fragile HeartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang