CHANYEOL refleks menjauhkan ponselnya dari telinga saat mendengar teriakan dan omelan Baekhyun dari seberang telepon. Entah terbuat dari apa pita suara pria berwajah kecil itu hingga kuat mengomeli bosnya sedari tadi pagi tanpa henti, dan juga entah apa yang ada di otak seorang Park Chanyeol hingga ia merekrut Baekhyun yang bersifat sangat kurang ajar untuk menjadi assistant sekaligus tangan kanannya di perusahaan.
Tidak, mereka bukanlah teman dekat atau bahkan teman lama yang dulu berjuang bersama di Unversitas seperti yang sering kalian baca di novel roman. Chanyeol hanya kebetulan merekrut Baekhyun karena pria itu sangat kompeten, dan berakhir menyesalinya saat Baekhyun mulai menunjukkan sifat aslinya yang selalu membuat Chanyeol mengusap dada untuk meredakan amarah.
"Kau tau berapa nilai kontrak yang kau batalkan?!" ucap Baekhyun dengan penuh penekanan. Sesaat setelahnya, pria itu berteriak dengan penuh emosi. "Seratus juta won, bodoh! Se-ra-tus ju-ta won!"
Chanyeol mengunyah permen karetnya dengan santai dan menjawab tanpa beban. "Hanya seratus juta, jangan terlalu serius, Tuan Byun."
"Hanya?!" Baekhyun berucap dengan histeris, tak menyangka bosnya akan sesantai ini menghadapi kontrak yang telah ia batalkan. "Sebenarnya yang menjabat Presiden Direktur di perusahaan ini siapa, hah?! Kenapa harus aku yang mengurus semua kekacauan ini?!"
"Kenapa harus kau?" Chanyeol terdiam sebentar sebelum melanjutkan ucapannya. "Tentu saja karena aku adalah bosmu, dan kau adalah bawahanku."
Hening sebentar, sebelum teriakan melengking Baekhyun terdengar secara tiba-tiba dan membuat gendang telinga Chanyeol seolah akan pecah karenanya. "Kalau bukan karena gaji yang besar, aku tidak akan sudi untuk terus bekerja denganmu!"
"Ya ya aku tau, terima kasih kembali," ucap Chanyeol dengan nada mengejek, berusaha semakin memancing amarah Baekhyun yang sudah meledak-ledak.
"Whoa, pria brengs - "
"Ah ya, kekasihmu baru saja mengirim pesan kepadaku ...," Chanyeol tersenyum miring, lalu melanjutkan. "Dan kau tau apa yang dia katakan? Dia... mengajakku berkencan."
Beberapa detik setelahnya, Chanyeol masih setia mendengarkan omelan Baekhyun yang mungkin tak akan pernah berhenti. Sesekali Chanyeol membalasnya dengan nada mengejek, kekehan, sampai gelak tawa yang tentunya membuat Baekhyun semakin merasa kesal kepada Chanyeol.
Sejujurnya, Chanyeol menelepon Baekhyun karena ia merasa bosan menunggu seseorang di dalam Cafe yang bahkan tidak ia ketahui nama Cafenya. Pria itu melupakan fakta bahwa ia baru saja membatalkan kontrak besar dan memilih bunuh diri dengan cara menelepon Baekhyun. Namun lagi-lagi, dengan otak dan mulut santainya, Chanyeol berhasil berkelit lalu mengalihkan arah pembicaraan mereka menjadi perdebatan kecil yang sangat tidak penting.
"Kau itu benar-benar definisi dari pria kaya yang brengs - "
"Stop," kata Chanyeol dengan tiba-tiba, lantas membuat ucapan Baekhyun terhenti seketika.
"Hah? Kenapa, Tuan Park?"
Chanyeol sedikit menyipitkan kedua matanya saat melihat seorang wanita cantik membuka pintu Cafe. Sebuah senyuman cerah terukir di bibir pria itu, sesaat setelahnya ia kembali berucap kepada Baekhyun. "Seseorang yang aku tunggu sudah datang. Aku rasa omong kosongmu harus dihentikan untuk sementara, Baekhyun."
"Dia sudah datang?! Hei tunggu - "
Terlambat. Chanyeol sudah lebih dulu memutus sambungan teleponnya lalu memasukkan benda tipis itu ke dalam saku celana.
Chanyeol membenahi posisi duduknya saat wanita yang ia tunggu sudah berjalan ke arah bar untuk memesan minuman terlebih dulu. Beberapa detik, Chanyeol masih menatap wanita yang sedang berbicara kepada bartender itu dengan tatapan intens, jenis tatapan yang seolah ingin menelanjangi seseorang detik itu juga. Tidak, Chanyeol tidak memberikan tatapan tersebut kepada semua orang, ia hanya menatap dengan cara seperti itu jika ada seseorang atau wanita yang mencuri perhatiannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Venire [COMPLETED]
Hayran Kurgu[Some part are private, follow me first to read private part] "Semua ini belum berakhir. Aku, Park Chanyeol, tidak akan pernah membiarkan semua ini berakhir!" ucap Chanyeol dengan kedua mata berkilat marah. Wanita itu tersenyum dingin. "Terlambat,"...
![Venire [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/126979222-64-k605795.jpg)