Chapt. 8 : Kabar Bahagia

1.3K 111 6
                                        

Sinar matahari sedang mengintip seorang wanita yang kini tengah bergelung dengan nyaman dibalik selimutnya. Entah sejak kapan, wanita itu sangat senang bermalas-malasan dikasur, mungkin semenjak ia pulang bulan madu. 

"Hoam"

"Badan gue kok rasanya remuk semua ya?!" sungut wanita itu sambil menguncir rambutnya yang berantakan.

"Kai" teriak wanita itu memanggil nama suaminya.

Dirasa tidak ada jawaban, ia kembali berteriak "Kai"

"Suami gue kupingnya budek amat sih?!" omel wanita yang biasa kita sapa Krystall itu.

Krystall menepuk jidatnya karena baru sadar bahwa Kai sedang pergi untuk meeting di Singapura.

"Kampret berasa jadi janda gue" rutuk Krystall pada dirinya sendiri.

Krystall POV

Aku berlari kecil ke arah kamar mandi karena merasakan ada sesuatu yang bergejolak didalam perutku.

Aku berusaha mengeluarkannya namun, tak ada apapun yang keluar dari mulutku karena sedari kemarin, aku sama sekali tak makan apapun. Nafsu makanku hilang begitu saja, seiring kepergian Kai.

Ingin rasanya aku menangis, mengingat Kai yang dengan mudah pergi begitu saja. Aku merutuki diriku yang tiba-tiba berubah menjadi melankolis seperti ini.

Kutuliskan kenangan tentang caraku menemukan dirimu
Tentang apa yang membuatku mudah berikan hatiku padamu

Suara merdu Virgoun mengalun lembut ditelingaku menandakan bahwa ada yang menelponku.

Aku berjalan keluar kamar mandi dan mencari benda berbentuk persegi yang sedari tadi berbunyi.

Aku tidak munafik, aku sangat berharap bahwa yang menelpon kali ini adalah suamiku, Kai bukan Yuritem atau Mamaku.

Aku hanya mampu menelan kecewa ketika, melihat nama si penelepon.

Mama bawel 's calling

Dengan rasa kesal, aku mengangkat telepon dari mamaku.

"Iya ma?"

"Astaga sayang, kamu kenapa? Kok jutek gitu? Lagi badmood ya?"

"Iya ma"

"Kamu udah makan belum? Mama mau kesana sekalian bawain kamu makanan nih. Mau nitip apa?"

Mataku berbinar mendengar ucapan dari mamaku. Entah mengapa tiba-tiba rasa lapar menyerangku.

"Mau nitip spaghetti ya sama pizza ukuran jumbo"

"Oke deh. Tapi mama udah masak banyak, nanti kemakan gak sama kamu?"

Aku menganggukkan kepala dengan cepat "pasti abis. Bawa yang banyak ya!"

"Kamu makannya tambah banyak ya sayang! Oke deh mama bawain yang banyak. Mama kesana sama kakak kamu. Kamu gak usah jemput ya"

Aku tertawa sebentar kemudian, menjawab ucapan mama "mama ge'er, siapa juga yang mau jemput mama haha"

"Ya Tuhan, kamu sadis banget sama mama. Minta dimasukin ke perut lagi ya?!"

"Udah deh. Aku mandi dulu. Aku tutup ya, bye. Love you, mama"

"Iya, love you too sayangku"

Pip

Aku menutup sambungan telepon antaraku dengan mama kemudian, melempar handphoneku ke arah kasur.

Je Vous AimeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang