Aksadara 11

2.4K 208 3
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

....

Aku cinta dia karena dia adalah dirinya bukan karena apa yang orang katakan.

--Adara Ferdella-
.

"Ayo bolos.."

Dara tercenga sebentar, sebelum tanganya melesat memukul kepala Aksal sedikit kuat. Aksal benar gila, otaknya ketinggalan. Dengan wajah super polos bersama senyum bodoh dia mengajak dengan manis .

Cowok ini baru saja sekolah hari ini dan sekarang ingin bolos, mana pakek ngajak-ngajak.

"Lo itu baru aja masuk" tolak Dara tentu saja. Dia masih takut melakukan hal seperti itu, apalagi kalau oma tahu bisa diguleti nantinya.

"Makanya, untuk yang pertama dan terakhir. Janji besok-besok rajin" cengir Aksal memberikan jari kelingkingnya di hadapan Dara.

Dara mendengkus melipat tanganya di depan dada. Ia tatap Aksal tajam "enggak, lo itu raja bo'ong. Apa susahnya sih bertahan di sekolah" ujar Dara sambil menggeleng.

Aksal memayunkan bibirnya sebal "susah, lebih enakan bolos.. ehh, tapi lebih enakan mencintai elo sih"

"Gue gak lagi bercanda"

"Marah mulu, jadi cantikan oma'kan" ujar Aksal membuat Dara semakin merengut kesal. Ini pasal Aksal seharian penuh bersama oma kemarin, jadi Dara masih agak sebal sama nenek itu.

Mana Aksal selalu membela oma, Dara takut. Di berita udah ada kejadian nenek nikah sama anak muda. Dara gak mau kalau nanti dia harus manggil Aksal opa.

"Gak ikut gak pa-pa juga sih. Gue bisa ajak oma jalan-jalan---"

"Iya, ayo bolos... " potong Dara cepat "... janji, habis itu lo gak boleh bolos lagi"

Dengan senyum lebar Aksal mengiyakan, lalu menarik tangan Dara membawanya pergi.

...

Dara memutar arah pandangnya. Mereka sekarang berada di halaman belakang sekolah.

"Sal.. tapi motor, tas gue gimana?" tanya Dara menatap Aksal yang sedang mengambil dua balok kayu menyusunya tinggi.

"Lo tenang aja, untuk apa gue punya temen kayak Veron sama Fikri" jelas Aksal masih sibuk dengan balok-balok kayunya.

Di saat Aksal sibuk mengurusi itu, Dara tak henti celingak-celinguk melihat sekitar. Cewek itu meremas jemarinya, sesekali mengigit kecil.

Aksadara √Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang