Guys, aku mohon dengan sangat votenya jangan lupa 😭 bukannya ngemis vote, dengan kalian ngevote itu aku ngerasa dihargain sebagai penulis. Jangan jdi pembaca gelap, belajar hargain karya orang lain yaa :( walaupun gak komen, dengan vote aja, aku udah semangat, merasa ceritaku ditunggu banyak orang. Apa lagi ditambah komen, komen" kalian itu bikin aku terharu dan sangat" senang guys. So VOTE and Comment ya guys!💖
♟♟♟
"Minho, kasih aku waktu ya buat mikir untuk kali ini"
Minho tersenyum senang, ada sedikit harapan untuknya kali ini "boleh, Tall. Aku bakal tunggu"
"Makasih, No!" Krystall tersenyum manis ke arah Minho kemudian matanya mencari Jeno kesana kemari, tapi tidak ada "No, Jeno kemana? Kok gak ada?"
Minho pun mulai panik,ia berdiri dan memperhatikan sekitar, tak ada Jeno di sekitarnya.
"Kita cari, Tall! Kamu tenang ya, jangan panik!—"
"Aku panik banget, No! Jeno, anakku, hilang! Gimana ini?!" Potong Krystall sambil mulai menangis.
"Ayo kita cari!"
Krystall dan Minho mencari kesana kemari keberadaan Jeno. Bagaimana Jeno bisa tiba-tiba pergi?!
Di sisi lain
"Om, Jeno mau esklim" pinta bocah berusia 2 tahun itu pada tukang es krim keliling.
"Es krim yang mana, de?" Tanya tukang es krim itu dengan ramah.
"Yang toklat" jawab Jeno dengan berbinar-binar.
Tukang es krim itu memberikan es krimnya pada Jeno "nih, de. Mana uangnya?"
"Jeno nda puna uang"
"Gimana sih?! Mau beli kok gak ada uang. Orang tua kamu mana?!" Bentak tukang es krim itu membuat Jeno menangis. Jeno ketakutan.
"Mama, Jeno takut hiks"
"Cengeng banget sih. Pura-pura nangis ya? Biar dikasianin? Jangan-jangan kamu gak punya orang tua ya?"
"JENO PUNA OLANG TUA! MAMA JENO BAIK, UNCLE JENO JUGA GAK KAYA OM, UDAH JELEK, GALAK, PELIT!" Emosi Jeno tersulut ketika, orang itu menanyakan orang tuanya. Jeno hanya tahu bahwa ia punya mama, entah kemana papanya, ia tidak memikirkannya.
"Permisi" ujar seseorang lelaki yang tiba-tiba datang menengahi perdebatan antara dua orang lelaki yang berbeda umur.
Jeno menatap lelaki ini sebentar kemudian, memeluk kakinya "om ini galak, telus pelit"
"Pak, jadi berapa? Saya bayar. Kamu mau es krimnya lagi?"
Mata Jeno berbinar namun, ia teringat pesan mamanya "gak, om, nanti Jeno batuk, mama nangis"
"Anak pinter. Orang tua kamu pasti bangga!" Lirih pria itu sambil mengelus puncak rambut Jeno.
Pria itu membayar es krim yang sempat Jeno makan kemudian, mengajak Jeno untuk duduk di kursi yang ada di sekitar situ.
"Orang tua Jeno mana? Kok bisa kepisah?" tanya pria itu sambil menatap Jeno dengan lembut.
"Tadi Jeno ngikutin tukang es klim eh Jeno kepisah deh sama mama" jawab Jeno sambil menundukkan kepalanya.
"Nama kamu Jeno? Nama Uncle, Kai"
♟♟♟
"Jeno, yaampun! Kamu dimana, nak?!" Krystall sedari tadi tak berhenti memikirkan Jeno, bisa-bisanya Jeno hilang dari pandangannya. Harusnya ia bisa menjaga Jeno!
KAMU SEDANG MEMBACA
Je Vous Aime
RomanceKedua insan yang memiliki sikap yang bertolak belakang disatukan dalam sebuah ikatan sakral yang disebut pernikahan.Kainandra Kevin Achiles dan Alafandy Krystall Elxiana. Terlibat dalam perjodohan antara dua keluarga hanya untuk mengikat tali kedeka...
