[Some part are private, follow me first to read private part]
"Semua ini belum berakhir. Aku, Park Chanyeol, tidak akan pernah membiarkan semua ini berakhir!" ucap Chanyeol dengan kedua mata berkilat marah.
Wanita itu tersenyum dingin. "Terlambat,"...
KARPET putih terhampar sepanjang jalan menuju altar. Gereja sederhana yang menjadi tempat pemberkatan telah berubah menjadi begitu indah karena tangan ajaib dari Jessica dan para anak buahnya. Baekhyun yang sedari tadi kebingungan mencari kotak cincin, akhirnya telah kembali setelah menemukan kotak tersebut di saku bomber jaketnya. Jessica yang tadinya sibuk menata bunga, kini telah duduk manis di kursi depan yang paling dekat dengan altar.
Chanyeol mengedarkan pandangannya. Tak banyak yang datang di pemberkatan ini. Jessica hanya mengundang beberapa kolega Chanyeol, teman bisnis Jessica, sanak saudara dekat, dan para pekerja yang berada di bawah naungan keluarga Park.
Baekhyun mengajak kekasihnya, Taeyeon, yang juga teman dekat Chanyeol saat di Universitas. Wanita berwajah kecil itu melambaikan tangan kepada Chanyeol, yang hanya Chanyeol balas dengan senyuman tipis. Jika di hari biasa, mungkin Chanyeol akan tersenyum lebar ke arah Taeyeon lalu mendekap wanita yang telah ia anggap adik itu ke dalam pelukannya. Akan tetapi, hari ini bukanlah hari biasa. Hari ini rasa gugup seolah memenuhi diri Chanyeol, membuat Chanyeol ingin melarikan diri jika saja Jessica tidak mengancam untuk menendangnya dari perusahaan.
Tidak, Chanyeol hanya bercanda. Mana mungkin dia melarikan diri? Jika Park Chanyeol memang melakukannya, berarti ia memang sudah benar-benar gila. Catat itu baik-baik.
Chanyeol menghentikan langkahnya saat sudah mencapai altar. Pria itu tersenyum sekilas dan sedikit membungkukkan tubuhnya untuk memberi hormat ke arah pendeta. Kemudian, Chanyeol melangkahkan kakinya untuk berdiri di samping pendeta dengan kedua tangan yang terkepal erat menahan rasa gugup.
Gila. Semua ini benar-benar di luar angan-angan seorang Park Chanyeol. Altar, pendeta, pemberkatan, dan janji suci, semuanya tidak pernah sekalipun terlintas di pikiran pria bermarga Park tersebut. Ingin rasanya Chanyeol mengucap banyak terima kasih kepada Jessica karena telah menjodohkannya dengan wanita yang tepat. Bae Irene adalah wanita yang selalu Chanyeol inginkan untuk berada di kehidupannya. Bae Irene is the only thing that he wants a lot.
"Mempelai wanita memasuki gereja."
Entah siapa yang bersuara, yang jelas, suara tersebut telah berhasil membuat rasa gugup Chanyeol semakin bertambah berkali-kali lipat. Pria itu mendongak, menatap ke arah pintu gereja dan menemukan seorang wanita bertudung sedang berdiri di sana, menunggu seseorang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mungkin, Irene sedang menunggu seorang pria yang menjadi walinya. Jessica pernah mengatakan kepada Chanyeol jika Irene adalah yatim piatu. Dan berkat Jessica yang dulu pernah bertemu dengan Irene, Paman Bae -salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan Jessica- menjadi tergerak hatinya untuk mengadopsi Irene karena mendengar banyaknya cerita tentang Irene yang Jessica sampaikan kepada Paman Bae.
Tatapan Chanyeol menyendu saat melihat Paman Bae menggenggam tangan Irene dengan erat. Kemudian, pria paruh baya itu melangkah pelan mengiringi Irene menuju altar tempat Chanyeol dan pendeta sedang berdiri menunggu kedatangan mereka.