Chapter 23

65 8 0
                                    

Seiring berjalannya waktu Hubungan Arkan dengan Reihan menjadi membaik Jujur saja itu membuatku senang. Setiap hari kami mengerjakan PR bersama sama baik dirumahku maupun dirumah Azizah , Albar , ataupun rumah Arkan dan Reihan . Tetapi ada sedikit perubahan terhadap diri  Risna , ia perlahan lahan menjauh dari kami semenjak Arkan bergabung dengan kelompokku .Baik aku maupun Albar , Arkan , Reihan , dan Azizah juga merasakan memang ada perubahan .Perubahan itu sering terjadi
pertama ketika kami berempat berkumpul kemudian ada Arkan, Risna langsung pergi begitu saja
kedua , Waktu Aku Di uks Risna menemaniku kemudian datang Arkan. ia juga pergi begitu saja
Hal itu membuat kami bertanya tanya sebenarnya ada apa dengan Risna ? Arkan yang melihat hanya biasa saja . Kami pernah bertanya kepada Risna tapi ia jawab " Aku tidak apa apa" . Lupakan tentang Risna sekarang kembali lagi ke topik
Aku merasakan ada perubahan dalam diriku ini , Akhir akhir ini aku sering tersenyum , tertawa , dll
Ketika aku bersama Dengan Reihan , aku merasa nyaman begitu juga ketika bersama Arkan ,aku tidak mengerti tentang perasaanku ini .Aku pernah menceritakan kepada Azizah tetapi jawabannya membuatku bingung
" Zah..akhir akhir ini kok aku suka mikirin mereka ya ?" tanyaku
" maksudmu Arkan dan Reihan"
" iyaa ..Aku tuh berasa nyaman  sama mereka berdua "
" berarti kamu suka sama dua duanya"
" ih ...masa sih "
" hmm..tapi saranku kau jangan sampai ada perasaan dengan mereka , aku takutnya nanti kamu jadi sakit hati "
" heh !? aku tidak mengerti "
" sudahlah fokus saja pada mimpimu "

Setiap aku bertanya Azizah selalu saja menjawab pertanyaanku seperti itu seolah olah Azizah tidak percaya pada Reihan dan Arkan .Tapi Aku terus saja memikirkan tentang perasaanku terhadap mereka berdua .

*****

Waktu terus berlalu , Hari demi hari kujalani terus menerus bersama Arkan, Reihan , Albar , Azizah dan Risna.Tak terasa  sekarang aku kelas XII , aku sekelas dengan Arkan , Reihan dan Azizah sedangkan Risna sekelas dengan Albar , Apa kalian tau , Selama aku menjadi wakil osis aku mulai sedikit mengenal Karakter dari Reihan, ia termasuk anak yang rajin membaca buku , ia pintar bergaul , ia juga sering tersenyum  dan satu hal lagi jika ia sedang serius ia akan berubah 180° menjadi garang hmm mungkin minta diperhatikan sedikit kalinya.. Pernah ada kejadian di perpustakaan , Waktu itu aku disuruh mencari buku tentang Ipa kelas X , tidak disengaja aku bertemu dengan Reihan ia mencari buku matematika .Kami menuju tempat duduk dan mulai berbincang , Reihan sempat mengutarakan perasaanya kepadaku yang sekaligus membuat ku kaget
" Hmm..Au sedang cari apa?" tanyanya
" ini lagi cari buku ipa buat anak kelas X "
"oalah "
" au kita tidak pernah punya waktu berdua " lanjutnya
" maksudnya berdua ? kita setiap hari ketemu di Ruang Osis , Di ruang rapat dan sekarang ini kita lagi berdua , Rei "
" kalau itu sih aku juga tau maksudku "
Mataku masih tertuju kepada lembaran lembaran buku kemudian Reihan menutup buku
"kenapa Re-"
wajahnya sekarang hanya tinggal beberapa centi lagi , aku bisa merasakan hembusan nafasnya
" Bisa berhenti dulu tidak ?"
" err..bisa menjauh tidak "
Reihan menjauhkan wajahnya
" aku ingin berbicara serius "
" bicaralah " baru saja aku ingin memalingkan wajah ia menangkap wajahku dengan kedua telapak tangannya
" Aku menyukaimu " ucapnya melepaskan tangannya  yang sukses membuatku melongo
" Apaansih Rei .., suka sebatas teman itu kan wajar " acuhku
" tidak..tatap mataku jika kau tidak percaya "
Aku pun menatap matanya memang tidak ada kebohongan di balik matanya tapi ada sebuah kesedihan yang mengikut sertakan .
" Aku menyukaimu melebihi sebatas teman dan sahabat "
" tetapi " lanjutnya
" tapi apa ?"
" Jika suatu saat aku menyakitimu , apakah aku masih pantas untukmu ?"
" belum aja paca-"
" Au" tatapannya begitu tajam
" baiklah baiklah aku akan menjawab , jika suatu saat aku membalas pertanyaanmu  kemudian kamu menyakitiku maka aku akan pergi jauh meninggalkanmu " balasku dengan tegas
" berarti aku tidak pantas "
" entahlah kan itu suatu saat bukan sedang terjadi "
" tapi apa kau akan membenciku?"
" mungkin saja , karena itu membuatku sakit "
" ta-"
" sssttt " aku menutup mulutnya dengan buku
" berhentilah bertanya dan fokuslah dengan apa yang kau cari , Aku pergi "
Aku pun meninggalkan Reihan kemudian ia berteriak
" Au ...itu banyak kumannya!"
aku hanya tertawa melihat tingkahnya
Setelah Reihan menyatakan perasaanya kepadaku Hatiku ada rasa senang , ya ..senang karena perasaan yang kurasakan sama seperti apa yang dirasakan Reihan ..Disatu sisi lagi aku bertemu dengan Arkan

*****

Peristiwanya terjadi di taman belakang sekolah ..
Aku sedang membaca novel sambil mencari udara segar kemudian datang Arkan membawa minuman
" ini minum dulu dari tadi kamu belum ke kantin kan ?"
ia duduk disebelahku
" iyaaaa ....kok tau sih ? makasih ya minumannya "
" yaa .... taulah itu kan sudah kebiasaanmu dari kelas XI "
" Au...aku boleh tidak berbicara kepadamu " lanjutnya
" bicaralah "  
" tapi serius au "
" ya sudah katakan , aku siap  mendengarkannya "Aku pun menutup novelku dan  berusaha mendengarkannya
" Aku mencintaimu "
deg !?
" ka-kamu me-menyukaiku ?"
" iyaa..itu sudah lama "
" tapi kan "
" ya aku tau memang aku sempat meninggalkanmu tapi kali ini aku janji aku gak bakal tinggalin kamu "
" Tadi Reihan yang menyatakan perasaan -Nya sekarang kamu besok besok siapa lagi "
" Au...aku serius "
" Sama!? Aku juga serius kalian berdua ini benar benar aneh " aku pun meninggalkan Arkan
Di dalam hati aku merasa senang akhirnya perasaanku yang dulu terbalaskan , aku pun mencoba mencurahkan isi hatiku kepada Azizah. Tetapi Azizah hanya membalas dengan jawaban yang tidak memuaskan
" Zah ..boleh gak curhat ?"
" silakan "
" Zah .... Tadi Arkan sama Reihan mengatakan kalau ia suka sama aku "
prang
sebuah sendok jatuh dari tangan Azizah
" se-serius "
" iyaa "
" terus kamu jawab apa Au !?" Azizah mengeratkan tangan -Nya ke bahuku
" belum kujawab aku masih bingung menurutmu , aku cocok dengan siapa ?"
" Au ...sadar mereka tuh bukan cowo baik baik !?"
teriak Azizah Di hadapanku
" Zah .. kenapa kamu jadi kasar kayak gini " ucapku untuk menenangkan-Nya
Azizah melepaskan cengkramannya di bahuku
" maaf , menurutku lebih baik kau tidak usah memilih mereka berdua "
" kenapa !?"
" mereka hanya mempermainkanmu "
" maksudmu ?"
" jika kau menerima salah satunya entah itu Reihan atau Arkan , maka siapkan hatimu untuk sakit hati "
" sakit hati ?"
" Nanti kau akan tau sendiri , aku harap kau pikirkan dengan baik baik "
" fokuslah dulu pada mimpimu"ucapnya kemudian meninggalkanku yang masih melamun memikirkan perkataannya tadi
Aulya pov
sakit hati apa maksudnya ?
Aulya pov end

*****

Azizah pov
sudah mulai permainannya apa mereka fikir aku tidak tau bahwa mereka hanya menjadikan Aulya sebagai bahan taruhan -Nya dengan cara yang halus mereka menyatakan cintanya kepada Aulya . Mereka memakai cara yang kotor dan cara yang halus Hebat !? Mungkin strategi mereka tidak diketahui oleh orang lain tapi strateginya bisa kuketahui dengan mudah .Jangan harap mereka mendapatkan Aulya dengan mudah karena Ada aku yang menjadi benteng pelindung Aulya
mereka memulainya maka aku yang akan mengakhirinya
Bersiaplah kalian Arkan dan Reihan
Azizah pov end

*****

Author pov

Sementara di tempat lain , Aulya berusaha memutar otaknya  tentang maksud perkataan Azizah tadi siang . Aulya terus memikirkannya sampai ia mendapatkan sesuatu

Author pov end

Aulya pov
" tunggu , ini ada yang aneh deh Kenapa Arkan dan Reihan menyatakan perasaan-nya secara bersamaan ? apa ini sebuah kebetulan? menurutku tidak ini bukan kebetulan ,benar kan Bobo " ucapku kepada boneka kesayangan ku
" ada yang tidak beres , aku harus mencari tau "
ucapku kemudian terlelap dalam mimpi

Hei hei ..ketemu lagi sama Author ^_^ mudah mudahan suka sama cerita Author

senin 06/11/2017



Our Promise✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang